
Malam harinya semuanya makan malam bersama,Torik juga ikut makan malam,tapi Iza belum pulang juga.
"Mah,,Adek udah di telfon belum,kok jam segini belum pulang,?"tanya Papah.
"Sudah Pah,Mamah sudah menelfon nya,katanya sedang di jalan,dan Adek juga sudah makan katanya sama Beni,"Papah hanya mengangguk,Mamah padahal bohong karena tidak ingin Papah kuatir,Iza di telfon dari tadi oleh Mamah,tapi hp Iza tidak aktif.
"Nak Torik makan nya tambah lagi,biar kenyang jangan malu malu,,"
"Iya Om,,ini juga udah banyak,"jawab Torik.
Tiya juga sudah ikut makan di meja makan,karena sudah tidak di infus,Mamah memasak sayur bayam di bening,biar Tiya bisa makan.
Iza dan Beni memang benar sedang di jalan mau pulang ke rumah,Iza dari masih di hotel sampai di dalam mobil yang sedang melaju terus saja menangis.
"Sayang,,udah jangan menangis,Kaka minta maaf,Kaka khilaf,,"Beni dari tadi terus berucap kata maaf dan Khilaf,karena Iza terus menangis dan diam,membuat Beni bingung dan merasa bersalah.
Karena sebentar lagi sampai rumah,Beni menghentikan mobilnya di pinggir jalan,Beni menunggu Iza lebih tenang dulu,soalnya kalau sampai rumah Iza masih menangis pasti akan jadi masalah.
"Sayang,,kita sebentar lagi akan menikah,kamu jangan takut,kita sudah sama sama dewasa,jadi untuk menikah itu sudah cukup umur,jangan takut nanti Kaka akan bilang lagi ke orang tuamu agar kita menikah duluan yah,"Beni sambil memeluk Iza dan menciumi rambutnya.
"Aku takut hamil Kak,,"kata Iza pelan.
__ADS_1
"Ngga usah takut,kita akan menikah jadi ngga akan apa-apa,, tenang dan percaya yah sama kaka,sekarang sudah berhenti menangis,ngga enak Kaka sama orang rumah,takutnya di kira Kaka habis jahatin kamu,,"
"Emang Kaka habis jahatin Aku kok,,"sambil mengusap air mata nya.
"Iya tapi kan jahatinya itu bikin enak,,"
"Siapa bilang enak,,Aku kesakitan tau ngga sih kak,,"
"Udah udah jangan di bahas,sekarang rapikan rambutnya,Trus wajahnya di poles bedak deh biar ngurangin wajah merahnya,"
Iza mengambil bedak dari tasnya,Beni menjalankan mobilnya lagi.
Sampai di rumah Iza dan Beni keluar dari mobil,Iza jalan dengan pelan karena menahan sakit.
"Malam semuanya,,"Kata Iza saat keluarga sedang berkumpul semuanya.
Iza lalu duduk dekat Mamah,dan Beni duduk dekat Torik.
"Maaf Om,,Tante pulangnya telat,,"kata Beni.
"Kalian dari mana sih pulangnya kok malam gini, itu Adek juga kenapa matanya bengkak gitu,Adek habis nangis,,"tanya Papah.
__ADS_1
"I,,ini tadi Adek sama Kak Beni habis nonton,dan filem nya sedih banget,Adek ikut nangis,,"
"Tumben kamu ikut nangis Dek,biasanya ngga pernah,,?"kata Tiya.
"Ini beda Kak ceritanya sangat sedih,,udah jangan di bahas,Adek haus pengin minum,"Iza lalu mau bangun tapi merasa sakit,Iza lalu duduk lagi,Beni yang tau lalu mengambilkan minum.
"Kenapa ngga jadi bangun ambil minum,katanya mau minum,?"tanya Abang yang melihat Iza seperti menahan sakit.
"Biar Kaka aja yang ambilkan,dari tadi kamu jalan terus pasti capek,"Iza mengangguk.
"Manja banget sih kamu Dek,,"Akbar protes.
"Biarin,,orang kak Beni yang mau kok,,"
Beni lalu datang sambil bawa minum,dan di kasihkan ke Iza.
Setelah itu Beni bicara lagi tentang niatnya ingin menikahi Iza,mumpung semua kumpul dan kumplit.
"Om,,saya ingin bicara yang lanjutannya semalam,jadi gimana Om,apa Om sudah bicara pada Tante dan Tiya tentang niatan saya untuk menikahi Iza,,"kata Beni.
"Om lupa,,sekarang kita bicarakan lagi aja,,"Beni mengangguk.
__ADS_1
"Jadi Gini Mah,,Tiya,,Beni ingin menikahi Iza dulu menurut Mamah dan Tiya gimana,,karena Beni takutnya berbuat dosa kalau pacaran lama lama,kalau Tiya dan Torik sudah siap juga kalian bisa nikah bareng,Papah sebagai Ayah hanya mengikuti kemauan kalian,,,"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...