Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Beni Sudah Tidak Sabar


__ADS_3

Mamah dan Mamah Torik sibuk untuk mencari hotel yang bagus untuk acara pertunangan anak anaknya.


Tiya dan Iza juga ikut Mamahnya untuk mencari hotel,dan Torik juga dengan setia menemani para wanita,karena Torik memang tidak ada kerjaan,beda dengan Beni yang sibuk dengan kerjaan dan tidak bisa di tinggal.


Sudah tiga Hotel yang mereka datangi,dan sekarang jam sudah pukul 4 sore,semuanya juga sudah merasa lelah.


"Kita istirahat dulu yuk di situ,,"kata Mamah menujuk restoran hotel.


"Iya Jeng,biar kita istirahat sambil ngobrolin hotel yang mana yang paling bagus ,"jawab Mamah Torik.


Lalu kelimanya masuk dan cari tempat duduk yang nyaman.


Iza sedang berkirim pesan dengan Beni,rupanya Beni mau nyusul ke Hotel karena Beni pas pulang dan lewat hotel yang sedang Iza datangi.


"Gimana,,Kaka Adek nak Torik,,menurut kalian dari tiga hotel yang kita datangi tadi,kalian lebih suka yang mana,kita harus putuskan sekarang karena biar besok kita langsung boking,"kata Mamah Dinda


"Ayo Iza Tiya kalian pilih hotel yang mana,?"Mamah Torik berkata juga.


"Kalau Adek suka hotel yang ke dua,soalnya tempat yang buat acara luas,Trus ada ruangan buat kita bersiap gitu,jadi lebih enak,"


"Kaka juga suka yang kedua Dek,, kalau kak Torik suka hotel yang mana,?"


"Kalau Aku ngikutin kamu aja,kamu suka Aku juga suka,karena apapun yang kamu pilih pasti selalu terlihat indah di mataku,"sambil tersenyum kearah Tiya.


Kedua Mamah ikut tersenyum melihat tingkah Torik,sedang Iza langsung pura pura kaya orang mau muntah,Tiya yang malu langsung menunduk karena perkataan Torik.


"Malam semuanya,,"Beni datang mendekat saat semua sedang tersenyum karena ulah Torik.


"Malam,,"jawab semuanya.

__ADS_1


Beni lalu Salim ke semuanya,setelah itu ikut duduk di samping Iza.


"Baiklah kita lanjut yah,jadi Kaka dan Adek pilih Hotel yang kedua yah,Mamah sama Tante besok akan datang lagi ke hotel yang ke dua,untuk menyewa tempat nya,jadi masalah Hotel sudah di pilih nih,untuk baju Adek sama Kaka mau gimana,"


"Kaka ngga mau yang terlalu mewah ya Mah ,ini kan cuman tunangan,Kaka ingin megahnya pesta, saat pernikahan saja,kalau baju Kaka penginnya yang simpel tapi elegan,"


"Sama Kak,Adek juga penginnya gitu,"


"Ya baiklah Mamah akan ikut kemauan kalian,kalau begitu besok siang kita ke butik buat cari gaunnya, tapi setelah Mamah dan Tante dari Hotel dulu,"


Kembar menjawab Iya, setelah selesai pembicaraan,Mamah mengajak pulang.


"Tante kalau boleh Saya ingin Ajak Iza buat jalan sebentar,apa boleh,,?"


"Kalian mau kemana,,Adek emang ngga cape,"


"Oh gitu,,Adek kamu mau ikut pulang apa mau ikut Beni ke Mal buat cari cincin,,"


"Mau ikut Kak Beni ya Mah,,tapi sebenarnya Iza cape,,"


"Loh kok mau pergi tapi cape,,Trus maunya gimana,,?"


"Ikut kak Beni deh Mah,,"


"Bener nih mau ikut Beni,,"Iza mengangguk.


"Ya udah kalau gitu,pulang jangan malam malam yah,kamu sudah seharian pergi nanti kecapean sakit lagi,"


"Iya Mah,,"

__ADS_1


Lalu Mamah,Mamah Torik,Tiya dan Torik masuk mobil dan akan pulang,setelah mobil Torik pergi,Iza dan Beni baru masuk mobil.


Beni membawa mobilnya dengan pelan meninggalkan hotel tadi,Iza yang memang merasa capek malah langsung menyandarkan kepalanya sambil memejamkan matanya.


Beni yang melihat Iza tidur tidak jadi ke mal,tapi Beni membawa Iza ke apartemen nya.


Sampai di parkiran apartemen,Beni membangunkan Iza,"Sayang,,bangun yuk,nanti lanjut tidur lagi di atas,,"


"Ini di mana Kak,?"


"Di parkiran apartemen Kaka,,"Beni keluar dari mobilnya,lalu membukakan pintu mobil buat Iza,setelah Iza turun keduanya naik ke atas,Beni membawakan tas milik Iza dan Beni juga merangkul pundak Iza.


Sampai di dalam apartemen Iza mau tiduran di sofa panjang,tapi Beni melarangnya,dan menyuruh Iza tidur di kamarnya,ini pertama kalinya Iza masuk ke kamar cowok dan kamarnya Beni.


"Tidurlah biar nyaman di kasur,nanti jam tujuh Kaka bangunin,"


"Iya Kak,,"Iza langsung tiduran di kasur Beni.


Beni masuk kamar mandi,karena merasa gerah Beni lalu mandi,selesai mandi Beni keluar dari kamar mandi,mata Beni melihat Iza tidur roknya yang terselingkap sampai atas lutut.


Beni lalu menyelimutinya,dan ikut tiduran,Beni tiduran miring sambil terus menatap ke wajah Iza.


Beni dengan pelan menarik badan Iza untuk di peluknya,Beni lalu mencium kening Iza.


"Rasanya Aku sudah tidak sabar untuk bisa menikah denganmu sayang,karena setiap dekat denganmu Adiku selalu saja bangun,kamu benar benar buatku gila sayang,"Beni bicara dalam hatinya,sambil memeluk Iza dengan kencang.


Pelukan itu justru membuat Beni makin terang*sang,Beni menciumi leher Iza dan juga sambil Menji*latinya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2