
Mama Nay dan papa Santo udah tiba di rumah mereka. Rumah tampak sepi menandakan penghuninya belum lengkap.
" Selamat pagi menjelang siang pak Bu??" security rumah mereka menyapa sembari membukakan gerbang.
"Siang pak. Alicia belum pulang ya pak??"
" Belum pak, non Cia kan sekolah. Ini masih terlalu pagi pak" jawabnya kemudian.
" Owh ia. makasih ya pak!!!
Mobil mewah itupun memasuki pekarangan rumah dan bertengger di garasi nan luas itu.
Keduanya kompak turun dari mobil dan segera disambut art di rumah itu.
" Siang nyonya tuan"
" Siang bi.. hari ini saya aja yang masak ya. bibi ga usah repot-repot. cukup sediakan semua perlengkapan nya aja"
" Baik nyonya!!" Pelayan itu pun bergegas kebelakang melakukan seperti perintah nyonya rumah itu.
" Pah ,mau nge teh sembari menunggu nona muda itu!" ujar mamah nay sembari membawakan nampan di atasnya ada dua gelas teh dan satu toples camilan.
" Boleh dong mah. Di depan aja Yog. Biar nona nya kelihatan klo dah pulang, kita lihat bagaimana ekspresi nya" senyum papah Santo dengan manisnya.
"Baiklah sesuai keinginan tuan besar" goda mamah nay. Meski keduanya sudah lumayan berumur tapi sikap mesra keduanya tak pernah luntur. apalagi kasih sayang nya dengan putri semata wayangnya Alicia. Meski jarang di rumah,tapi selalu mengusahakan quality time,sungguh keluarga yang sempurna.
Baru aja mereka duduk di depan rumah , suara motor terdengar memasuki pekarangan rumahnya..
" Alicia... Dengan siapa dia? benak nay sambil memperhatikan gerak gerik kedua nya.
" Makasih Yan.. Ga mampir dulu nich!! ujar Alicia begitu dia turun dari boncengan Ardian.
"Kek nya ga usah deh Lic. ga enak sama tetangga, masa anak gadis orang bertamu sendirian. Takutnya fitnah,lain kali aja ya!!" sahut Ardian sambil membuka helm yang digunakan Alicia dengan hati hati.
Dan kejadian ini tak luput dari tatapan dua pasang mata yang mengawasi mereka dari tadi. Dan salah satu nya udah mendekat dengan mereka.
" Klo ada mamah dan papah di sini gak bakalan fitnah kan Lic!! Sang mamah menjawab keraguan Ardian tadi. spontan aja putri nya melongo.
__ADS_1
" Mamah... Lo mama pulang, kangennnn" teriaknya sambil memeluk mamanya erat banget melepas rindu seolah olah udah tahunan ga bertemu.
" Papah ga dikangeni ceritanya ini!!! sang papa juga mendekat dang nimbrung.
"Papa juga pulang. Alic kangen dong sama papa. banget malah. klo boleh jangan tinggal tinggalin alic lagi deh. biar jadi keluarga yang utuh.."
" Aduh duhhh sayang banget nih" sang papa memeluk putrinya dengan sayang dan mengecup keningnya.
" Udah ah masa kangen kangenan di halaman ,di rumah dong. Udah Yog masuk ke rumah" ajak sang papah. Kemudian dia melirik kebelakang.. " kamu siapa?""
Yang ditanya langsung gugup." agh masih jadi teman biasa aja gue udah segugup ini menghadapi ortunya. bagaimana nantinya" batin Ardi.
" Siang om Tante.. saya Ardian teman sekelasnya Alicia?? jawabnya dengan sedikit terbata bata karena melihat tatapan tajam papa Alicia.
" Sopan juga dia!!" benak sang mama.
" Yakin cuman teman?? "selidik sang mama. Dan Ardian hanya mengangguk saja.
"Baguslah. Saya pikir tadi malah kamu ojek anak saya!!" sarkas Santo tanpa rasa bersalah. sebenarnya sengaja untuk melihat ekspresi anak muda di depan nya itu.
" Terima kasih om. lebih berharga dari pada harus disebut maling disini!!"angguk Ardian sembari tersenyum dengan lembutnya.
" Udah nanti aja berdebat nya. Masuk Yog Lic ,
pah ajak Ardian masuk" perintah sang istri Naysilla,yang tak bisa dibantah kalau tidak mau mendengar omelan 24 jam full.
Santo mengikuti langkah istrinya. tapi Ardian masih berdiri terpaku ditempatnya. Dia bingung harus bagaimana,sampai papa Santo berteriak..
" Klo kamu masih berdiri disitu, kamu gak bakalan om izinkan membonceng ,mengantar,bahkan berteman dengan Alicia" seru sang ayah. Ardian langsung mendekat begitu mendengar teriakan lelaki paruh baya itu.
