
Tiya ikut menjemput Torik di bandara bersama orang tua Torik,tadi Tiya di jemput ,itu keinginan Torik karena Torik sudah sangat merindukan Tiya.
Mobil sudah sampai di Bandara,ketiganya menunggu kedatangan Torik, Adik angkat Torik dan calon suaminya juga ikut pulang,karena keduanya ingin melihat Torik menikah.
Jam dua siang pesawat yang di naiki Torik sudah sampai di bandara Jakarta,Papah,Mamah dan Tiya menunggu di pintu penjemputan.
Tiya tersenyum bahagia saat melihat Torik yang datang mendekat dengan menarik kopernya.
Begitu juga Torik sangat senang melihat Tiya yang sedang berdiri menunggu kedatanganya.
"Sayang,,,"
"Mah,,,"Torik dan Mamahnya pelukan,badan di peluk mamah tapi mata terus melihat ke Tiya.
Adik Torik langsung memeluk papahnya,dan keduanya bergantian,Torik memeluk papah dan Adek nya memeluk mamah.
Sekarang Torik sudah berdiri di depan Tiya,Keduanya tersenyum,Tiya tersenyum malu karena Torik terus menatapnya,apa lagi ada orang tua Torik dan adik nya.
Torik langsung memeluk Tiya,Tiya yang belum siap karena malu,sedikit terdorong.
__ADS_1
"Torik,,peluk Tiya nya yang pelan dong,"kata mamah karena melihat Tiya yang terdorong.
Torik lalu melepaskan pelukannya,karena Torik tau Tiya malu,"Iya Mah,,"kata Torik sambil melepaskan pelukannya.
"Sudah yuk kita pulang,kita lanjut mengobrol di rumah sambil istirahat,"Ajak papah.
Semua lalu berjalan menuju parkiran mobil,Tangan Torik dari tadi menggandeng tangan Tiya,dan satu tanganya memegang koper.
Mamah dan Papah pun paham mereka memang saling merindukan,jadi biarkan mereka merasa bumi milik berdua.
Semua masuk ke mobil,papah sama mamah di depan karena papah yang setir, Torik dan Tiya di kursi belakang,yang tengah Adik Torik bersama tunangannya,karena papah mau mengantarkan tunangan Adek dulu.
Di mobil Torik dan Tiya masih saja berpegangan tangan,"Mana hp kamu,Aku boleh lihat ngga,,?"
"Mana hp Kaka,,kita harus adil,,"
"Baiklah,ini,,"
Keduanya sibuk saling mengecek hp,Tiya sedikit cemburu sama May karena dia sering sekali mengirim pesan pada saat malam,dan sering ngajak jalan juga pada Torik,Torik melirik ke Tiya dan Torik melihat Tiya yang sedang membaca pesan dari May.
__ADS_1
"Mati Aku,,Aku lupa ngga menghapusnya,Tiya kan sangat cemburu sama May,"kata Torik dalam hatinya.
Tiya selesai membaca langsung memberikan hpnya pada Torik,dan Tiya terlihat Bete wajahnya.
"Sayang,,kamu kenapa,?"Torik pura pura ngga tau, Tiya diam saja.
"Kamu harus yakin sama cintaku,Aku selalu menjaga cinta ini dari dulu hanya untukmu,bertaun taun Kita tidak bertemu dan komunikasi,tapi Aku selalu menjaga cinta ini untukmu,jadi jangan kamu ragukan cintaku,Aku tidak akan berpaling ke wanita lain,kamu yang selalu ada di hatiku,,selamanya,"Sabil mencium tangan Tiya.
Tiya langsung berkata,"Tiya ngga meragukan cinta Kaka,tapi Tiya ngga suka dengan persahabatan Kaka dengan Mey,karena Tiya merasa kalau May ada rasa untuk Kaka,"
"Kalau perasaanmu menganggap begitu,Aku ngga papa,karena itu bertanda kalau kamu mencintai Ku,Yang penting sekarang kita sudah bersama,dan kita sebentar lagi akan menikah,dan kita tidak akan terpisahkan lagi,sudah yah jangan kesal lagi,kita sekarang harus berbahagia,"
"Tiya minta satu permintaan sama Kaka,"
"Permintaan Apa sayang,kalau Aku bisa pasti akan Kaka turuti,"
"Blokir nomer telfon May dari hp Kaka,"Torik sebenarnya berat,karena Torik sudah berteman dengan May cukup lama,tapi Torik harus melakukan permintaan Tiya,karena Tiya yang nantinya menjadi pendamping hidupnya.
Torik tidak hanya memblokir tapi juga menghapusnya,agar tidak bisa Torik membukanya lagi,Torik melakukan semuanya di depan Tiya.
__ADS_1
Tiya langsung tersenyum saat melihat Torik menuruti kemauannya,Torik lalu merangkul pundak Tiya dan menariknya agar Tiya bersandar di pundaknya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..