
Iza berpamitan kepada Mamah dan Papahnya karena mau ke mal bersama Beni,setelah di beri izin Beni dan Iza langsung berangkat,Beni membawa mobilnya menuju ke apartemen nya.
"Ayo kita turun,,"Kata Beni saat mobil sudah terparkir di parkiran apartemen.
"Iya,,"
Beni menggandeng Iza masuk ke gedung apartemen,dan naik ke atas .
Sampai di apartemen keduanya duduk di sofa,Beni yang sudah tidak sabar lagi langsung mencium bibir Iza.
"Kak,,sabar sih,,"Iza memundurkan badanya ke belakang,saat Beni menciumnya.
"Kaka sudah kangen banget,,"Kata Beni,lalu Beni menggendong Iza di depan.
"Kita ke kamar aja,biar lebih enak,,"Iza mengalungkan tanganya di leher Beni .
"Buka pintunya sayang,,"Iza lalu membukakan pintu.
Setelah pintu terbuka Beni masuk ke dalam ,dan membawa Iza ke kamar.
Setelah Iza di tidurkan,Beni menindih Iza,Beni mencium bibir Iza dengan rakus.
Keduanya saling Melu*mat bibir,Beni benar benar sangat ahli berciuman,sampai Iza kualahan,tangan Beni menuju dada Iza ,direm*as rema*snya kedua dada Iza oleh kedua tangan Beni.
Ciuman Beni pindah di leher,dan di Beni hanya menciumi dan menj*ilatinya.
"Kakk,pelannn,,,sakittt,,,"sambil mere*mas rambut Beni.
"Iya sayang,,,maaf,,"Lalu tangan Beni membuka kancing baju Iza.
"Kak,,mau ngapain,,?"saat Beni menarik penutup dada Iza,dan Iza menahannya.
"Sebentar saja,Kaka janji,,"
__ADS_1
"Tapi kak,,"
Beni menyingkirkan tangan Iza yang menutupi dadanya,Beni dengan cepat langsung melahap dada Iza.
Iza yang baru merasakan dadanya di sedot langsung merasa badanya panas dingin,dan ada rasa aneh di dalam badanya.
Beni secara bergantian terus saja memainkan dada Iza,Iza pun akhirnya merasakan keenakan.
"Oohh,,,kak,,,,eeeemmmmm,,"
Beni pintar sekali memainkannya,membuat Iza merasakan nikmat.
Beni juga memberi tanda merah di dada Iza cukup banyak,sekitar 20 menitan Beni melakukanya,Iza lalu merasa ingin mengeluarkan sesuatu.
"Ya Tuhan,,kenapa rasanya seperti ini,,apa rasa ini rasa kenikmatan,,,"Iza bicara dalam hati nya saat Miliknya seperti berkedut dan ada yang ingin keluar.
"Aaahhhhgggggg,,,"Iza merasakan pelepasan juga,Tangan Iza mencengkram rambut Beni dengan kencang,dan Beni membiarkannya walau merasa sakit.
Setalah Iza melepaskan cengkraman tangan di rambutnya Beni,Beni bernafas lega.
Beni lalu menutup dada Iza yang sudah banyak tanda buatannya,dan mengancing bajunya juga.
"Ini belum seberapa sayang,masih ada yang enak lagi,,kamu mau coba ngga,,?"Beni sambil ikut tiduran.
"Emangnya apa yang lebih enak lagi,,"
"Ininya Kaka masukin sini nya kamu,,"sambil Beni memegang miliknya lalu ke milik Iza.
"Iihh,,ini mah belum boleh kalau kita belum menikah,,"
"Ya kita nyicil dulu sebelum nikah,ngga papa kan,,?"
"Itu dosa,,"sambil Iza mencubit pipi Beni .
__ADS_1
"Aaawww,,sakit Yang,,"
Sekitar satu jam setengah Beni dan Iza ada di apartemen,lalu jam 5 keduanya menuju Mal.
Setelah puas memutari Mal,Iza mengantar Beni pulang,karena tadi perginya pakai mobil Iza.
"Kamu hati hati di jalanya sayang,,kalau sudah sampai rumah kabarin Kaka,"
"Iya siap kak,,"
Iza lalu pulang ke rumah dengan membawa mobilnya cukup cepat.
Sampai di rumah ,semuanya baru selesai makan,lalu Iza ikut gabung untuk mengobrol.
"Udah makan belum kamu sayang,?"Tanya mamah.
"Sudah mah tadi di mal,,"
"Sayang,,lusa kita berangkat ke Surabaya yah,"
"Lusa Pah,,"Papah mengangguk dan Jawab iya.
"Kita semua,berempat,,?"
"Iya,,"
Lalu Iza mengajak Tiya untuk naik ke atas,"Kak keatas yuk,,"
"Ayo,,Mah Pah,kita keatas dulu yah,"
"Iya,,kalian istirahat yah,"
Keduanya menjawab iya,lalu naik ke atas menuju kamarnya untuk istirahat.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...