Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Bulan Madu (Tamat)


__ADS_3

Sampai di Raja Ampat mereka masuk ke kamar masing masing,Hotel mereka ada di atas air laut,jadi Hotel yang mereka tempati seperti saung,tapi tempatnya sangat bagus.


Karena perjalanan yang cukup jauh,Iza sampai lemas dan mabuk,Beni langsung menyuruh Iza istirahat ,Beni memesankan air minum hangat serta makanan lainya,agar Iza bisa minum obat.


Beda dengan Torik dan Tiya ,mereka sesampainya di kamar langsung menuju balkon,udara pagi hari sangat sejuk,mereka sampai di raja Ampat sekitar jam 6 pagi.


Torik memeluk Tiya dari belakang,Tiya memegang tangan Torik yang memeluk perutnya.


"Indah ya Mas,,,"kata Tiya,panggilan Tiya sudah berubah.


"Iya,,"keduanya melihat hamparan laut yang biru.


"Mau renang apa mau istirahat dulu,hemmm,,"sambil mencium pipi Tiya.


"Pengin renang tapi Tiya lapar Mas,"


"Mas pesan makanan dulu yah,,kita sarapan dulu baru kita renang,"


"Iya,,"


Sambil menunggu sarapan keduanya duduk di balkon,sambil kaki keduanya bermain air.


Iza sedang makan bersama Beni,selesai makan Iza minum obat agar tidak pusing dan mual.


"Mas,,Aku mau tidur lagi,"


"Iya,,tidurlah biar enakan,,"


"Tapi Aku pengin tidur sama kamu Mas,"


"ya sudah Mas temani,Ayo tidurlah,,"


Keduanya tidur dengan saling pelukan,sedang Tiya sama Torik sudah selesai makan,dan sekarang keduanya sedang berenang di bawah kamarnya.


Tiya sangat menikmatinya ,apa lagi di temani Torik,Tiya memakai baju renang yang tertutup,Torik tidak mengizinkan Tiya pakai baju renang yang terbuka.


Sore harinya,Tiya dan Iza janjian untuk jalan jalan di pinggir pantai dan makan di restoran.


Tiya sudah terlihat cantik,Iza juga sudah bersiap,keduanya menggandeng pasangan masing masing menuju Restoran untuk makan malam dulu.


"Kaka tadi sudah renang yah,?"mereka makan sambil mengobrol.


"Iya,tadi Kaka sama mas Torik udah renang,,asik tau Dek,,"


"Besok renang lagi ya kak,kita renang bareng,"


"Boleh,,tapi kamu apa ngga mual,,"


"Semoga aja ngga,"


Torik dan Beni ngobrolin kerjaan,sedang si kembar mereka asik mencari tempat wisata yang akan mereka datangi.


Sekitar jam 9 malam udara sudah mulai dingin,Beni dan Torik mengajak istri istrinya masuk kamar.


Kamar mereka sebelahan tapi ada batas cukup jauh sekitar 10 meter.

__ADS_1


Sampai di kamar Torik membuka koper,"Sayang,ini ada titipan dari Mamah buat kamu,katanya di kasih ke kamunya saat kita bulan madu,,ini ambilah,,"Tiya lalu mengambil bungkusan seperti kado.


"Ini isinya apa ya Mas,,?"


"Mas aja ngga tau,coba kamu buka saja,"Tiya dengan pelan membukanya,saat sudah di buka Tiya sedikit aneh melihatnya,karena di bilang baju tapi kok kaya kurang bahan.


"Ya Tuhan,,Mamah kasih baju kaya ginian,"Tiya lama lama akhirnya tau itu baju apa,Tiya hanya mengelengkan kepala.


"Itu apa Yang,,?"tanya Torik.


"Baju kurang bahan Mas,,"Torik sedikit kaget kenapa Mamahnya kasih Tiya baju kurang bahan,Torik mendekati bajunya,lalu Torik tersenyum karena ternyata baju buat kerja malam.


