
Beni yang tidak ingin Iza kenapa kenapa ,hanya Mencu*mbui saja,setelah Iza sudah mendapatkan kenikmatan,Beni yang sekarang ke kamar mandi untuk bersolo ria.
Sore hari sekitar jam 3 semua berangkat menuju Hotel,karena acara pesta kembar sekitar jam 7 malam.
Sampai di Hotel kedua pasang langsung di dandani oleh ahlinya.
"Adek minum obat nya dulu,nanti kalau sudah merasa cape apa lemas bilang yah,Adek ngga boleh capek capek,,"
"Iya Mas,,"Iza lalu meminum obat yang di berikan Mamah.
Mamah melihat kedua putrinya yang sedang di dandani,Keduanya sudah pada cantik cantik.
"Kaka,,sudah makan belum tadi,,?"
"Sudah Mah,,tapi hanya roti,,"
"Kok cuman roti sih,,"
"Takutnya gaunnya ngga muat mah kalau Kaka kekenyangan,,"
"Oh gitu,,,tapi nanti kalau lapar bilang yah,,"
"Iya Mah,,"
"Ya sudah Mamah keluar dulu yah,,"
Mamah keluar dari ruangan kembar yang sedang di dandani.
Mamah lalu ke kamar Abang,Abang membuka pintu saat bel berbunyi.
__ADS_1
"Vivi mana Bang,,?"
"Ada di dalam Mah,,masuk Mah,,"Mamah masuk ke kamar Akbar.
Vivi sedang duduk di kasur sambil kakinya di.luruskan.
"Mah,,,"sapa Vivi sambil membenarkan kakinya.
"Udah ngga papa,,lurusin aja kakinya,,"Sambil Mamah membantu kaki Vivi lurus lagi,Mamah duduk di pinggir kasur.
"Ngga rewel kan dedeknya,,?"sambil mengusap perut Vivi.
"Ngga Mah,,cuman tadi lagi gerak terus,jadi perut Vivi nek gitu,,"
"Oh,,,gitu,,kamu harus banyak istirahat yah,,"
"Iya Mah,,"
"Mas nanti aja,,"sambil menggeser kakinya.
"Udah sinih ngga papa,kaki kamu nanti makin bengkak,"
Vivi ngga enak karena ada mamah,tapi Abang tetap memijit kaki Vivi.
"Emang kaki Vivi bengkak,,"Mamah melihat ke kaki Vivi.
"Ngga bengkak banget sih Mah,"
"Ini nih bandel di bilang jangan kecapean,malah jalan jalan aja dari tadi,"
__ADS_1
Vivi hanya diam,Akbar memang makin cerewet semenjak Vivi hamil,karena Akbar ngga mau Vivi dan anaknya kenapa Napa.
"Abang,orang hamil itu bukan orang sakit sayang,jadi biar Vivi bergerak,bengkak di kaki itu biasa kok orang hamil,ngga bakal kenapa kenapa Vivi sama dede nya,,"Mamah sambil memeriksa ke perut Vivi.
Akbar masih lanjut mengurut kaki Vivi,lalu mamah keluar mau mengecek yang lainya.
Mamah melihat Papah yang terlihat bingung,"Papah cari apa,,?"papah menengok.
"Mamah dari mana aja sih,papah dari tadi cariin,?"
"Oh,,mamah habis melihat anak anak,ada apa papah cariin mamah,,"
"Baju papah belum di siapkan yah,"
"Oh iya mamah lupa,ya udah yuk ke kamar,"
Mamah membantu Papah siap siap,jam berlalu Mamah,Papah dan yang lain sudah masuk ke gedung tempat acara,sodara Mamah juga sudah pada datang semuanya.
Jam Tujuh malam,MC sudah mulai dan kedua pasang pengantin pun sudah masuk ke tempat acara,Iza dan Tiya keduanya sangat cantik,juga pasangan keduanya juga ganteng dan tampan.
Acara satu persatu di lewati,sekarang acara lempar bunga,banyak yang ikut pengin nangkap bunga yang di lempar kembar.
Setelah itu lanjut dansa,bukan hanya pengantin yang dansa,tapi Mamah dan Papah juga ikut dansa.
"Terimakasih Mamah sudah menemani Papah sampai saat ini,sampai anak anak kita sudah besar dan punya pasangan sendiri sendiri,semoga kita selalu bersama menghabiskan waktu tua bersama sampai maut yang memisahkan kita,"
"Iya Pah,,Amin,,semoga kita masih di beri umur panjang oleh Tuhan,agar kita bisa melihat cicit kita,,"
Keduanya tersenyum sambil melihat ke tiga anaknya yang sedang berdansa juga dengan pasangannya.
__ADS_1
***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
Besok cerita ini tamat ya kak,si kembar nanti akan muncul di cerita Abang,PengacaraTampan Milik Dokter Cantik***.