
Tiya melihat ke Torik saat mendengar perkataan Papahnya,Tiya ngga mau di langkah hin,kalau bisa ya nikahnya barengan.
"Kalau Mamah menyerahkan ke pada Tiya dan Iza,mau nikah barengan silakan,mau Iza nikah duluan silakan tapi harus dengan persetujuan Tiya,karena menurut Mamah juga sama,,pacaran terlalu lama ngga baik,karena takutnya kalian melakukan hal yang di larang,"Kata Mamah,Iza melirik ke Beni,begitu jua Beni melihat ke Iza karena mereka merasa apa yang di katakan Mamah,mereka melakukanya.
"Kak,,Adek mau izin nikah duluan apa boleh,kalau Kaka mau kita nikah bareng aja kak,tapi Adek nikahnya bulan bulan ini,,gimana,,?"Tiya sangat bingung mau jawab apa, karena Tiya juga melihat kalau Beni dan Iza sangat lengket,Tiya juga takut mereka berbuat hal yang belum boleh di lakukan.
"Beri Kaka waktu sampai besok malam,"kata Tiya pelan.
"Iya Kak,,maaf in Adek Ya Kak,"
"Ngga papa,kamu ngga salah kok,,"
Setelah Tiya memberi jawaban,Tiya izin masuk ke kamar duluan,karena mau istirahat.
"Tan,,biar saya aja yang antar Tiya ke kamarnya,Tante dari tadi sudah bolak balik ke kamar Tiya takut capek,,"
"Ya sudah ,kamu antar Tiya ke kamarnya,"
Torik lalu berjalan bersama Tiya naik ke atas.
"Mah ,,Pah,,,,Abang sama Vivi juga ke kamar dulu yah,,Vivi harus istirahat dulu,,"papah dan Mamah menjawab Iya.
Tinggal ada Beni dan Iza,Beni bicara tentang pernikahan nya nanti.
__ADS_1
Tiya di kamarnya langsung rebahan,Torik menyelimutinya.
"Ada apa,,kenapa murung gitu,,"Torik faham raut wajah Tiya yang sedang ada pikiran.
"Ngga kok Kak,,Tiya cuman ngantuk aja,,"Torik tersenyum tipis.
"Aku tau kamu sayang,,ada apa hemmm,,"
"Apa Tiya izinkan aja Iza nikah duluan ya Kak,,"
"Apa kamu tidak ingin menikah bersama dengan Iza,,"
"Tiya sebenarnya pengin,tapi Iza dan Beni sudah ingin menikah dengan cepat,"
"Tiya sih siap aja kalau Kaka nya sudah siap,Tapi Kaka kan masih ada kontrak kerja dua bulan lagi,gimana Kita bisa menikah,,"
"Aku akan ambil cuti kalau kita nanti menikah,setelah menikah kita ke luar negri ,Aku kerja sambil sekalian bulan madu,,mau kan tinggal di luar negri satu bulan lebih dengan ku,?,"Sambil Torik mencium tangan Tiya.
"Apa orang tua Kaka akan mengizinkan,,?"
"Pasti mengizinkan,kamu ngga usah pikirkan itu yah, percaya pada ku saja kalau semua akan baik baik saja,"
"Iya Kak,jadi besok Tiya bilang ke mamah dan papah juga Iza kalau kita juga akan menikah,dan kita ikut kapan Kak Beni sama Iza nikah kan,,"
__ADS_1
"Iya,,sekarang tidur yah,ini sudah malam,"
"Iya Kak,,"
Beni mencium kening Tiya,setelah itu Torik keluar dari kamar Tiya dan turun ikut gabung sama Yang lainya.
"Tiya sudah tidur Rik,,?"tanya Papah.
"Sudah Om,,"
"Om,,Tante,,Saya pulang dulu ,ini sudah malam,"Beni pamit.
"Oh iya,,hati hati di jalan yah,"
"Iya Om,,"Beni Salim ke papah dan Mamah,setelah itu Beni keluar sendiri tidak di antar Iza,karena Iza masih sakit kalau berjalan,takut ketahuan,Beni melihat ke Iza sambil menggeleng tanda tidak usah mengantar.
"Dek,kamu ngga antar Beni,?"tanya mamah,karena Iza biasanya selalu mengantar Beni kalau Beni mau pulang.
"Ngga ah,Adek malas Mah,Adek ke kamar dulu ya Mah,,Pah,,"setelah mamah dan papah jawab Iya,Iza bangun dari duduknya,dengan menahan sakit,Iza jalanya agak cepat,dan sedikit lari.
"Adek,,jangan lari,,"kata mamah,Iza ngga jawab tapi terus berjalan sedikit cepat naik ke atas.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1