Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Ke Hotel


__ADS_3

Torik tidak jadi pergi,dan Torik kembali duduk,tapi Tiya masih saja diam dan seperti susah untuk bicara.


Torik menunggu Tiya bicara,sampai sekitar 15 menitan Torik menunggu,Tiya belum juga bicara dan terus menunduk memainkan jari jari tanganya.


"Kalau kamu ingin marah padaku,marah saja,Aku akan terima,Aku justru bingung melihatmu yang terus diam seperti itu,karena Aku tidak tau kamu sedang marah atau tidak,"sambil mengusap kepala Tiya.


"Aku mengakui salah,dan Aku juga sudah minta maaf,jadi udah dong jangan diam terus,tadi Aku mau pergi ngga boleh,tapi sekarang malah di diamkan saja,sudah yah jangan marah,"


"Kita pergi aja yuk jalan jalan,biar kita ngobrolnya enak,Aku mau cerita banyak hal padamu,dan Aku juga pengin dengar cerita kamu selama kita berpisah,gimana,,?"Tiya lalu mengangguk.


"Tiya mau izin dulu sama Mamah dan Papah,"


"Ya udah Sanah izin dulu,,"


Tiya lalu pergi ke kamar orang tuanya,"Mah,,Pah,,Kaka masuk yah,"sambil mengetuk pintu,dan Mamah dari dalam menjawab iya.


Tiya lalu membuka pintunya,"Ada apa, Torik sudah pulang,,?"


"Belum Mah,,Tiya mau izin pergi dulu sama Kak Torik,apa boleh Mah Pah,,?"


"Mamah sama Papah izinin,tapi ngga boleh pulang sore sore,besok mau sidang skripsi loh,jadi harus belajar,,"


"Iya Mah,,?"


"Mau pergi kemana emangnya kalian,ngobrol di rumah kan juga enak,"kata Papah.


"Kaka Ngga tau kak Torik mau ngajak kemana"


"Ya udah ngga papa,,pergilah tapi ngga boleh pulang sore yah,"


"Iya Mah,,"


Tiya keluar dari kamar Orang tuanya,Tiya lalu naik ke atas menuju kamarnya untuk bersiap.


Setelah bersiap Tiya menuju Torik yang ada di ruang tamu.


"Sudah izinya,,?"


"Sudah,,"


"Ya udah sekarang panggil Om sama Tante,Aku mau pamit sama izin bawa kamu jalan dulu,"


"Ngga usah lah Kak,tadi Tiya udah bilang kok mau pergi sama Kaka,"

__ADS_1


"Bener nih ngga usah pamit,,"Tiya mengangguk.


Keduanya lalu keluar rumah dan naik ke mobil,Torik membukakan pintu mobil untuk Tiya.


Setelah Tiya masuk,Torik juga masuk ke dalam mobil.


"Kita mau ke mana Kak,,?"


"Ke Hotel,,"Jawab Torik ,Tiya langsung mengerutkan keningnya saat dengar kata hotel.


"Hahaa,,ngga kok,Aku becanda,,kita mau ke cafe ,biar kita ngobrolnya sambil makan ,"Tiya langsung lega.


Sampai di cafe keduanya turun,Torik langsung menggandeng tangan Tiya dengan posesif.


Torik memilih tempat yang nyaman buat mengobrol,setelah duduk Torik memesan makanan,sambil menunggu pesanan makanan datang mereka mengobrol.


"Saat Aku baru sampai di luar negri,Aku langsung melakukan pengobatan untuk tulang kakiku,Aku tadinya sangat bosan di rumah sakit karena cukup lama Aku melewati pengobatan,sekitar 3 bulan ful Aku di rumah sakit, setelah itu Aku berobat jalan sampai 3 bulan,Aku di sana selalu memikirkan mu,Aku selalu merindukanmu,Aku selalu menahannya karena Aku sudah bilang padamu kalau kita tidak akan berkomunikasi dengan waktu yang tidak tau sampai kapan,Setelah dokter menyatakan Aku sembuh,Aku mendaftar kuliah,Aku kuliah hanya 2,5 th saja,dan sekarang Aku di sana sudah kerja,Aku sudah menabung untuk kita menikah nanti,"Tiya mendengarkan perkataan Torik merasa senang,ternyata Torik tidak pernah melupakannya.


