Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Tiya Tersenyum Sambil Memegang Bibirnya


__ADS_3

Besok malamnya semuanya berkumpul lagi,mereka selesai makan malam,dan mereka semua menunggu jawaban Tiya.


"Gimana Kak,,Kaka sudah punya jawaban,,?"tanya Mamah,Tiya mengangguk.


"Lalu apa jawaban Kaka,,katakan saja,,"


"Kaka tidak mau di langkahi,"Tiya berhenti bicara membuat semuanya penasaran,apa lagi Iza dan Beni.


"Tapi Kaka mau ikut menikah bersama dengan Iza,,"Iza dan Beni tersenyum .


"Jadi Kaka sama kak Torik mau nikah ikut Adek,Kaka serius kan,,"Iza sudah terlihat bahagia,,"


"Iya,,"Sambil Tiya tersenyum.


"Syukurlah,,,Adek senang banget kak,,"


Karena Iza Dokter jadi tau obat apa yang bisa menghilangkan sakit di inti tubuhnya,dan sekarang sudah lebih baik,dan Iza tidak begitu kesakitan lagi.


"Beni,,Torik,,kalau kalian serius ingin menikah dengan putri putri Om,,kalian harus bicarakan dulu dengan orang tua kalian,Om dan Tante akan menunggu kedatangan orang tua kalian di Jakarta,"


"Baik Om,,Besok saya akan pulang ke Jakarta dan akan bilang ke Papah saya,"kata Beni.


"Iya Om,saya juga akan bilang ke orang tua saya,dan Om sama Tante kapan pulang ke Jakarta nya,,?"


"Sepertinya besok sore,,Kaka sudah sembuh kan,,?"


"Iya Pah,,Kaka sudah sembuh,,"


"Mah,,Pah,,Kaka ikut ke Jakarta boleh ngga,,?"


"Adek juga mau ikut,,Adek kangen Jakarta,,"


"Kalau kalian pulang ke Jakarta dua duanya ,Rumah sakit nanti kurang Dokter sayang,kasihan kak Vivi,Kak Vivi lagi hamil loh,kalian ngga kasihan,,"kata Mamah.


"Mah,,biar kan mereka ikut pulang ke Jakarta dulu,nanti Papah akan kirim Dokter di klinik kita untuk mengantikan Kaka dan Adek untuk sementara di rumah sakit,,"Kembar langsung tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah,, Papah kalian selalu saja punya ide untuk mengabulkan keinginan kalian,,"Mamah hanya bisa geleng kepala.


"Berarti besok rumah ini sepi dong,,"Kata Abang.


"Bentar lagi juga rame,kalau Dede bayi udah keluar,,"kata Iza.


"Masih 4 bulan lagi ,,"sambil mengusap perut Vivi yang sudah besar.


"Om,,besok kita pulang ke Jakarta bareng aja,biar Saya pesankan tiket pesawatnya dulu,"kata Beni.


"Itu kamu yang beliin tiket semuanya apa gimana Ben,,?"tanya Abang.


"Torik mah beli sendiri lah Bar,,dia juga banyak uang,,"Torik dan Akbar tersenyum.


"Iya,,nanti Saya beli sendiri kak,,"jawab Torik.


"Harus itu,,uangmu kerja di luar negri pasti banyak kan,,"


Semuanya tertawa dengan gembira dan bahagia,Jam 10 malam Beni pamit pulang,Iza mengantarnya sampai ke depan.


"Apanya,,?"


"Itu kamu,"sambil mata Beni melihat ke arah inti tubuh Iza.


"Masih sakit sedikit,,tapi sudah lebih baik sih,"


"Maaf yah,,tidak lama lagi kita bebas melakukanya,,"Sambil mengusap kepala Iza,Iza mengangguk.


"Ya sudah,,Kaka pulang ke Hotel dulu yah,besok Kaka ke sini lagi,,"


"Iya,,"Beni lalu masuk ke mobil.


Setelah mobil Beni pergi,Iza masuk ke dalam lagi,Iza langsung ke kamar karena semuanya juga sudah ke kamar,hanya ada Tiya dan Torik yang masih mengobrol.


"Kaka kapan balik ke luar negerinya,,?"

__ADS_1


"Nunggu keluarga kita nentuin hari pernikahan kita,nanti setelah di pastikan kapanya,Aku balik dulu ke luar negri,buat urus izin cuti,kalau ngga bisa Kaka nanti sekalian berhenti kerja saja,"


"Apa ngga papa,,apa ngga kena pinalti,,?"


"Aku juga belum tau,,lihat aja nanti,kalau pun kena ya ngga papa ,,asal bisa nikah sama kamu uang ngga penting bagiku,,"


"Semoga aja ngga ya Kak,,"


"Iya,,ini sudah malam,tidur Sanah,,"


"Iya Kak,,"Tiya bangun dari duduknya,lalu Torik mengantar Tiya sampai kamar nya.


"Sudah minum obat kan,,?"saat Tiya membuka pintu kamarnya.


"Sudah,,,"


"Ya sudah langsung tidur yah,,"Tiya mengangguk.


Saat Tiya mau masuk Torik menahan tanganya,"Ada apa kak,,"


"Eemmm,,,,"Tiya menunggu Torik bicara.


"Ngga jadi,,"Tiya mengangguk.


"Ya sudah,,Kaka Sanah turun,,"


"Iya,,,"sebenarnya Torik pengin cium Tiya,tapi takut Tiya menolaknya.


Saat Torik baru jalan dua langkah,Torik berbalik,,Tiya yang belum tutup pintu melihat Torik berbalik,Torik rupanya balik dan langsung mencium bibir Tiya sekilas.


Cup,,,,


"Selamat malam,,"sambil tersenyum,Tiya yang kaget hanya diam,lalu Torik pun berjalan dan turun ke bawah.


Tiya tersenyum tipis sambil mengusap bibirnya,saat Torik sudah turun ke bawah.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2