
Tiya yang mendengarkan perkataan Mamahnya langsung kaget,karena setau Tiya om Aldo itu punya anak satu doang,ya itu Torik.
"Apa dia kembali karena mau bertunangan,kalau iya kenapa dia menyuruhku untuk menunggunya,kenapa kamu jahat sekali kak sama Aku,"Tiya bicara dalam hatinya,sampai air matanya jatuh di pipinya.
Tiya langsung buru buru mengusapnya,"Mah,,Kaka pulang aja yah,tiba tiba kaka merasa pusing kepalanya,"
"Kaka sakit,coba mamah periksa sinih,"
"Ngga usah Mah,Kaka mau istirahat aja,"
"Ya udah Kalau gitu,tapi kalau kepalanya masih pusing terus Kaka minum obat yah,pulangnya di antar Pak supir loh,,"
"Iya Mah,,"Tiya pun keluar dari ruang Mamahnya dan langsung pulang ke rumah,di mobil Tiya diam sambil melamun.
Di lain tempat Beni hari ini akan pulang,Zee dan Iza sedang berkemas,Papah tadi setelah menyelesaikan administrasi langsung pergi ke kantor polisi,karena polisi menyuruh papah Beni datang,rupanya polisi sudah menangkap dalang dari penusukan Beni.
Zee mengambil kursi roda,setelah dapat Zee dan Iza membantu Beni untuk duduk ke kursi roda.
Ketiganya langsung pulang ke rumah,sampai rumah Beni di bantu turun dari kursi roda menuju kasur,Beni tidur di kamar nya tamu.
"Kak,Aku pulang yah,,"
"Kok pulang,,nanti dulu lah,Kaka baru sampai rumah,"
"Biar Kaka istirahat,,besok Aku ke sini lagi,"
__ADS_1
"Ya udah,,hati hati di jalan yah,,cium dulu,,"
"Ada Zee Kak,malu kalau dia lihat,,"
"Zee lagi keluar ini,cium dulu udah seminggu lebih kamu ngga cium Kaka,"Iza pelan mendekat ke Beni,Iza Lalu mencium pipi Beni,saat bibir Iza masih menempel di pipi Beni,Papah pas masuk ke kamar,Papah pun melihat Iza yang sedang mencium pipi Beni.
Hemmm...
Papah berdehem,dan keduanya langsung menengok,keduanya kaget melihat papah yang ada di kamar.
Iza langsung berdiri tegak dan menunduk karena malu,wajahnya pasti sudah memerah,"Kak Iza pulang yah,"Beni mengangguk.
"Om Iza mau pulang dulu,permisi,,"Iza sambil berjalan kearah papah,lalu cium tangan dan keluar dari kamar Beni dengan cepat.
"Iya Pah,,"jawab Beni.
"Dari kapan,,?"
"Sudah mau 4 tahun,,"
"Lama juga,,Papah sampai ngga tau,"sambil duduk di pinggir kasur.
"Papah kan selalu sibuk,Mauna tau,,"
"Ya papah sibuk juga buat kalian,"
__ADS_1
"Beni sama Zee sudah besar Pah,Beni sudah kerja,Zee juga sudah mau sidang skripsi,jadi Papah jangan terlalu sibuk cari uang,pikirkan kesehatan papah sudah makin tua,"
"Papah akan istirahat bekerja,kalau kamu mau memegang perusahaan ,"
"Pah,,"
"Kalau kamu ngga mau ,papah akan terus bekerja,,jadi kamu ngga usah komentar,"Beni pun diam.
"Iza itu adiknya Akbar yang suka almarhum Kakamu kan,?"
"Iya,,"jawab Beni.
"Ya sudah kamu istirahat lah,tadinya papah mau bicara masalah penusukan mu,tapi Papah capek,jadi nanti saja bicaranya,,"Papah keluar dari kamar Beni.
Tiya sampai di rumah,Tiya langsung menangis di kamarnya.
"Kenapa kamu jahat padaku,katanya Aku di suruh menunggumu,tapi kenapa kamu pulang justru mau tunangan dengan orang lain,kamu jahat ,,kamu jahat,,"Tiya terus saja menangis.
Iza membawa mobilnya cukup cepat menuju rumah,saat di lampu merah mobil Iza berhenti,Mata Iza menengok ke samping,Mata Iza melihat sosok orang yang pernah dia suka sedang membuka kaca mobilnya,dia memberi uang ke anak kecil yang sedang minta minta.
Di mobil laki laki itu tidak sendiri,ada wanita cantik bersamanya.
"Mataku ngga mungkin salah lihat kan,,"sambil mengusap matanya.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1