
Tiya masuk ke rumah sakit dan berjalan sambil melamun,Tiya rupanya masih kepikiran dengan tadi yang baru di lihatnya.
"Sayang,,kok lama,sinih minumnya,,"Kata Mamah,Tiya langsung memberikanya dan Tiya duduk dengan masih diam.
Mamah memberi minum pada Iza dan Zee,setelah minum Papah keluar.
Iza langsung mendekati Papahnya,"Gimana Pah Kak Beni,,"
"Beni sudah melewati masa kritisnya,untungnya Pisou tidak sampai menusuk lebih dalam lagi,kalau Samapi due Senti saja Pisau masuk itu ngga tau Beni akan seperti apa,"
Iza dan Zee saling berpelukan,mereka menunggu setengah jam Samapi akhirnya Beni di bawa ke ruang rawat.
"Mah,,Kaka pengin pulang,,"Tiya berkata ke Mamahnya saat di dalam ruang rawat Beni.
"Iya Sayang,Kaka dari tadi diam saja,ada apa,Kaka sakit,,"
"Ngga,,Kaka pengin pulang aja,"
"Ya udah ayo,Adek Mamah , papah sama Kaka mau pulang,Adek mau di sini apa mau ikut pulang,?"
"Adek di sini dulu ya Mah,kasian Zee sendiri,Kak Beni juga belum siuman,"
"Ya udah kalau gitu kita pulang dulu yah,"
"Iya Mah,,"
"Tante ,Om,,makasih yah,,"kata Zee.
"Iya sayang,,kita pulang yah,,"
Mamah,Papah dan Tiya pun pulang,Iza dan Zee menemani Beni.
Dua jam kemudian Beni sadar dan membuka matanya.
__ADS_1
"Sayang,,,Dek,,"Beni pelan memanggil Iza dan Zee,suaranya sangat pelan membuat Zee ngga dengar,sedang Iza yang duduk di sebelahnya langsung dengar.
"Kak,,Kaka dah sadar,,"Iza tersenyum senang.
"Kaka Haus,,"
"Iya,,tapi biar Dokter periksa dulu yah,Zee panggil Dokter buruan,Kaka dah siuman,"Zee langsung keluar dan memangil Dokter.
Setelah Dokter memeriksa,Iza mengambilkan minum untuk Beni.
Kata Dokter Beni tidak boleh banyak gerak,karena lukanya masih basah ,jadi untuk pipis pun Beni harus pakai selang.
Sore hari Papah Beni datang,"Papah,,"Zee langsung memeluk papahnya.
"Gimana Kaka,,?"
"Sudah lebih baik,,"jawab Zee,Papah mendekati Beni,Iza yang sedang duduk di dekat Beni lalu berdiri,Iza mencium tangan papah Beni.
Papah belum tau hubungan Beni dengan Iza,yang Papah tau Iza temen Zee.
"Beni aja ngga tau Pah,,"
"Kamu tau siapa yang melakukanya,,"
"Ngga tau Pah,kejadiannya begitu cepat,tapi Beni faham orangnya,"
"Papah akan laporkan ke polisi,dan Papah akan cari CCTv di tempat kejadian,apa kamu punya musuh,,"
"Ngga ,Beni ngga punya musuh,,"
"Mungkin ada orang yang ngga suka sama kamu,apa mungkin orang yang sakit hati ke kamu karena kalah sidang,"Beni lalu berfikir.
"Sidang yang kemarin memang Beni sempat dapat ancaman sih Pah,,"
__ADS_1
"Ancaman gimana,"
Beni lalu menceritakan semuanya pada Papahnya,setelah cerita semuanya Papah langsung pergi ke kantor polisi,Papah ngga mau menunggu esok hari karena ingin cepat di slidiki.
Jam 7 malam Iza izin pulang ke Beni,"Kak ,,Iza pulang yah,,udah malam,ngga enak nanti kan Papah Kaka datang lagi,"
"Besok datang lagi kan,,?"
"Iya,,besok Aku datang lagi,"
"Hati hati di jalan,trimakasih buat semuanya ya sayang,,"Iza mengangguk dan tersenyum.
"Zee,,Aku pulang dulu yah,,titip Kak Beni,"
"Iya,,siap Nyonyah,Aku siap menjaga tuan mu,"sambil Zee tersenyum.
"Apaan sih,,"keduanya tersenyum.
Iza pun pulang naik taxsi,sekitar jam setengah delapan Iza sampai di rumah,Iza lalu ikut gabung makan dengan keluarganya.
Mereka makan sambil mengobrol tentang kejadian Beni,selesai makan Iza dan Tiya naik ke kamar masing masing.
Hari berlalu,sudah satu Minggu Beni di rawat,dan orang yang menusuk Beni sudah tertangkap,tapi tidak mau mengaku suruhan siapa,membuat polisi masih terus saja menyelidiki.
Iza setiap hari pergi ke rumah sakit,sedang Tiya ikut orang tuanya ke klinik,mereka sedang menunggu Sidang skripsi,jadi tidak kuliah lagi.
Tiya duduk di bangku dalam ruangan Mamahnya bersama mamahnya,sedang Papah di ruangan berbeda.
Lalu ada suster yang masuk,dan memberikan paket ke Mamah,setelah di buka ternyata bukan paket,melainkan undangan.
"Undangan dari siapa Mah,,?"tanya Tiya.
"Ini dari Om Aldo,,kamu ingat kan om Aldo ,dia kasih undangan Pertunangan anaknya,"
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...