
Iza menangis lagi membuat Mamah dan Papah sedih melihatnya,Tiya yang sodara kembarnya juga merasakan sakit karena Iza sangat sedih.
"Mah,,Papah mau ke bandara dulu,Papah mau temani papah Beni mencari informasi,"papah sudah rapi dan akan berangkat.
"Iya Pah,,papah hati hati yah,,"
"Iya,,Mamah jangan tinggalkan Adek ya,temani dia ,,"
"Iya Pah,,Mamah akan temani Adek,,"
Papah pergi setelah mencium kening Mamah,Papah di antar supir menuju bandara.
Mamah terus membujuk Iza agar mau makan,karena dari pagi belum mau makan.
"Adek ngga pengin makan mah,,"
"Jangan gitu sayang,,nanti kamu sakit,kalau Beni pulang lihat kamu sakit,pasti dia sedih,,ayo makan yah,dikit aja,,"Mamah sambil menyodorkan sendok ke mulut Iza.
Tiya sedang telfon Torik,Tiya mengabari tentang pesawat yang di naiki Beni.
"Semoga Kak Beni ngga kenapa kenapa ya Yang,,kasihan Iza nanti,,"
"Iya Kak,Iza Sampai pingsan dan terus menangis,,"
__ADS_1
"Apa lagi pernikahan kita kan tinggal dua Minggu lagi,dan undangan sebentar lagi mau di sebar,,semoga saja kak Beni baik baik aja biar pernikahan kita tidak di undur atau di gagalkan ya Yang,,"
"Iya Kak,,kalau ada apa-apa dengan kak Beni,pasti pernikahan kita di undur,,Tiya juga ngga mau menikah dulu kalau tidak dengan Iza Kak,"Torik mengusap wajahnya kasar.
"Ya Sudah ya Kak,,Tiya matikan dulu telfonya,"
"Iya,,nanti kalau ada kabar tentang Beni,langsung kabarin Kaka yah,,"
"Iya Kak,,"
Telfon pun mati,Tiya menuju Mamah dan Iza di ruang keluarga.
Iza sedang di suapi makan oleh Mamah,dan Tiya duduk di sebelah Iza.
"Kak,,kamu juga makan dulu Sanah,,ini sudah siang,,"
"Sayang,,Mamah mau tanya sesuatu,,kamu jawab jujur yah,,"Iza hanya mengangguk pelan.
"Apa Adek dan Beni sudah Melakukan hubungan badan,,"Iza langsung kaget,kenapa Mamahnya bicara begitu.
Mamah melihat Iza yang kaget langsung bisa menebaknya.
"Ma,,maaf Mah,,,"Iza menunduk takut.
__ADS_1
Mamah langsung lemas,karena dugaan nya sepertinya benar.
"Kenapa Adek melakukan itu ,Adek tau kan kalau itu di larang sama agama kita,kalau papah sampai tau pasti Papah sangat kecewa sama Adek,,"
"Maafin Adek Mah,,,Adek sama Kak Beni kihilaf,,"
"Kalau sudah kaya gini gimana coba,Mamah tadi periksa kamu seperti Hami Dek,,"Iza langsung membuka matanya lebar saking kagetnya.
"Ngga Mah,,ngga mungkin,,Mamah pasti salah,,"
"Semoga,,semoga dugaan mamah salah,karena kalau itu benar akan sangat mempermalukan keluarga kita,,"Iza menangis karena merasa bersalah.
Di Bandara Papah Agung dan Papah Beni sedang berkumpul dengan anggota keluarga yang menaiki pesawat yang sedang hilang kontak.
Papah Beni juga terlihat sangat sedih,karena takut Beni meninggal ,apa lagi Sila anak pertamanya juga sudah meninggal.
Juru bicara dari maskapai penerbangan datang,lalu memberi taukan tentang pesawatnya yang tiba tiba hilang kontak.
"Tim SAR sudah menemukan beberapa pecahan pesawat,dan sepertinya pesawat jatuh di laut,Tim kita dan Tim SAR sedang berusaha mencari di mana pusat jatuhnya pesawat,,saya sebagai juru bicara dari maskapai sudah memastikan,kalau pesawat itu jatuh ke laut dan untuk penumpang belum ada yang di temukan,kita berdoa saja semoga para penumpang selamat semuanya,,"
Keluarga penumpang banyak yang histeris dan menangis,jubir itu juga bilang akan memberikan santunan pada setiap keluarga korban.
Papah Beni akhirnya menangis,karena sudah tidak kuat menahan sedih,Papah langsung memeluknya .
__ADS_1
Saat Papah masih memeluk Papah Beni,mata Papah tiba tiba melihat seseorang,tapi Papah tidak yakin dan mengusap matanya karena takut salah lihat.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...