Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Iza Kaget Mendengarnya


__ADS_3

Iza kembali ke kamarnya,Beni langsung bangun saat melihat Iza masuk ke kamar.


"Boleh kan yang kita pergi,,?"tanya Beni, wajah Iza terlihat murung.


"Boleh,,"


"Tapi kok wajahnya seperti itu,kenapa,,?"


"Kita boleh pergi,tapi kata Mamah dan papah kita ngga boleh bercin*ta dulu,soalnya Aku benar hamil dan kehamilan ku masih sangat muda,jadi ngga boleh kecapean dan ngga boleh berhubungan dulu,"Beni sebenernya kecewa tapi Beni juga ngga mau egois hanya mementingkan keinginannya sendiri tapi membahayakan Iza dan calon anaknya.


"Ya sudah ngga papa, yang penting sekarang kita bersama terus kan,,"Beni memeluk Iza.


"Sekarang bersiap gih,ganti baju Trus kita ke rumah Mas,"Iza mengangguk.


Iza ganti baju,lalu memberi lipstik di bibirnya agar tidak pucat,tadi Iza sudah membersihkan wajahnya dari dandanan,jadi sudah polos wajahnya,makanya hanya pakai lipstik saja.


"Kalian mau kemana,,?"tanya Tiya saat keduanya sama sama buka pintu mau keluar dari kamar masing masing.


"Adek mau temani Mas Beni pulang ke rumahnya Kak,Mas Beni mau ambil baju,"


"Oh,,"jawab Tiya.


Ketiganya turun,Iza dan Beni keluar menuju mobil,karena tadi sudah pamitan,sedang Tiya ke dapur untuk cari cemilan.


Sampai di rumah Beni,rumah ternyata sepi,kata mba Papah Beni tadi pergi,katanya mau ada acara bersama teman bisnisnya,

__ADS_1


"Ayo sayang kita ke atas,,"Ajak Beni setah bicara sama mba.


"Iya mas,,mari Mba Iza ke atas dulu,"


"Iya Non silakan,,"


Beni menggandeng Iza menuju kamarnya,sampai di kamar Iza melihat kamar Beni yang identik dengan cowok.


Kamar Beni juga banyak foto fotonya,ada foto Akbar dan Beni saat masih kuliah juga,Iza terus melihat lihat.


"Sayang,,sinih duduklah,kamu ngga capek apa berdiri terus gitu,"


"Iya Mas,,"Iza lalu duduk di pinggir sofa,Beni mengambil tas untuk menata baju miliknya,karena Beni akan tinggal di rumah Iza.


"Yang,,nanti sesekali kita tidur di sini yah,kasihan papah sendirian,"


"Ide bagus,,makasih ya sayang,,,"sambil mendekati Iza.


"Iya Mas,,kita kan masih sama sama punya orang tua,jadi kita harus adil untuk membahagiakan mereka,"


"Iya benar,,kamu memang istri yang terbaik dan pengertian,,"sambil memeluk Iza.


Keduanya saling pelukan,Beni mencium kening Iza,lalu turun ke pipi dan ke bibir,Beni mencium bibir Iza dengan pelan,Iza juga menyambutnya.


Keduanya ciuman yang tadinya pelan dan saling menikmatinya,sekarang ciuman itu makin menuntut,Beni sangat rakus dan sedikit kasar.

__ADS_1


"Mass,,pelan,, sakit,,"Iza mendorong Beni karena nafasnya juga sudah sesak.


"Maaf Yang,Mas rasanya sudah sangat menginginkannya,"


"Tapi kan belum boleh Mas,sabar yah,,"


"Mas akan pelan kok janji,,"


"Tapi Iza takut,,"


"Ya udah Mas tidak akan melakukanya,tapi kamu bantu Mas keluarin yah,,"


"Hah,,gimana cara nya Mas,,?"


"Tenang,,nanti Mas ajarin,kamu mau kan,?"


"Selagi tidak membahayakan kandungan,Aku mau aja,,"


"Bagus,,"Beni sangat senang.


Lalu Beni melepaskan kaos dan celananya,benar saja saat celana Beni di lepaskan,milik Beni sudah berdiri,Iza melihatnya cukup kaget karena melihatnya dengan sangat jelas.


Beni lalu mengambil tangan Iza agar berkenalan dengan miliknya,Iza tadinya ngga mau karena geli gimana gitu,tapi Beni terus saja menge*dekan tangan Iza kearah miliknya.


Iza yang penasaran lalu memegangnya,dan Beni mengajarkan agar menggenggamnya dengan pelan,lalu menggerakan tangan Iza naik turun,Beni lama lama sudah merasa ke enakan.

__ADS_1


"Enaknya Yang,,uuuhhhh....Yang pake mulutmu yah,,"Iza langsung kaget mendengarnya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2