"Sanah kamu pake Yang,,"


"Ngga ah malu,,"


"Malu sama siapa,kan cuman kita berdua,udah ayo pake,,Mas pengin lihat kamu pakai baju ini,pasti sangat cantik,buat Suami senang pahalanya besar loh Yang,udah Sanah ganti di kamar mandi,"Tiya akhirnya mau,karena memang dirinya belum memberi hak suaminya.


Tiya di kamar mandi melepaskan bajunya,lalu mengganti dengan baju yang kurang bahan itu,Tiya melihat di pantulan kaca,dirinya sungguh sangat seksi.


"Ya Tuhan,ini sungguh mengikatkan,"Torik yang sudah tidak sabar lalu mengetuk pintu kamar mandi,"Yang,,udah belum sih,kok lama banget,"Tiya menjawab ,"Iya ,,"dengan pelan pintu di buka.


Torik melihat Tiya langsung melotot,dada yang menonjol,badan yang mulus,ini pertama kalinya Torik melihat Tiya seksi.


"Yang,,kamu seksi dan cantik sekali,"Tiya yang dari tadi menunduk lalu Torik mengangkat dagunya,Torik tersenyum melihat wajah Tiya yang merah karena malu.


"Kita hanya berdua,jadi jangan merasa malu,kita akan habiskan malam panjang ini dengan penuh cinta dan bahagia,"Torik sambil mengisap pipi Tiya.


Torik lalu menggendong Tiya menuju kasur,setelah Tiya tiduran Torik ikut tiduran di sampingnya,tangan Torik mengusap lengan Tiya,membuat Tiya merinding dan deg degan,Torik dengan pelan mencium kening,lalu ke pipi dan ke bibir.


Tiya sudah merasakan badanya panas dingin,dan dalam dadanya ada rasa aneh,karena keduanya masih sama sama amatir,jadi keduanya hanya pakai filing saja.


Torik menurunkan tali baju dan dengan pelan dada Tiya juga sedikit demi sedikit terlihat,sampai akhirnya dia duanya pun terlihat,Torik tersenyum melihatnya,karena bentuknya tidak kecil tidak besar,juga bobanya yang berwarna pink sudah berdiri seakan menyambut dirinya.


Jari Torik mengusap boba nya,Tiya menggigit bibirnya karena merasa geli nikmat,"Masss,,,eemmmmm,,,"saat bibir Torik sudah melahapnya,Torik seperti bayi yang kehausan,karena ini pertama kalinya buat Torik,jadi Torik sedikit kasar mainya,karena Torik merasakan enak.


Mulut Torik sampai sibuk karena bergantian menye*dot,dan tangan Torik juga ikut sibuk.


Puas dengan Dada,ciuman Torik makin ke bawah,dan baju pun dengan pelan di turunkan,inti tubuh Tiya pun terlihat,Torik lagi lagi tersenyum,dengan pelan Torik membuka kaki Tiya,terlihatlah milik Tiya yang membuat Torik melongo,karena Torik terus menatapnya,Tiya reflek menutupi dengan tanganya karena malu.


"Jangan di tutup,Mas sedang melihatnya,"sambil menyingkirkan tangan Tiya.


"Tapi Tiya malu Mas,,"


"Kan udah Mas bilang jangan malu,,"


Torik lalu melepaskan baju dan celana nya,miliknya yang sudah bangun dari tadi di lihat Kanya ke Tiya tanpa malu.


"Sayang,,lihatlah punya Mas,,kamu mau pegang ngga,,"Tiya melihatnya,lalu tangan Torik mengambil tangan Tiya dan mengarahkan ke miliknya.


"Gede ngga Yang,,?"Tiya hanya mengangguk.


"Kita coba sekarang yah,"Tiya mengangguk lagi.


Keduanya yang belum tau gimana caranya,jadi mau langsung aja tanpa Torik memberi rang*sangan.

