
Torik sudah sampai di rumah Tiya,lalu Torik turun dari mobil,Tiya yang dengar mobil.datang langsung keluar.
Tiya tersenyum saat melihat Torik yang sedang berjalan ke arahnya.
"Siang sayang,,,"sapa Torik pada Tiya.
"Siang Kak,,kita masuk dulu yuk,pamitan sama Mamah papah,"Torik menjawab iya.
Keduanya lalu masuk ke dalam,Papah dan mamah sudah ada di ruang keluarga.
"Siang Om,,Tante,,"Torik sambil cium tangan keduanya.
"Siang,,"jawab keduanya.
"Om Tante,Saya mau ajak Tiya kerumah saya,apa boleh,,?"setelah Torik duduk.
"Boleh,tapi jangan sampai pulang kesorean yah,"
"Iya Tante,,"
Torik dan Tiya lalu pamitan ,keduanya masuk ke mobil ,setelah itu Torik membawa mobilnya dan meninggalkan rumah Tiya.
Torik membawa mobilnya dengan pelan,lalu tangan Tiya pun di ambilnya untuk di genggam.
"Kak,,,Kaka tuh lagi nyetir,jangan tangan satu gitu ah,Tiya takut,,"
"Ngga papa ngga usah takut ,kan Aku bawa mobilnya pelan,"
"Kamu wisudanya kapan sayang,,?"
"Masih dua Minggu lagi,"
"Nanti setelah wisuda mau langsung kerja apa gimana,,?"
"Tiya mau langsung ke Surabaya Kak,,mau bantu kak Vivi di sana,,"
__ADS_1
"Oh iya,,nanti kalau Kaka ngga ada,kamu ngga boleh dekat dekat sama laki laki,walau itu teman jangan terlalu dekat,Aku orangnya pencemburu,,"
"Iya,,,tapi ngga janji,,"
"Kok gitu,,,"Torik yang mendengar jawaban Tiya langsung ngegas,Tiya tersenyum karena niatnya meledek .
"Kamu ngerjain yah,,"
"Kaka juga di sana ngga boleh Deket Deket sama wanita,,kita juga harus saling jaga perasaan dan saling percaya,"
"Iya sayang Aku tau,,"
Mobil Torik sampai di rumahnya,keduanya lalu turun,saat baru turun orang tua Torik dengan adik angkatnya mau pergi,mereka mau ada acara dengan keluarga calon suami adik ipar.
"Kita pergi dulu ya sayang,,"kata Mamah Torik ke Tiya.
"Iya Tan,,"
"Mamah dan Papah hati hati,,"kata Torik.
"Iya,,kalian juga jangan lama lama berduaan,takut ada setan yang lewat,,"
Lalu ketiganya masuk mobil,setelah mobil pergi Torik mengajak Tiya ke dalam.
Torik menggandeng Tiya langsung menuju ke kamarnya.
"Mba,,"teriak Torik.
Mba lalu mendekat,"Mba bikinin jus mangga sama kentang goreng yah,Trus antar ke kamar saya,,"
"Iya Den,,,"
"Makasih Mba,,"
Torik ke atas bersama Tiya lalu masuk ke kamar, Torik membuka pintu kamarnya ,Tiya mengikuti Torik masuk ke dalam.
__ADS_1
Tiya baru kali ini melihat kamar Torik,dan melihat ke sekeliling.
"Duduklah,,jangan berdiri terus,,"Tiya menuju sofa lalu duduk,Tiya melihat koper yang sudah di isi baju cuman belum di tutup.
"Sayang,,cincin sama jepit rambut yang dulu Aku kasih kamu masih simpan ngga,,?"sambil duduk di dekat Tiya.
"Masih,,Tiya masih simpan,kenapa memangnya,?"
"Syukurlah,,karena Aku pikir kamu sudah membuangnya karena menungguku lama,,"
saat keduanya sedang ngobrol, mba datang dengan membawa pesanan Torik.
"Makasih ya Mba,,,"
"Iya Den,,"
Mba keluar, Torik menyuruh Tiya untuk minum jusnya dan juga kentang gorengnya.
Torik lalu tiduran dan kepalanya di tidurkan di pangkuan Tiya.
Tiya sambil menyuapi kentang goreng ke Torik,keduanya sambil terus mengobrol.
"Apa nanti kalau kita nikah,kamu mau bareng sama Iza lagi Yang,kaya kemarin saat kita tunangan,?"
"Kalau keinginan Tiya sama Iza iya Kak,kita pengin nikahnya nanti barengan,apa Kaka tidak mau,,?"
"Kalau Aku,, asalkan bisa nikah sama kamu,ok ok aja,, mau bareng ayo sendiri sendiri ya ayo"
"Makasih ya Kak,,"
"Terimakasih buat apa,,?"Torik bangun lalu duduk.
"Untuk semuanya,karena Kaka tidak lupa dengan janji Kaka sama Tiya dulu,dan untuk cinta Kaka buat Tiya,,"Torik tersenyum.
Tangan Torik mengusap pipi Tiya,dan keduanya saling tatap,dengan pelan Torik makin mendekatkan wajahnya,dan bibir keduanya sudah dekat, akhirnya bibir keduanya menempel.
__ADS_1
Tiya memejamkan matanya,karena ini baru pertama kalinya Tiya di cium bibirnya,dan badan Tiya juga langsung dingin.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...