
Bimo yang ingin cepat menikahi Iza lalu bicara pada Papah dan Abang.
"Om,Saya ingin bicara masalah hubungan Saya dengan Iza,,"
"Ada apa ,,apa ada masalah dengan hubungan kalian,,?"
"Ngga ada Om,,kita baik baik saja,,"
"Syukur lah,,lalu ada apa,,?"
"Saya ingin menikah dengan Iza Om,apa boleh saya menikah dengan Iza Duluan Om,,?"Papah diam sesaat.
"Kamu ngga sabaran amat sih Ben,,Tiya itu kan kakanya Iza dan mereka juga kembar,siapa tau mereka mau menikah bersama,,"
"Aku takut buat Dosa Bar,,kaya ngga pernah rasain aja kamu, kalau kita sedang berdua sama pacar itu hawanya panas aja kan,,"Akbar hanya tersenyum.
"Om ngga bisa putuskan sekarang boleh ngga nya kamu nikahin Iza duluan,Om harus bilang sama Tante dan juga Tiya dulu,biar semuanya enak,,"
"Iya Om,,saya tau,,silakan Om bicara kan dulu,sukur sukur Tiya mau nikah bareng sama kita,,biar sekalian kan Om,,"Papah hanya mengangguk.
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam,Beni izin pulang ke hotel dulu.
Setelah berpamitan pada semuanya,Beni keluar rumah di antar Iza.
"Kaka pulang ke hotel dulu yah,,"
"Iya kak,,Kaka hati hati yah,,"
"Besok kita makan siang bareng lagi,,Kaka jemput,,"Iza mengangguk,Beni mengusap kepala Iza lalu mencium keningnya.
__ADS_1
"Istirahat jangan begadang,,"
"Iya,,"Beni masuk mobil,lalu mobil dengan pelan melaju meninggalkan rumah Akbar.
Pagi harinya,Tiya makin panas badanya,Mamah langsung memasang infus,di rumah Vivi juga kumplit alat alat kesehatan juga obat obatan,jadi tidak perlu ke rumah sakit.
"Kak,,kamu tuh kenapa sih,,kok tumben sakitnya lama,cerita sama Mamah siapa tau mamah bisa bantu,,"sambil duduk di pinggir ranjang.
"Kaka ngga ada apa apa kok mah,,"Mamah tersenyum.
"Mamah itu tau kamu sayang,,jadi kamu ngga usah menutupinya,apa apa hemmm,,"Tiya diam sesaat.
"Kaka lagi bete sama kak Torik,"
"Kenapa bete,coba cerita ke mamah,,"
"Kak Torik itu croboh mah,hp kan barang prifasi tapi kenapa hp kak Torik ada yang berani pegang,bahkan Kaka telfon bukan kak Torik yang angkat,tapi temanya dan temanya itu perempuan lagi,kesel kan Mah Kak jadinya,"Mamah tersenyum lagi,ternyata anaknya cuman sedang cemburu sampai sakit.
Mamah juga sambil menyuapi Tiya makan,Papah dan Iza sudah pergi ke rumah sakit bersama Vivi juga.
Sedang Abang pergi ke kantornya sendiri,sekitar jam 1 siang,ada tamu yang datang,Mba memanggil Mamah karena tidak mengenal tamunya.
"Torik,,kok kamu ada di sini,,kapan pulang ke Indonesia,,?"tanya mamah saat melihat Torik.
"Torik baru sampai Tante,Torik langsung ke Surabaya soalnya kuatir sama Tiya,,"Mamah hanya menggelengkan kepalanya melihat Torik yang kuatir dengan Tiya dan langsung datang ke Surabaya.
"Tiya memang sedang sakit,tadi Tiya cerita katanya sedang sebal sama kamu,gara gara Tiya telfon kamu tapi yang angkat wanita,"
Torik lalu menceritakan semuanya pada Mamah,Mamah juga sudah tau ceritanya dari Tiya ,lalu menasehati Torik.
__ADS_1
"Tiya sedang tidur,soalnya tadi baru makan dan minum obat ,"
"Apa Torik boleh melihatnya Tan,Torik sangat merindukan Tiya,,"
"Boleh,,Tiya ada di kamar atas yang sebelah kiri,naiklah Sanah,,"
"Iya Tan,,makasih,,,"Torik lalu naik ke atas menuju kamar Tiya.
Torik membuka pintunya dengan pelan,saat pintu terbuka Torik melihat Tiya yang sedang tidur dengan pulas,wajahnya masih pucat tanganya di pasang jarum infus.
"Sayang,,maafkan Aku,Aku tidak akan ceroboh lagi lain waktu,"kata Torik sangat pelan bicaranya.
Tiya ternyata merasakan kedatangan Torik,dari bau nya Tiya sangat faham.
"Kenapa Aku merasakan kak Torik ada di sini dan di sampingku,"di alam sadar Tiya berkata.
Tiya lalu dengan pelan membuka matanya,benar saja Tiya melihat Torik ada di depanya,Torik sedang duduk di pinggir ranjang.
Tiya terus menatap Torik karena Tiya pikir itu hanya bayangan.
"Sayang,,kamu sudah bangun,,?"Torik berkata sambil tersenyum dan mengambil tangan Tiya untuk di ciumnya.
"Apa ini bukan mimpi,,?"
"Bukan sayang,ini nyata,Ini Aku Torik,,"Tangan Tiya lalu di arahkan ke pipi Nya.
Tiya malah menangis,saat tanganya menyentuh kulit pipi Torik.
"Jangan menangis,Aku minta maaf karena telah membuatmu sakit begini,"Torik mencium kening Tiya.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...