__ADS_1


Torik mengarahkan miliknya di milik Tiya,lalu mencoba untuk memasuk Kanya,tapi Torik kesusahan dan terus meleset,Tiya juga kesakitan saat milik Torik mencoba di masukan.


"Yang punyamu benar benar sempit,sudah banget di masukan nya,gimana ya Yang caranya biar ngga kering begini,"


"Tiya juga ngga tau,,"


Torik berfikir lama,lalu mengambil hpnya,dan mencari Mbah Google untuk melihat cara memasukan miliknya.


Torik membaca artikelnya,Torik lalu akan mempraktekanya.


"Yang,katanya Mas harus menjila*tinya dulu agar lebih mudah masuk kalau basah,"Tiya hanya mengangguk.


Torik melakukan apa yang di tulis di Mbah Google,Torik menji*latinya,sambil tangan Torik memainkan Boba milik Tiya,Tiya sudah merasa keenakan.


Lama lama Tiya justru makin tera*ngsang,dan tiba tiba Tiya menjerit karena rasa nikmat yang datang.


"Masss,,oohhhh,,,Maasss,,,"Torik yang masih sibuk karena keenakan kaget karena Tiya teriak dan menekan kepalanya ke inti tubuhnya,alhasil wajah Torik basah kuyup oleh ****** ***** dari milik Tiya.


"Kamu keluar ya Yang,seperti ini ternyata wanita kalau keluar,,wajah Mas sampai basah gini,"Tiya antara lemas tak berdaya dan merasa malu karena omongan Torik.


Torik pun melihat milik Tiya yang basah ,lalu melancarkan aksinya tanpa menunggu Tiya baikan.


Torik terus mencoba memasukan miliknya,dan akhirnya ujungnya sudah masuk,Tiya juga menjerit sakit sambil mencengkram seprei.


"Sakit Massss,,pelannn,,"tapi Torik yang takut miliknya copot justru mendorongnya lagi ke dalam dengan sedikit kuat,Tiya menjerit lebih keras.


"Sakitttttt,,,,"


Torik melihat Tiya menangis,menghentikan gerakanya dulu,dan terlihat Tiya juga kesakitan.


"Maaf ya Yang,Mas ngga bisa bikin kamu enak,tapi justru kesakitan gini,"Tiya tidak menjawab karena masih menahan sakit.


Torik mengusap air mata Tiya,dan mencium keningnya,"Kita sudahi saja yah,Mas ngga mau kamu kesakitan,"Torik mau mencabut miliknya,tapi Tiya melarang.


"Jangan Mas jangan di lepas,ini kan baru pertama,nanti kalau udah biasa ngga sakit lagi kok,"


Torik lalu menurut,setelah Tiya lebih baik,Torik menggerakan miliknya lagi,dengan pelan pelan ,tapi lama lama Torik juga sedikit cepat,Tiya masih merasa sakit tapi juga sudah merasa enak.


"Oohh,, Yang nikmatnya yang,,"


"Eemmm,,iya mas,,ayo mas terus,,"


"Sayang,, Mas sepertinya sudah ingin keluar,"


"Iya mas Tiya juga seperti ingin keluar lagi,,keluarkan saja bareng Mas,,ayo Mass,,"


"Iya sayang,"


Torik mengerjakan miliknya dengan cepat,suara kenikmatan dari mulut keduanya pun bersautan,sampai akhirnya Torik menembakan laharnya,"Aaaaaaahhhhhggggg,,,,,"di susul teriakan Tiya.


Torik dan Tiya Akhirnya mendapatkan kenikmatan bersama,keduanya langsung tidur karena kecapean.


Beda dengan Iza dan Beni,keduanya sudah tertidur dengan nyenyak sambil berpelukan.


***sekian dulu cerita ini ya kak, terimakasih buat semua dukungan Kaka semuanya ke cerita ini,tenang aja Si kembar akan muncul di cerita Abang kok,,,,

__ADS_1


*jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih****...


__ADS_2