Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Calon Pengantin Ngga Bisa Tidur


__ADS_3

Beni keluar dari kamar mandi,ternyata Iza masih saja menangis,Beni mendekat ke Iza.


"Sayang,kamu kenapa masih nangis,ini matamu sudah bengkak loh,udah dong nangisnya,katanya mau ikut Mas ke kantor,"Sambil mengusap air mata di pipi Iza.


"Aku ngga mau ikut,Mas pergi aja Sanah sendiri,sebenarnya Mas ngga mau kan kalau Aku ikut,,"Iza langsung bangun dari kasur dan mau keluar,Beni yang ngga enak sama mertuanya langsung mencegahnya.


"Sayang,,kamu tuh kenapa sih,siapa bilang Mas ngga mau kalau kamu ikut ke kantor,Mas justru senang kalau kamu ikut,"Beni sambil memeluk Iza.


"Ya Tuhan,,kenapa jadi rumit gini sih cuman gara gara mau ke kantor aja,"kata hati Beni.


"Mas bohong,Mas kesal kan sama Aku,tadi aja Mas banting kamar mandi,"Beni yang ngga merasa membanting sedikit berfikir.


"Kapan Mas banting pintu ya Yang,kayanya ngga deh,"


"Tadi waktu mas mau mandi,,Mas banting pintu kan,"


"Ngga,,mas ngga banting pintu,Mas ngga marah,Mas sayang dan cinta sama kamu,Mas ngga bakalan bisa marah karena kamu adalah kebahagiaan bagi Mad,udah yah jangan marah,jangan sedih lagi,ayo ikut Mas ke kantor,keburu siang,,Mau Masbantu mandi in apa mau mandi sendiri,?"lalu mencium kening Iza.


"Mandi sendiri aja,"


"Ya udah,,mandi yah,,Mas mau pakai baju dulu,"Iza mengangguk lalu masuk kamar mandi,Beni bernafas lega.


"Ya Tuhan,,apa semua wanita hamil seperti ini,manja,susah di mengerti dan aneh,"sambil mengambil baju di lemari Beni bicara sendiri.


Mamah,Papah dan Tiya sudah selesai sarapan,Beni dan Iza baru turun,semua melihat ke mata Iza yang bengkak.


"Adek,,mata kamu bengkak gitu,kompres pake air biar bengkaknya cepat hilang sayang,"Kata papah.


"Iya Pah,,"

__ADS_1


"Lagian kamu nangis kenapa sih Dek sampai mata bengkak gitu,?"Kata Iza.


"Lagian kak Beni mau pergi ke kantor,Adek kan ngga mau di tinggal,Adek pengin nya Mas Beni di rumah temani Adek aja,"


"Ya Tuhan Adek,,cuman gara gara itu kamu nangis sampe mata bengkak gitu,"


"Iihh,,Kaka gitu,,Mah Pah,,Kaka tuh,,"papah dan mamah tersenyum.


"Sudah,,adek makan gih,biar dede nya sehat,ingat besok acaranya loh,,"kata mamah.


Mamah mengambilkan banyak makanan ke piring Iza agar Iza makan yang banyak.


Selesai sarapan Beni dan Iza pamit untuk pergi ke kantor,Iza sudah tidak bete lagi,sudah lebih baik.


Tiya selesai sarapan mengobrol dengan Mamah dan Papahnya,mereka membicarakan tentang acara besok.


Sekitar jam 11 siang,Tiya naik ke kamar ,Tiya mengambil hpnya,ternyata Torik menelfon Tiya sampai 3 kali.


Baru saja berdering Torik langsung mengangkatnya,"Dari mana saja sih Yang,,"


"Maaf,,tadi Tiya di bawah sedang mengobrol sama mamah dan papah,"


"Ngobrolin apa sih sampai lama banget,"


"Tentang besok,Iza kan udah nikah,jadi Mamah dan papah tadi bilang,kalau ijabnya kita di rumah aja,Trus Tiya suruh bilang ke Kaka ,gimana menurut Kaka,"


"Aku sih mau di mana aja tempatnya ngga masalah,yang penting bisa nikah sama kamu Yang,"


"Iya Kak,nanti Kaka bilang sama orang tua Kaka yah,kalau acara akadnya di rumah Tiya,"

__ADS_1


"Iya sayang,,"


Keduanya mengobrol cukup lama,setelah itu telfon pun di sudahi karena Torik mau bilang ke orang tuanya tentang besok untuk akad.


Jam berlalu,malam harinya Torik dan Tiya sama sama ngga bisa tidur,karena besok malam mereka sudah bersama.


Pagi harinya,Iza biasa muntah muntah,sedang Tiya sedang mandi karena jam 7 orang yang akan mendandaninya akan datang.


Abang Akbar dan Vivi juga datang semalam,jadi semua keluarga sudah kumpul.


Mamah dan Papah di bawah cukup sibuk,karena membantu menata tempat untuk nanti acara ijab.


Tiya sudah sangat cantik,dengan memakai kebaya yang dulu di pesannya.


Iza ada di kamar Tiya untuk menemaninya,sedang Beni di bawah mengobrol dengan Abang,kak Vivi tidak boleh naik ke atas karena perutnya sudah besar,Akbar sangat posesif selalu melarang Vivi bergerak,Akbar selalu menyuruh Vivi diam dan istirahat aja.


Vivi duduk di bangku meja makan,Vivi sedang melihat Mba Iis dan Mba Siti menyiapkan makanan untuk para tamu.


"Bar,,waktu Vivi hamil muda dia jadi aneh ngga,?"tanya Beni.


"Aneh ,ya ngga lah ,,Vivi biasa aja,,emang Iza Aneh,"Beni menarik nafas.


"Adikmu jadi sering ngambek,cepat nangis,dan Iza ngga mau di tinggal sama Aku,maunya selalu ikut kalau Aku pergi,Aku pusing jadinya Bar,jadi serba salah gitu,"Akbar yang mendengar malah tersenyum.


"Ya nasib kamu nikahin anak kecil,kalau istriku dia mah sama sekali ngga bikin repot dan ribed,malah Aku yang sering buat dia kesal,"


"Tapi katanya orang hamil mut nya suka ubah ubah Bar,?"


"Iya katanya,tapi mungkin ngga semuanya kali, buktinya istriku,,"

__ADS_1


Akbar dan Beni berhenti mengobrol saat rombongan pengantin pria dan keluarganya datang,Beni dan Akbar ikut menyambutnya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2