
Torik sampai di rumah langsung bicara kepada orang tuanya tentang niatnya ingin bertunangan dengan Tiya.
Orang tua Torik tadinya kaget,tapi karena Orang tua Torik tau Tiya anaknya siapa jadi langsung setuju.
Lagian untuk menikahnya kan masih lama karena Torik harus pergi ke luar negri lagi untuk menyelesaikan kontrak kerjanya.
Beni papahnya selalu sibuk di luar,malam itu Beni telfon papahnya dan bilang juga tentang keinginannya melamar Iza,Papah Beni juga setuju aja karena anaknya memang sudah dewasa juga mapan,Beni lalu memberikan no telfon Papah Iza agar si papah bicara kepada Pak Agung.
Iza dan Tiya saat ini masih belajar,Papah dan Mamahnya ternyata sediikit memberi ancaman,kalau besok sidangnya tidak sukses tidak boleh tunangan,dan harus nunggu lulus kuliah baru boleh tunangan.
Makanya keduanya jam 10 juga masih belajar,sekitar jam 11 malam keduanya memutuskan tidur,dan akan belajar lagi pagi harinya.
Pagi hari alaram jam sudah berbunyi,sekitar jam 5 pagi keduanya bangun dan belajar lagi.
Mamah jam 6 pagi bangun,lalu membuatkan su*su untuk kedua putrinya biar segar.
"Adek,,ini di minum,selagi hangat,,"sambil meletakan gelas di depan Iza.
"Iya Mah makasih,,"
"Ya udah Mamah ke kamar Kaka yah,"Iza menjawab Iya
Mamah lalu masuk ke kamar Kaka,Kaka yang memang sudah banyak belajar dari kemarin sudah sedikit santai.
"Pagi Mah,,"saat Mah buka pintu Tiya menyapa.
"Pagi sayang,,ini minum dulu selagi hangat,"Tiya langsung meminumnya.
__ADS_1
"Mamah sama Papah nanti Siang ngga bisa jemput kalian,soalnya Papah ada undangan seminar dan Mamah akan menemani papah,ngga papa kan sayang kalau mamah ngga jemput,"
"Ngga papa Mah,tapi doain Kaka sama Adek ya mah biar lancar dan berhasil,"
"Itu pasti,pasti Mamah sama Papah doakan buat kalian,"Tiya lalu bilang makasih.
Mamah lalu keluar,Tiya bangun dari duduknya lalu menggerakan badanya kekiri dan kanan,karena badanya pada pegel,lalu hp Tiya bunyi tanda pesan ,saat di lihat ternyata dari Torik.
"Pagi sayang,,apa masih belajar,,mau Aku antar ke kampus ngga,,"Tiya yang membacanya tersenyum senang,karena ini pertama kalinya bagi Tiya ada yang mengirim pesan pagi hari dengan memangilnya sayang.
"Pagi juga kak,,Tiya udah selesai belajarnya,nanti ngga usah jemput,Tiya berangkat sama Iza aja,kalau nanti siang aja gimana jemputnya,selesai sidang ,"
"Oh gitu,,ok siap,,nanti siang Kaka jemput yah,"
"Iya Kak,, Tiya tunggu,"
Jam delapan Iza dan Tiya sudah duduk di meja makan dan sarapan,sedang orang tuanya sudah berangkat.
"Kak,,Kaka deg degan gitu ngga,,?"tanya Iza sambil makan.
"Ngga,,Kaka mah biasa aja,emang kamu deg degan dek,,"
"Iya kak,,deg degan,soalnya Adek takut gagal terus Adek ngga jadi tunangan sama Kak Beni,"Tiya hanya tersenyum.
Selesai sarapan keduanya berangkat menuju kampus,sampai kampus Zee sudah menunggu di gerbang bersama Beni.
"Pagi,,,"Kata Iza sambil mendekat ke Beni.
__ADS_1
"Pagi,,,"jawab Beni dan Zee.
"Kok Kak Beni di sini sih,,"
"Sengaja nungguin kamu,,"
"Kaka tuh mau kasih kamu semangat katanya Za,,"Iza tersenyum senang.
"Iya,,semangat yah,,semoga sidangnya lancar dan berhasil,,"
"Iya Kak,,,makasih,,"
"Nanti siang Kita makan siang bareng yah,kita ketemuan di tempat makan biasa,gimana,,?"
"Iya kak,,nanti siang kita makan siang bareng,"
"Ya udah kalau gitu Kaka pergi dulu,,"Iza menjawab Iya,dan Beni sambil mengusap kepala Iza dengan tanganya.
Setelah Beni pergi ketiganya lalu masuk,Zee yang sudah tau tentang Torik dari kakanya Beni langsung banyak tanya pada Tiya,Tiya ngga banyak jawab justru yang banyak jawab Iza.
"Kalian seneng banget sih udah punya pacar dan bentar lagi kalian mau lamaran,masa aku dari dulu jomblo Mulu sih,,"
"Makanya kamu ke cowok jangan galak,,jadi ngga ada yang mau deketin kamu kan,,"kembar tersenyum bersama.
"iih,,kalian bukanya menghibur malah ngeledek sih,,"
Ketiganya sampai di tempat sidang,dan mereka lalu menunggu giliran.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..