
Beni terus saja menikmati leher Iza,Iza yang tidur dengan pulas hanya diam saja.
Beni yang merasa Iza diam saja ,ciumannya justru makin turun,tangan Beni sambil melepaskan kancing baju Iza satu persatu.
Beni sudah melihat dada Iza yang terlihat besar ngga kecil juga engga.
Beni lalu menciumi dada Iza yang atas,karena Beni tidak membuka penutupnya.
Iza pun merasakan geli,lalu membuka matanya,dan kaget melihat Beni yang wajahnya ada di dadanya.
"Kak,,kamu lagi ngapain,,?"Beni mendongakan wajahnya sambil tersenyum.
"Sudah bangun,,"
"Kaka lagi ngapain sih,,ini ngga boleh kak,,"Iza langsung bangun dan merapikan kancing bajunya.
Sedang Beni tiduran dengan terlentang,dan adiknya yang bangun membuatnya tidak nyaman.
"Anterin Iza pulang yuk Kak,"
"Tunggu bentar,,Kaka lagi ngga enak banget nih,"
"Apanya yang ngga enak,,"Beni lalu mengambil tangan Iza ,di arahkan nya ke adiknya,Iza lalu yang merasakan milik Beni keras kaget dan menarik tanganya.
"Bantuin Kaka bentar dong sayang,ngga enak nih,,"
"Bantuin ngapain,,ngga usah ngaco deh,,"
"Biar dia tidur,,"
__ADS_1
"Ya Tuhan Kak,,ngga mau,,tuh kamar mandi lebar,sana tidurin sendiri aja,"
Beni bukanya bangun untuk ke kamar mandi, Beni justru menarik Iza agar tiduran,lalu di tindihnya.
"Kak,,kamu ngapain,,kamu jangan macam macam ya kak,,"saat Iza mau bangun dan mendorong badan Beni,Beni lalu menahan kedua tangan Iza di atas kepala Iza.
"Kaka ngga akan macam macam,Kaka hanya minta tolong biar Adik Kaka tidur lagi,diam lah,"
"Tapi jangan seperti ini kak,,Aku mohon kak lepas,,Aku akan marah kalau Kaka terus memaksa,,"Beni yang takut Iza marah langsung melepaskan tanganya dan Beni lalu bangun ,Beni ke kamar mandi langsung.
Di kamar mandi Beni yang sudah pusing langsung bersolo ria,Iza merapikan pakeannya juga rambutnya,biar nanti Beni selesai langsung minta antar pulang.
Sambil menunggu Beni,Iza keluar dari kamar Beni dan duduk di sofa.
Beni yang sudah selesai ,lalu keluar dari kamar mandi,Beni sekalian mandi agar segar,Beni benar benar merasa pusing,karena Iza membuatnya gila.
Beni pakai baju dan celana,setelah itu keluar dari kamarnya,Beni yang melihat Iza duduk langsung mengajaknya pulang.
"Iya ,,kenapa,,"
"Ngga ,,nanya aja,,adik kaka udah tidur kan,,?"
"Udah,,kenapa,,kamu mau lihat,,"
"Ngga,,iihh takut,,,"Sambil Iza berjalan ke pintu.
"Takut aja sekarang,awas aja besok kalau kita dah nikah,pasti kamu akan minta nambah terus,,"sambil mengunci pintu.
Iza hanya tersenyum,Beni lalu merangkul pundak Iza,keduanya menuju lif.
__ADS_1
Torik dan Mamahnya tadi langsung pulang,Mamah ,Papah dan Tiya masih mengobrol di ruang keluarga.
"Mah,,Mamah udah kabarin Abang belum,biar nanti pas acara lamaran Abang sudah di sini,Abang kan sama istrinya selalu sibuk,,"kata Tiya.
"Iya Benar yang Kaka bilang Mah,kabarin Abang dari sekarang biar dia bisa luangkan waktu untuk datang,,"Papah ikut bicara.
"Ya Mamah coba telfon Abang yah,,"Mamah lalu menelfon Abang.
"Hallo Mah,,"
"Ya halo Bang,,Abang sedang apa,,?"
"Ini baru sampai di rumah,"
"Jam segini kamu baru pulang,,kamu tuh jangan terlalu ngoyo Bang,,kasihan badanmu dan juga istrimu,,"
"Abang tadi sore sudah pulang kok Mah,tapi tadi ada masalah sedikit di kantor,jadi Abang berangkat lagi,,Vivi juga selalu ikut kalau Abang pergi ke kantor,jadi tenang aja Abang tidak akan mengabarkan istri Abang,,"
"Oh gitu,,sukurlah,,kalau gitu,,ini loh adik adikmu besok malam Sabtu mau tunangan,jadi Abang sama Vivi harus hadir yah,,"
"Apa Tunangan,,serius Mah,,?"
"Ya serius lah bang,,"
"Ya udah nanti Abang akan usahakan ke Jakarta hari Jumat bersama Vivi,,"
"Jangan hanya usahakan,tapi harus yah Bang,"
"Iya Mah iya,,,"
__ADS_1
Telfon pun mati,Tiya dan Papah yang tadi mendengar perkataan Abang sudah lega karena Abang dan Vivi akan datang.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...