Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Melihatnya


__ADS_3

Iza Melihat Beni tersungkur ke aspal dengan perut berlumur darah,Iza sambil berteriak meminta tolong ,dan mencoba untuk melihat luka Beni.


Orang Yang menusuk Beni sudah melarikan diri,orang sekitar pun datang mendekat untuk menolong Beni.


"Tolong pak,,tolong angkat ke mobil,"


Beni kesakitan saat di bawa ke dalam mobil,sebelum di bawa masuk Nola sudah menutup lukanya dengan blezer yang dia pakek,untung nya Iza ********** kaos bukan yukensi.


Iza membawa mobilnya dengan cepat,Iza melihat luka Beni cukup dalam,dan darah terus keluar.


"Kak,,bertahan lah,,tangan Kaka tekan kain yang di lukanya kak,biar darah ngga terus keluar,,"Iza terus bicara,sedang Beni yang kesakitan menurut dan sudah lemas.


Iza di jalan selalu membunyikan klakson agar mobil dan motor di depanya memberi jalan,kaca pintu mobil agar bisa berteriak kalau ada orang yang menghalangi jalanya juga.


Samapi di rumah sakit Iza turun dengan buru buru untuk memanggil suster.


Suster dan Perawat membantu mengangkat Beni,Beni sudah pucat dan lemas,sepeti setengah sadar,karena darah terus keluar dari perut nya.


"Kak,,bertahan lah Kak,,kita sudah sampai di rumah sakit,,"Iza terus berbicara sambil ikut mendorong Bankar.


Sampai di UGD Iza menunggu di luar,Iza langsung menelfon Zee,,setelah memberi tau Zee ,Iza menelfon Tiya dan menyuruh Tiya bilang ke mamah papah juga.

__ADS_1


Iza duduk diam sambil terus berdoa selesai menelfon ,"Ya Tuhan,,selamatkan kak Beni,semoga lukanya ngga parah ya Tuhan,,"


Tiya dan Papah juga mamah sudah Samapi,Iza langsung memeluk papahnya dan menangis.


"Adek takut Pah,,Mah,,,kak Beni banyak kehilangan darah,,"


"Sudah tenanglah,,semoga Beni tidak apa apa"


"Kejadiannya gimana bisa begini Dek,,?"tanya Mamah sambil mengajak Iza duduk.


Iza lalu menceritakan kejadiannya ke orang tuanya dan Tiya,sedang Zee di jalan terus saja menangis,Zee naik taxsi karena papahnya masih di luar kota,dan di rumah ngga ada supir.


"Ya Tuhan Aku mohon semoga kak Beni baik baik saja,Aku ngga mau kehilangan Kaka ku lagi ya Tuhan,,"


Sampai di UGD Zee langsung mendekat ke Iza dan bertanya keadaan Beni.


"Dokter belum keluar,jadi kita belum tau gimana keadaan Kak Beni,,"jawab Iza,Zee lemas dan langsung duduk sambil menangis,Mamah memeluk Zee agar tenang,Zee juga sudah di anggap anak oleh Mamah karena memang Zee sangat dekat dengan Mamah.


"Apa Papah sudah di beri tau Zee,,?"tanya Papah Iza.


"Sudah Om,,Papah tadi bilang akan langsung pulang,"

__ADS_1


"Papah emangnya sedang di mana,,?"tanya Mamah.


"Sedang di Makasar Tan,"


"Sudah jangan sedih lagi,kita banyak berdoa aja yah,,"


Dokter keluar,Dokter bilang kalau Beni sedang kritis karena kehabisan banyak darah,Papah juga minta izin untuk melihat ke dalam,Dokter yang sudah tau Papah lalu membolehkannya,untungnya darah golongan darah Beni di rumah sakit tidak kekurangan.


Iza dan Zee terus saja menangis,Mamah dan Tiya hanya bisa menenangkan.


"Sayang,,beli minum dulu Sanah,kasian Adek sama Zee ,"Mamah menyuruh Tiya untuk beli minum,Tiya pun langsung pergi untuk beli.


Tiya masuk ke Minimarket,untuk beli Air mineral juga roti,saat sudah keluar dari minimarket,Tiya kembali ke rumah sakit,saat di loby mata Tiya melihat orang yang mirip dengan orang yang selama ini di tunggunya sedang naik ke mobil,Tiya berdiri karena terus menatap,saat orang itu masuk mobil Tiya baru sadar dan Tiya berlari mengejar mobil itu.


"Tungguu,,,berhenti ,,,,"


Tapi mobil itu tidak terkejar,,Tiya sampai jatuh terduduk di jalan karena merasa lemas karena lari kencang untuk mengejar.


Tiya sambil nafas yang memburu,matanya menatap mobil yang terus pergi menjauh.


"Apa kamu sudah kembali,,kenapa kamu tidak menemui ku,,Aku merindukanmu,,"

__ADS_1


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2