Cerita Bahagia

Cerita Bahagia
Mukena Merah Muda #4


__ADS_3

"Karin, kenapa nggak cerita sih sama aku."


Anggun datang ke rumah Karina setelah tau dari Kakaknya yaitu Dokter Lukman jika bapaknya sakit.


Karina tersenyum saja sambil membawakan minum untuk Anggun.


"Kamu itu senyum aja, Kamu nganggap aku temen kamu nggak sih."


"Anggun, kok bicaranya begitu."


"Kamu sih nggak mau cerita sama aku kalau Bapak sakit."


"Silahkan di minum Gun, kamu tahu dari mana Kalau Bapak sakit."


Karina sambil menghidangkan minum untuk temannya itu.


"Dari Kak Lukman."


Karina mengerutkan dahinya kok bisa tahu Kak Lukman kalau Bapaknya sakit.


"Kak Lukman.?"


"Iya, perasaan aku pernah cerita deh kalau Kakak aku praktek di rumah sakit tempat Bapak dirawat."


"Astaghfirullahaladzim, Aku beneran lupa." Kata Karina sambil melapuk-nepuk dahinya.


"Kamu itu udah nggak masuk kuliah beberapa hari nggak ngasih kabar lagi. Kalau ditanya cuman baik-baik saja lagi ada urusan. Coba kalau kak Lukman gak cerita pasti aku juga nggak akan tahu sampai sekarang."


"Maaf Gun, aku nggak mau ngerepotin orang lain."


"Terus mau repot sendiri, kamu menanggung semua beban itu sendirian Karin."


Karina menghela nafas sambil tersenyum.


"Karin, berbagi ceritalah dengan aku. Kamu pasti juga butuh teman untuk bicara."


"Makasih Gun, tapi aku nggak mau merepotkan kamu."


"Karin, aku ini kamu anggap apa sih. Aku ini teman kamu kan.?. Cerita aja aku sama sekali tidak merasa direpotkan sama kamu kalau cuman mendengarkan cerita kamu."


Karina lagi-lagi hanya tersenyum.


"Kuliah kamu gimana, ada beberapa tugas juga dari Dosen."


"Aku beberapa hari ini berpikir untuk mengambil cuti kuliah dulu aja Gun, aku mau kerja. sekarang Bapak sakit siapa yang akan memenuhi kebutuhan rumah."


Anggun menatap sayu temannya itu.


"Kamu yakin Karin."


Karin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Nanti kalau aku sudah punya tabungan aku akan ngelanjutin kuliah lagi."


Anggun mendekat ke arah Karina kemudian memeluknya.


"Kamu luar biasa Karin, kamu wanita kuat Kamu pasti bisa melewati ini semua."


"Makasih Anggun, kamu mau berteman denganku."


"Kamu ngomong apa sih Karin."


"Makasih Anggun hanya itu yang bisa aku ucapkan Kamu sangat perhatian dengan keluargaku."


"Karin jangan bikin aku nangis."


Anggun menyeka air matanya yang lolos di pipi mulusnya.

__ADS_1


Keputusan Karina untuk cuti terlebih dahulu dari kuliahnya karena ia ingin bekerja menggantikan Bapaknya sebagai tulang punggung keluarga.


"Karin, nanti aku coba tanyakan ke tanteku ya siapa tahu di minimarketnya butuh karyawan."


"Beneran Gun, makasih banyak ya."


Anggun tersenyum dengan senang melihat reaksi Karina begitu gembira.


"Tapi Karin, gimana kalau kamu jangan cuti tapi kamu nanti kerjanya minta setelah kuliah aja pasti Tante ku boleh nanti aku yang ngomong."


"Tapi Gun, aku nggak enak dengan karyawan yang lainnya."


"Tenang aja nanti coba aku tanyakan dulu sama tanteku ya. Kamu kan pinter sayang kalau harus cuti nanti nggak bisa wisuda bareng."


Karina tersenyum senang bisa mengenal Anggun yang baik hati padahal dia dari keluarga orang kaya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Sore harinya setelah Anggun pulang dari rumahnya Karina dia dikejutkan dengan adanya tamu yang duduk di ruang tamu.


"Mas Gama, Kak Lukman mana ?"


Anggun hanya melihat Gama sendirian duduk di ruang tamu.


"Itu lagi ke kamar, kamu baru pulang kuliah.?"


"Pulangnya udah dari tadi siang Mas main ke rumah temen tadi."