" Tapi om!!
"Maafkan ucapan om tadi. Hanya salam perkenalan. Jangan dimasukkan ke hati Ardian.
Om tahu kamu anak yang baik. Alicia bahkan cerita banyak tentang sahabat nya.Om hanya membuktikan ucapan putri om. katanya sahabatnya,teman temannya yang terbaik. hari ini om tahu sebagian besar dari omongan nya itu adalah benar!!. jelas sang papa
Ardian hanya mendengarkan lelaki itu,dan sesekali mengangguk,yang tak luput dari penglihatan dua wanita yang sudah dirumah menunggu mereka.
__ADS_1
" Nggak apa apa om. Seorang ayah memang mencintai putrinya lebih dari apapun. Dan saya yakin itu adalah salah satu bentuk kasih sayang om sama Alicia!! jawab Ardi lugas.
"Saya suka pandangan mu. Sepertinya dari caramu memperlakukan Alicia ,om tahu kamu memiliki rasa yang lebih dari sekedar teman untuknya!! tebak sang ayah. Dan lihatlah reaksi Ardian tak dapat ia sembunyikan.
" Maafkan kelancangan saya om. Saya akan memikirkan nya kembali!!" jawab Ardi dengan gugup dan wajah yang sudah merah padam." mati aku,aku udah seperti diintrogasi sama calon mertua" batinnya.
"Hah... berpikir kembali!! apa lagi yang ingin kau pikirkan?? Om akan ada dipihakmu!!
" Apa??Saya gak ngerti maksud om. lagian saya belum mendapatkan hati Alicia om!! jawab Ardian
" Kamu hanya terlalu menutupinya. Padahal om aja bisa merasakan nya. udah ayog nanti Alicia berpikir om macam macam lagi sama pujaan hatinya!! ujar Santo sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Ardian yang melongo dengan penjelasannya.
" Papah lama amat!! Ngomong apa aja sama Ardi. jangan macam macam papa lho." tanya sang istri.
" Papa ga aneh aneh kan. Ardi itu teman Alicia papa bukan tukang ojek seperti pikiran papa!!. kalau papa sampai ngomong macam- macam Alicia marah sama papa" ancam Alicia.
"Papa ga ngomong apa-apa kok ma, Lic tanya aja Lo ga percaya!!.jawab sang ayah."kamu lihat Ardian baru berapa menit kamu disini sudah membuat dua wanitaku berpaling dariku. kalau sampai kamu membuat mereka menitikkan air mata om ga bakalan maafin kami!! bisiknya tepat di telinga Ardian.
" Tuh kan, papa bisik bisik lagi.. Alicia benaran marah lho ini pah!! "Rajuk nya.
"Alicia. Dengarkan papa.Papa ga ada aneh aneh sama teman mu itu. sekarang kamu ga percaya sama papa lagi ceritanya ini.. Apa gegara dia!! haaa!!!!" sang papa mendekat ke Alicia dengan menaikkan alis sebelah.
" Papa curang. ngapain itu mata naik sebelah!! udah ah Alicia kalah. papa menang!" Alicia mengalah dari papanya. lagian dia tau papanya seperti apa.Pasti gak bakalan aneh aneh juga.
dia berjalan kearah belakang dan balik dengan dua gelas minuman di atas nampan.
" Minum dulu yan.. Ga usah dengarin omongan papa ya. papah memang gitu orangnya. ga usah dibawa kehati!!'
"Sayang.. masa ia pemikiran kamu jelek terus sich sama papa!! Lagian papa yakin ko Ardian pasti ikut maunya papa!! ia kan yan ?? celetuk sang papa lagi.
"Awas aja klo sampe papa aneh aneh!!
Alicia bahkan udah dengan muka sangarnya.
disaat seperti ini
" bahagia sekali keluarga mereka. mungkin kalau ibu masih ada,kami juga pasti bahagia..
__ADS_1
Alic andai kelak kita sudah dewasa kamu mau gak ya membuat keluarga bahagia seperti ini!! Aku sangat memimpikan itu" batin nya.
Setelah bercerita banyak, Ardian pamit undur diri dari rumah itu. Dengan hati yang perasaan sedikit lega. Bagaimana tidak mama dan papa Alicia sudah memberikan lampu hijau buatnya. meski demikian dia masih harus berusaha keras mendapatkan hati pujaan nya itu, apalagi sekarang sudah terang terangan ada yang menjadi rivalnya siapa lagi Rivaldy sang ketos yang mereka kenal sangat dingin selama ini,tapi bisa bersifat hangat dengan Alicia. " ok mari kita berjuang secara sehat, meski udah menang selangkah .hmmm " human Ardian di atas motor nya..Dan dengan perlahan meninggal kan rumah bak istana itu menuju kediaman nya,bersama sang ayah dan saudaranya.