
"Sebenarnya hubungan kalian gimana sih Kasih.?".
Septi menelisik wajah Kasih yang menampakkan senyum manisnya.
"Ya... Begitu Sep."
"Pacaran.?"
Kasih menggelengkan kepalanya.
"Terus.. TTM .?"
"Apaan nggak lah."
"Terus kalian berdua itu apa, tiap hari chattingan, teleponan belum lagi kamu kalau malam ngerjain tugas di tungguin. Aku kok bingung sama kalian berdua."
Septi nampak berpikir keras tentang hubungan Kasih dengan Akmal. Semenjak pertemuan di cafe siang itu mereka berdua menjadi semakin dekat.
Akmal sudah mengatakan kalau suka dengan Kasih, tetapi Kasih tidak mau ada hubungan berpacaran dengan Akmal namun mereka saling memberi perhatian.
Sudah tiga bulan berjalan ini Mereka semakin intensif dalam berkomunikasi walaupun ketemu juga tidak terlalu sering karena kesibukan Akmal juga Kasih yang sedang magang di sebuah perusahaan.
Septi kembali mengaduk minumannya, Mereka sedang membuat janji untuk membuat laporan magang.
Kasih menatap layar ponselnya yang terdapat sebuah panggilan.
"Pasti, aku jadi obat nyamuk lagi."
Celetuk Septi karena Akmal selalu menanyakan di mana keberadaan Kasih dan jika sedang ada waktu pasti akan menyusulnya.
Kasih hanya tersenyum saja selesai menjawab telepon dari Akmal.
"Ini file laporan magang Ku. Kamu edit bagian yang dirasa kurang pas aja."
Kasih memutar laptopnya menghadap ke Septi.
"Mengalihkan pembicaraan pasti."
Septi mengerucutkan bibirnya lalu mengambil flashdisk.
"Assalamualaikum."
Suara siapa lagi kalau bukan Akmal.
"Waalaikumsalam."
Jawab Mereka berdua.
"Silahkan duduk Mas."
Ucap Kasih dan menunjuk kursi kosong didekatnya.
__ADS_1
"Makasih Kasih, sudah dari tadi."
"Nggak begitu lama Mas." Jawab Kasih dan Septi hanya memandang mereka berdua.
"Hai, Sep apa kabar."
Sapa Akmal.
"Kirain nggak lihat aku tadi Mas."
Septi merasa orang asing.
"Masa Segede itu nggak terlihat."
Canda Akmal.
"Kalau ada Kasih kan, yang lain nggak terlihat " balas Septi.
"Mas Akmal mau minum apa."
"Apa aja yang kamu pesenin Mas mau."
Ucap Akmal sambil tersenyum ke arah Kasih.
"Mau makan Mas."
Septi lagi - lagi mengamati mereka berdua. Kasih begitu telaten meladeni Akmal.
"Kasih dari rumah tadi udah makan."
"Makan lagi ya, temenin Mas laper nih."
Kata Akmal manja.
"Ehemm..." Septi suka sekali membuat keributan.
"Sep, mau pesen apa."
"Apa aja aku mau."
Septi berlagak kayak Akmal.
Tapi Akmal malah terkekeh melihat tingkah Septi.
"Kasih duduk aja."
Akmal lalu memanggil pelayan cafe itu untuk meminta buku menu dan membuat pesanan.
"Mas.." Septi memanggil Akmal
"Kenapa Sep."
__ADS_1
"Septi boleh tanya ya."
Kasih sudah menatap ke arah Septi pasti temannya itu akan bertanya yang aneh-aneh.
"Boleh, mau tanya apa."
"Kalian berdua ini sebenarnya status hubungannya apa sih. Aku kok pusing mikirin kalian berdua."
"Ha ha ha.. " Tawa Akmal sedangkan Kasih melotot ke Septi.
"Ngapain Kamu yang pusing Sep, kita aja nggak pusing. Iya kan Kasih.?"
Kasih tersenyum saja.
"Kalau pacaran nggak ada sayang - sayangan tapi kalau nggak pacaran kok saling perhatian. Mas Akmal tidak sedang mempermainkan sahabat saya kan.?" Septi berani langsung menuduh Akmal.
"Kamu tenang aja, saya sama sekali tidak mempermainkan Kasih. Kasih ini calon istri Saya." Kata Akmal sambil tersenyum menatap Kasih.
"Calon Istri, tapi Mas Akmal belum pernah ketemu kedua orang tua Kasih."
"Sep.. Udah." Cegah Kasih.
"Nggak papa Kasih, Saya akan jelaskan ke Septi." ucap Akmal.
"Septi, Kasih pasti sudah cerita tentang kita berdua. Yang intinya Saya serius mencintai Kasih dan ingin memilikinya namun sekarang keadaannya Kasih harus menyelesaikan kuliahnya dulu. Saya sangat menghargai Kasih, maka dari itu saya belum pernah ketemu dengan kedua orang tua Kasih karena kalau saat ini saya menemui kedua orang tua Kasih saya pasti akan melamarnya."
"Saya nggak mau Kasih putus kuliah, Kasih harus mencapai cita - citanya. Kasih ini perempuan baik, perempuan yang mandiri sangat dewasa diusianya sekarang. Saya selalu menghormati Kasih dan berusaha untuk selalu ada untuk Dia." Ucap Akmal dengan tersenyum ke arah Kasih yang menatapnya balik.
"Septi, saya terima kasih Sama kamu. Kalau kamu tidak bertanya seperti itu saya tidak bisa menunjukkan rasa sayang saya sama Kasih. Karena dia nggak mungkin meminta saya untuk menjelaskan perasaan ini."
"Saya cuma minta ke Mas Akmal, jangan pernah sakitin Kasih. Kalau sampai dia menangis gara - gara Mas Akmal, Saya yang akan pasang badan."
Akmal tersenyum ke Septi dan menganggukkan kepalanya.
"Kasih wanita istimewa di hati Saya, dan saya akan berusaha membahagiakan dia."
"Saya pegang ya Mas, ucapan Mas Akmal." Septi benar - benar berani pasang badan untuk Kasih.
🌹🌹🌹🌹🌹
Di tempat yang beda, Mamanya Akmal sedang bertemu dengan seorang gadis anak dari temannya yang rencananya akan dijodohkan dengan Akmal.
"Tante telepon Akmal dulu ya."
"Iya Tante."
Setelah menghubungi Akmal, Mamanya tersenyum karena Akmal mengiyakan untuk bertemu.
Itu semua juga karena Mamanya nggak jujur kalau mau mengenalkan seorang gadis anak temannya.
🙂🙂🙂🙂
__ADS_1