"Main mulu kamu."


Ledek Lukman yang keluar dari kamarnya.


"Biarin.. Weeekk..."


Anggun menjulurkan lidahnya ke arah kakaknya lalu berjalan menuju ke kamar.


"Mau kemana." Tanya Lukman.


"Nggak usah lama-lama mandinya ini si Gama ada perlu sama kamu."


Anggun membalikkan badannya menatap ke arah mereka berdua.


"Mas Gama ada perlu apa."


"Ada yang ingin saya tanyakan sama kamu Gun, ya udah kamu bersih-bersih dulu aja aku tungguin."


"Oke."


Anggun meninggalkan mereka berdua masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya yang terasa gerah.


Setelah 30 menit kemudian Anggun keluar dari kamarnya kemudian ikut duduk bersama Lukman dan Gama di ruang tamu.


"Lama banget mandinya."


Celetuk Lukman.


"Sholat Ashar Kak, kenapa sih rempong. Mas Gama ada perlu apa sama Anggun."


"Ada yang mau saya tanyakan ke kamu."


"Soal apa."


"Kamu kenal perempuan ini."


Gama menunjukkan foto yang dia ambil diam-diam di taman rumah sakit.


Anggun memperhatikan foto yang ada di ponsel milik Gama.

__ADS_1


"Karina kan ini.?"


Kata Anggun sambil menatap ke arah Gama yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Mas Gama kok bisa dapat foto dia."


"Dia ngefans sama Karina."


Celetuk Lukman.


"Mas Gama bisa kenal.?"


Anggun masih penasaran.


"Jadi Saya yang menangani Bapak Heri yaitu bapaknya Karina yang sedang sakit."


"Jadi Mas Gama Dokter Bapaknya Karina.?" Anggun mulai paham.


"Iya Benar Anggun. Kamu temannya Dia."


"Iya Dia teman kuliah Ku, dan tadi juga Anggun baru pulang dari rumah Karina."


Gama langsung menegakkan badannya menatap ke arah Anggun.


"Kamu sama siapa dek ke sana." Tanya Lukman.


"Sendirian."


"Kenapa kesana."


"Karina itu semenjak Bapaknya sakit dan masuk rumah sakit nggak masuk ke kampus dan ditanya nggak jujur kalau Bapaknya lagi sakit."


"Rumahnya mana.?"


Gama yang langsung bertanya begitu membuat Anggun langsung menatapnya dengan heran.


"Kenapa Mas Gama tanya rumahnya."


"Masak kamu nggak paham sih Dek, cowok udah diem-diem moto cewek terus tanya rumahnya apa coba artinya." Kata Lukman dan Anggun otomatis bisa langsung menebaknya.


"Mas Gama, suka sama Karin.?"


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Anggun terkekeh melihat reaksi Gama.


"Kenapa.?" Ucap Gama.


"Mas, beneran bisa menerima keadaan Karina?. Dia teman baik aku Mas kalau sampai Mas Gama cuma mau menyakitinya mending nggak usah dilanjutkan deh perasaan itu."


"Aku balasan nyaman dan tenang kalau memandang wajahnya."


"Mas, Karina itu kalangan keluarga biasa sedangkan Mas Gama keluarga berada. Bukannya Anggun melarang Mas Gama untuk suka dengan Karin tapi saran Aku lebih baik mantapkan diri dulu Mas. Aku cuma nggak mau Karina ikut terbawa perasaannya nanti tapi setelah itu Mas Gama mencampakkannya."


"Aku sadar dulu pernah salah tapi begitu melihat Karina dia pantas untuk disayangi dan dilindungi."


"Kalau Mas Gama serius, coba aja deketin tapi Anggun peringatkan jangan sakiti Karina. Kasihan Dia Mas sudah berat badan hidupnya tadi aja cerita sama Anggun dia mau cuti kuliah karena ingin bekerja."


Lukman dan Gama menatap ke arah Anggun.


"Kak, Anggun berencana untuk minta tolong Tante agar kalian bisa kerja di minimarketnya biar bisa sambil kuliah juga."


"Coba aja bilang Tante."


Kata Lukman.


"Anggun, tolong kamu selalu ada untuk Karina." Kata Gama.

__ADS_1


"Mas, saat ini Karina butuh teman dan pasti Anggun akan selalu ada untuk Dia."


🌹🌹🌹🙏🌹


__ADS_2