
Torik sudah duduk di depan penghulu,lalu pak penghulu menyuruh pengantin wanitanya untuk keluar karena Ijab akan segera di mulai.
Mamah naik ke atas untuk memanggil Tiya,"Ayo sayang kita turun,Acara sudah mau di mulai,,"Tiya merasa deg degan dan menggenggam tangan Iza cukup kencang.
"Ngga usah tegang kak,,Kaka kan tinggal duduk aja,udah yuk,,"Iza mengajaknya bangun.
Lalu Tiya di gandeng Mamah dan Iza turun ke bawah,Semua nya melihat ke Tiya yang sangat cantik,Torik apa lagi melihat Tiya yang cantik melihatnya sampai tak berkedip.
Tiya duduk di sebelah Torik,dan Torik tersenyum bahagia ke arah Tiya.
Setelah Tiya duduk dan Pak Penghulu menanyakan kesiapan Torik,Ijab pun di mulai.
Papah Agung yang langsung jadi walinya,kemarin Iza dan sekarang Tiya,jadi Papah tidak lagi grogi dan bingung.
Torik yang memang sudah siap,dengan sekali tarikan nafas saja sudah langsung bisa mengucapkan ijab dengan lancar.
Dan para saksi langsung teriak SAH,,semua mengucap syukur.
Lalu Tiya dan Torik menandatangani buku nikah dan yang lainya.
Semuanya keluarga memberi selamat setelah Torik dan Tiya selesai tandatangan .
"Selamat ya Sayang,,semoga Kaka jadi istri yang baik,dan nurut sama suami,"Mamah yang pertama memberi selamat.
__ADS_1
"Semoga rumah tangga Kaka selalu di beri kebahagiaan dan sampai kakek nenek,"gantian Papah.
"Selamat ya Kak,,semoga Kaka jadi istri yang bisa di banggakan suaminya,"kata Abang.
"Selamat ya Kak,,semoga Kaka masih seperti Kaka sebelumnya yang saat belum menikah,ngga berubah sama Adek,,"kata Iza.
Tiya menangis haru saat keluarganya memberinya selamat,memang beda suasananya dengan pernikahan Iza kemarin,mungkin karena Iza acaranya seperti di buru buru.
Semuanya selesai memberi selamat lalu lanjut ke acara makan makan.
Tiya dan Torik duduk bersama anggota keluarga,dan menikmati makanan yang sudah di hidangkan di meja.
"Kaka mau makan ngga,,?"tanya Tiya.
Semuanya tersenyum mendengar perkataan Akbar,"Benar kata Abang sayang,,jangan panggil Kaka ke suamimu yah,,"kata Mamah.
"I,,iya Mah,,"Tiya terlihat malu.
"Adek aja udah ngga panggil Kaka lagi,sekarang Adek panggilnya Mas,,Mas Beni,,"Iza bicara nya sedikit di buat buat.
"Ya udah sekarang kita lanjut makan,nanti keburu dingin ini masakan,,"kata Papah.
"Mari besan kita makan,,jeng,,ayo makan,,"Mamah mempersilakan makan pada besanya.
__ADS_1
"Ingat nanti sore kita berangkat ke Hotel yah,Adek harus istirahat biar nanti malam ngga ngantuk dan capek,,"
"Siap Mah,,"
"Mah,,Abang sama Vivi duluan ke Hotel yah,biar Vivi istirahat di sana,kalau di sini Vivi pasti gerak aja,ngga mau diam,Abang ngga mau Vivi kecapean,,"
"Mas,,tapi Vivi pengin di sini aja dulu,kita berangkat bareng aja Napa sih,,di sana pasti sepi,,"Vivi protes memang Akbar sangat posesif.
"Iya Bang,,kasihan Vivi,kita berangkat bareng aja,ngga baik juga kalau ibu hamil tertekan,,"kata Mamah.
"Enak yah ada yang belain hemmm,,ya udah kita berangkat nanti sore ke Hotelnya,tapi kamu ngga boleh banyak gerak,jangan sampai kecapean,Mas ngga mau lihat kamu sakit,"
"Iya Mas,, makasih yah,,"sambil tersenyum.
Acara makan selesai,satu persatu para tamu pamit pulang,begitu juga dengan pak penghulu bersama rombongannya.
Mamah dan Papah Torik juga pulang dulu,dan nanti sore baru berangkat ke Hotel.
Sekarang tinggal keluarga inti semuanya,Papah menyuruh Tiya dan Torik istirahat,begitu juga semuanya,Abang menggandeng Vivi masuk ke kamarnya,Sedang Iza langsung menggelayut manja ke Beni berjalan ke kamar,Tiya dan Torik yang masih malu malu.
Keduanya naik ke atas dengar rasa senang dan bahagia,sambil bergandengan tangan,Mamah dan Papah melihat anak anaknya yang sudah mempunyai pasangan sendiri sendiri tersenyum bahagia.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1