"Tiya,,Kamu belum punya pacar kan ,kamu masih menungguku kan,,?"


Belum juga di jawab pelayan datang membawa makanan.


"Kita ngobrolnya sambil ngemil yah,ini minum lah,,kamu masih suka jus mangga kan,,?"


"Iya masih,,"Tiya lalu meminumnya.


"Tiya,,,ngapain di sini,,?"Tiya menengok.


"Ini Tiya kan bukan Iza,,?"


"Iya Kak,ini Tiya,,"


"Oh berarti Aku ngga salah,,kak ikut gabung yah,,?"orang itu langsung duduk di bangku sebelah Tiya tanpa menunggu jawaban Tiya,dan orang itu juga sambil mengambil.gorengan kentang.


"Iza mana,,?"


"Iza ngga ikut,,"


"Oh,,besok kamu jadi kan sidangnya,,"


"Jadi kak,,"


"Kalau besok sidang,harusnya kamu belajar hari ini,kenapa malah keluyuran,,"

__ADS_1


"Tiya udah belajar kok dari kemarin,,"jawab Tiya.


Torik yang melihat ada laki laki duduk di sebelah Tiya langsung cepat menuju mejanya.


"Sayang,,,dia siapa,,,?"Torik langsung menatap ke arah laki laki itu dengan tatapan tidak sukanya.


"Ini,kak,,"


"Tiya kamu sudah punya pacar,,"belum juga Tiya selesai bicara laki laki itu sudah memotong,Tiya melihat ke Torik lalu pindah menatap ke laki laki itu,Tiya terlihat bingung mau jawab apa,kalau iya mereka belum resmi jadian,kalau bilang bukan tapi keduanya sama sama suka.


"Saya kekasih Tiya,nama saya Torik,,"sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman.


"Tiya,,bener ini kekasih kamu,,?"Tiya mengangguk.


"Oh,,saya hanya bawahan nya Bu Dinda,,"sambil menjabat tangan Torik.


"Tiya,,bukanya kamu bilang ngga mau pacaran,,kenapa tiba tiba sekarang punya kekasih,,terus yang katanya lagi di luar negri yang selalu kamu cariin namanya di internet ,yang menyuruhmu menunggunya gimana,kamu sudah menyerah yah,ngga mau menunggunya lagi,,?"


"Kak,,orang itu sekarang ada di depan kak Frengki,,dia lah orang yang selama ini menyuruh Tiya menunggu,,"Frengki hanya menganggukkan kepala.


Sedang Iza sekarang bersama Beni menuju apartemen milik Beni,Beni mau mengambil berkas yang tertinggal di apartemen nya.


Beni suka tidur di apartemennya kalau sedang ada kasus,jadi Berkas berkas di apartemennya cukup banyak.


"Kamu duduk dulu aja Yang,,Kaka mau beresin berkas dulu,,"Iza menjawab Iya,Beni pun masuk ke kamarnya,Iza lalu melihat lihat ke apartemen Beni yang cukup besar,dan Iza juga membuka pintu balkon,Iza langsung bisa melihat indahnya kota Jakarta.


Saat Iza sedang menikmati pemandangan indah,dari belakang Beni memeluknya,dan meletakan kepalanya di pundak Iza.


"Indah ya Yang,,"


"Hemm,,indah banget,"


"Apa lagi kalau malam,pemandangannya lebih indah lagi,,"


"Oh iya,,kapan kapan ajak Aku kesini malam dong,biar Aku tau indahnya pemandangan dari sini,"sambil berbalik menghadap Beni dan mengalungkan tanganya di leher Beni.


"Boleh,,malam ini aja mau ngga,ini kan sudah mau sore,,jadi pulangnya malam aja nanti,"


"Malam ini Aku ngga bisa,soalnya Aku harus belajar,besok kan mau sidang,"


"Oh iya Kaka lupa,ya udah kapan kapan yah,"Iza mengangguk.


Mata mereka saling tatap,lalu dengan pelan Beni mendekatkan bibirnya ke bibir Iza,mereka pun berciuman.

__ADS_1


Lanjut besok,,kira kira Iza dan Beni mau lanjut ngga yah...


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


__ADS_2