Cerita Cinta Dua F

Cerita Cinta Dua F
Iza Merajuk


__ADS_3

Di kamar Torik dan Tiya sama sama diam,keduanya malah malu dan canggung,Torik dan Tiya duduk di pinggir kasur .


"Kak,,,"kata Tiya pelan, akhirnya Tiya yang mengeluarkan suara,Torik menengok.


"Kaka ngga ganti baju dulu,,?"Torik tersenyum.


"Kamu saja dulu yang ganti, kamu pasti udah ngga nyaman pakai baju seperti itu kan,"Tiya hanya mengangguk.


"Sanah kamu ganti baju duluan,nanti baru Aku,"


"Baiklah Kak,,Tiya ganti duluan,"Tiya berjalan menuju lemari dan mengambil baju .


Tiya masuk kamar mandi untuk ganti baju,Torik tersenyum karena merasa aneh pada dirinya sendiri,kenapa jadi canggung kata hatinya.


Tiya sudah selesai ganti baju,lalu membersihkan wajahnya dari bekas dandanan,Torik masih menunggu Tiya di kamar sambil tiduran.


Tiya sudah selesai tapi merasa malu mau keluar dari kamar mandi,karena sekarang setatus nya sudah berbeda.


Torik lalu bangun dan mengetuk kamar mandi karena lama Tiya ngga keluar.


"Sayang,,kamu lama amat di dalam,,sudah ganti baju apa belum sih,"sambil mengetuk pintunya.


Tiya menjawab,"Iya Kak,,Tiya udah selesai kok,"Tiya lalu membuka pintu kamar mandi.


"Kamu ganti baju kok lama banget sih,"Tiya tersenyum tipis.


Torik dan Tiya lalu menuju kasur lagi untuk duduk.

__ADS_1


Torik membuka bajunya,Tiya melihatnya langsung menunduk,Tiya rupanya merasa malu,dan Tiya menundukkan kepalanya.


Ini pertama kalinya Tiya melihat Torik ganti baju,setelah baju terlepas sekarang celana panjangnya,Torik hanya pakai celana pendek.


"Yang,,kamu bisa mijit ngga,,pijitin punggungku yah bentar ,nih pada pegel,,"Tiya hanya mengangguk.


Torik lalu tengkurap,dan Tiya ambil minyak urut di meja riasnya,Dengan pelan Tiya memijiti Torik.


Pijitan Tiya di punggungnya sangat enak,membuat Torik keenakan.


Lama lama Torik malah tertidur karena memang semalam kurang tidur,Tiya menghentikan pijitannya saat Mendengar dengkuran halus dari Torik.


Tiya lalu menyelimuti Torik karena Torik tidak pakai baju takut dingin.


Tiya ikut tiduran di samping Torik,dan terus menatap wajah Torik ,"Akhirnya kita sudah menikah Kak,setelah kita melewati waktu panjang untuk menunggu saat ini,"Kata Tiya dalam hatinya berkata.


Sedang di kamar sebelah,Iza dan Beni juga sedang tiduran,mereka tidak tidur karena semalam sudah tidur dengan cukup,mereka sedang mengobrol.


"Mas,kita ikut bulan madu sama Kak Tiya yah,"


"Tapi kamu lagi hamil sayang,kamu ngga boleh cepek,Trus Mas juga ada kerjaan yang harus di selesaikan secepatnya,,"


"Tapi kan Aku pengin ikut Mas,masa kita ngga bulan madu sih,,"


"Tapi kan kondisinya sekarang beda,kamu lagi hamil muda sayang,,"


"Tapi Aku kuat kok Mas,,Aku sehat,pokoknya Aku mau ikut bulan madu,"Iza matanya sudah memerah ingin menangis,Beni sudah membuang nafas kasar karena Iza pasti akan merajuk lagi.

__ADS_1


"Ya Tuhan kenapa Iza hamil jadi gini sih,,benar benar bikin pusing ini kepala,,"hati Beni berkata.


"Ya udah kita ikut bulan madu,,tapi ada syaratnya,,"


"Apa,,,?"


"Harus seizin Mamah dan Papah,kamu harus cek kandungan mu dulu ,apa bisa ikut bulan madu ngga,karena kamu sedang hamil muda,"


"Iya,,nanti Aku bilang Mamah dan Papah,,"


"Ya udah sekarang kita tidur siang yah,,"


"Jangan dulu Mas,,Iza pengin ,,"


"Pengin apa,,jangan macam macam ingat kata Mamah,kita belum boleh,dan jangan mancing mancing Mas,"


"Aku pengin di cum*bu Mas,,"Beni bukanya senang,tapi justru takut Khilaf nantinya.


"Yang,,,bukanya Mas ngga mau,tapi Mas Takut,,"


"Takut kenapa sih Mas,,kita kan udah nikah,,ayo Mas,,"sambil Iza memeluki Beni dan menciuminya.


Beni akhirnya kalah juga pertahanannya saat Iza dengan akr*esifnya menciumi bibirnya.


***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


Maaf kmrin ngga Up,,tangan ku kemarin terkilir***,,

__ADS_1


__ADS_2