
"Adek pernah lihat cincin di meja belajar Kaka setahunan lalu,saat Adek lihat di dalam lingkaran nya bertuliskan nama Torik dan Tiya,terus sebulanan yang lalu saat Adek pinjam laptop Kaka,Adek melihat di pencarian nama lengkap Kak Torik,jadi Adek punya kesimpulan,kalau Kaka dan Kak Torik punya hubungan,,"
"Maafin Kaka ya Dek bukanya Kaka menyembunyikan semuanya dari kamu,tapi Kaka juga sebenarnya ngga ada hubungan apa apa dengan Kak Torik,memang kak Torik saat mau pergi keluar negri bilang pada Kaka untuk menunggunya,tapi mungkin kita ngga jodoh,"Sambil tersenyum tipis tapi menahan sedih.
"Kenapa Kaka minta maaf,Kaka ngga ada salah kok,,"
"Tapi kamu kan dulu suka kak Torik,,"
"Itu dulu,,sekarang Adek sudah punya kak Beni,kak Torik mah lewat aja,,Kaka kalau suka kak Torik harusnya kejar dong,jangan diam saja,"
"Kaka harus gimana emangnya,orang kak Torik nya aja sudah ngga suka sama Kaka,masa Kaka suruh ngejar,,malu lah kaya wanita apaan aja,,"
"Siapa tau kak Torik tunangan itu karena terpaksa,,di jodohkan gitu,,padahal Kak Torik sukanya sama Kaka,"
"Sok tau kamu Dek,,udah ngga usah di bahas lagi,Kaka sama Kak Torik mungkin memang ngga ada jodoh ,"
Tiya pun diam tapi sambil berfikir,dan Iza langsung mendapatkan ide,"Kak,,kita susul Mamah sama Papah yuk,kita lihat wanita seperti apa yang bertunangan dengan Kak Torik itu,ayo Kak ,sambil pastikan ini Keinginan kak Torik apa di paksa oleh orang tuanya,,"
"Ngga ah,,ngapain sih,,"
"Kaka udah ayo,,kalau kita ngga pergi mana kita tau,,"
__ADS_1
"Kaka ngga mau Dek,kalau Kak Torik memang masih mau berhubungan dengan Kaka,pasti dia sudah menemui Kaka,,"
"Iya juga,,tapi tetep aja Adek penasaran,ayo ah kak kita pergi,,"Iza menarik Tiya ke kamarnya,lalu Iza ganti baju yang samaan dengan Tiya,Tiya hanya diam saja mengikuti Iza yang terus mengaturnya.
Setelah Iza rapi Iza membantu Tiya bersiap,Tiya hanya diam saja karena Tiya Sebenarnya malas pergi,tapi Iza yang memaksanya.
Keduanya sudah rapi dan siap,lalu Iza mengajak Tiya berangkat,Iza yang menyetir mobil dan Iza sambil menelfon Mamahnya.
"Halo Mah,,mah,,tolong kirim alamat acaranya dong,Adek sama Kaka lagi di jalan mau ke situ,"Mamah hanya menjawab Iya ,Telfon pun mati.
Tidak lama alamat pun sudah di kirim,Iza langsung membawa mobilnya dengan cepat menuju alamat.
Agung dan Dinda sedang mengobrol dengan tuan rumah,rupanya Aldo dan istri sedang menemui para tamu undangan.
Karena hanya acara tunangan jadi undangan pun tidak banyak,sekitar 50 orang saja.
"Si kembar ngga ikut,,?"tanya Aldo.
"Mereka masih di jalan,tadi saat kita mau pergi mereka belum bersiap,jadi kita tinggal,,"
"Oh gitu,,ya udah semoga kalian menikmati acaranya yah,Kita mau menemui tamu yang lainya dulu,,"
__ADS_1
"Iya silakan,,"
Acara mau di mulai,MC sudah membuka acaranya,lalu musik pun berbunyi dengan sahdu dan pelan.
Iza dan Tiya baru saja sampai,mereka masuk ke dalam dan mencari orang tuanya,setelah melihat orang tuanya ,keduanya langsung mendekat.
"Kalian sudah sampai,,"
"Iya Mah,,acaranya sudah mulai yah,,?"
"Baru kok,itu yang mau bertunangan sudah mau keluar,,"
Iza berdiri dekat papahnya,sedang Tiya di tengah antara papah dan Mamahnya,Tiya menunduk kan kepala saat MC bilang pasangan yang mau bertunangan akan keluar.
Torik keluar dengan menggandeng gadis cantik di sebelahnya,keduanya tersenyum penuh bahagia.
Iza yang melihatnya sungguh kesal,sedan Tiya berlahan mengangkat wajahnya,karena Mamah bilang wanitanya sangat cantik.
Tiya mengangkat wajahnya,dan mata Tiya langsung bertemu mata Torik,keduanya pun saling tatap ,Tatapan mata Tiya adalah tatapan kesedihan.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1