Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
34


__ADS_3

Hari ini terjadi drama mengharukan dirumah sederhana itu. Sang ayah tampak menangis haru. Masih merasa berat melepaskan kedua putranya jauh darinya.


" Sudah kalian berangkat lah. Ayah tidak mau makin sedih. Lagian kalian nanti bisa terlambat. Ingat lah tujuan utama kalian disana! Nasehat ayah Arvin.


" Ayah ....


" kami akan sangat merindukan ayah. Pokoknya ayah harus baik baik aja. Kami akan pulang dengan kebahagiaan. kami janji ayah. Jagoan ayah sebentar lagi akan mewujudkan mimpi ayah!


" Ia. Jadi ayah tak perlu meragukan nya. kita pasti melakukan yang terbaik. Dan ketika waktu itu tiba, kebahagiaan itu pasti menghampiri"


" Ayah sangat menantikannya. sekarang bergegaslah. Jangan sampai kalian ketinggalan pesawat "


" Ayah yakin, tak mengantarkan pangeran ayah??


" Tidak. lagian ayah yakin, gadis cantik semalam sudah menunggu kalian" goda sang ayah.


" Ayah bisa aja. Kalau begitu kita berangkat ayah"


Ardit dan Ardian meninggalkan sementara rumah penuh kenangan dan kasih sayang itu. Sebenarnya cukup berat. Tapi ini adalah jalan untuk menuju kebahagian yang mereka impikan.


" Jangan melamun bang!! Segitu gak ikhlas nya ninggalin Kaka ipar" goda Ardit.


" Ckkk.Aku kepikiran ayah "


" Tenang aja. aku udah minta Stefi sama Kaka ipar buat nengokin ayah selama kita disana "


" hmmm "


" Trus mikirin apa lagi! Bukannya Al ikut ngantarin ke bandara ya ??


" Justru itu. Aghh aku pasti dimusuhi sama mereka,paling tidak untuk 4 tahun ini. Kurasa dia pasti cerita sama kamu "


" Mereka mau buat kejutan besar katanya "


" Kejutan besar yang menyiksa aku Dit. Aku yakin mereka pasti marah besar nanti. Ckkk kenapa sich mereka punya ide gila itu. Trus kenapa cuman aku. kenapa ga kamu aja.!!"


" Udah lah bang. Jalani aja. Aku akan obati lukamu nanti!!"


" Kau menghiburku???

__ADS_1


" Tidak. itu hanya pernyataan "


" Ckkk kalimatmu tak membantuku sedikitpun. Diamlh. aku mau fokus."


"Terserah Abang ajalah"


Dibandara


Sahabat sahabat mereka sudah nyampe duluan disana.


" Yang mau berangkat siapa sich sebenarnya. kok bisa belum nongol juga " protes Ariska.


" Paling bentar lagi nyampe sayang. sabar aja!! ucap Andre sambil menenangkan kekasih nya itu.


" Tapi benar juga lho guys. Keknya yang ga sabaran berangkat itu, kita nich " Vanesha juga ikutan protes akhirnya.


" Udahlah Cha, tinggal nunggu aja. Kita tunggu disana Yog. ada minimarket tuh. Aku lapar dari rumah ga sempat sarapan!! ujar Yolana.


" Udah kalau gitu "


Mereka akhirnya memutuskan untuk keminimarket dulu sembari menunggu Ardian datang. Dan saat itu juga Ardit dan Ardian nyampe di lokasi. Ardit langsung masuk kedalam.. Biar tidak ketahuan.


" Btw stefi ko ga ikutan ? Bukannya semalam dia yang paling antusias ya ngantarin Ardian." tanya Vanesha begitu menyadari stefi tak ada disana.


" Katanya sih malas kesini. tadi pagi udah gua ajak ko." jawab Yuda. sambil ucapan stefi terulang di memori nya " Besok aku gak ikut ka. udah ada Alicia. Lagian kami udah berdamai ko. jadi biar Alicia aja yang disana " semalam itu jawaban stefi.


" owhh...."


Mereka manggut-manggut. seolah olah paham apa yang terjadi. mereka pikir stefi ga sanggup melihat Ardian dan Alicia.


" Hai kalian udah disini ternyata. Makasih ya semuanya dah meluangkan waktu untuk mengantarkan aku " Ardian datang menemui mereka.


" Santai aja kali Yan. Kita kan sahabat " ucap Rivanno .


" Oh ia kita foto Yo sebelum Ardian berangkat " usul Ariska.


" Ia. hitung hitung nanti Ardian pulang udah jadi CEO ga kenal kita, bisa ditodong sama bukti foto!" canda Vanesha.


Seketika mereka rame pengen foto. Tentu aja Alicia akan melancarkan rencana mereka. Al sudah berdiri tepat disamping Ardian, dan tanpa perduli sekitar dilingkarkan tangannya di lengan Ardian.

__ADS_1


Sesungguhnya jika tidak dalam keadaan seperti ini,Ardian sangat senang menerimanya. tapi ini. " aghh Al kamu malah memperparah keadaan " batinnya dan disambut senyum misterius Alicia. kalau udah kek gini, Ardian mati kutu udah.


Dan pose mereka itu tak lepas dari pandangan sahabat sahabat nya. Dan yang pasti banyak pertanyaan diantara mereka.


" Yan ,kamu Setega itu sama stefi. aghh aku bahkan belum percaya sampai detik ini! batin Yuda.


" Hahh apa benar ini Alicia? satahuku dia ga punya sifat kayak gitu. Tapi kali ini?? seperti orang asing aja!! Yang cewek ngebatinnya gini.


" Sebentar lagi take off. Aku harus boarding pass. Terimakasih semuanya. sampai bertemu kembali " pamit Ardian.


" Hati hati "


Ardian mengangguki ucapan para sahabat nya. baru aja dia berbalik...


" Ardian tunggu!! " Seru Al dia berlari dan memeluk Ardian dihadapan sahabat sahabat nya.


" Al mereka akan salah paham sama kamu juga " bisik Ardian.


" Aku akan menanggung nya bersama denganmu. Sebagai balasannya kembalilah sesuai impianmu " jawab Al


" hmm baiklah. bantu doa nya tuan putri!" Ardian mengusap lembut kepala Al dan mencium keningnya." aku pergi ya!.


Adegan itu tak lepas dari pandangan mereka. Tentu saja mereka sudah berasumsi sendiri.


Ardian berlalu dan dia segera menemui Ardit.


" Kenapa lama sekali? Untung aku udah check."


" Al benar benar mengikuti ide konyol kekasihmu itu. aghhh kau tahu tatapan mereka seolah membunuh ku"


" Hahaha. anggap aja ini ujian Abang!!


" Ujian katamu! kau pikir kita masih SMA ha..."


" Ujian cinta bang"


" Kayaknya kamu paham sekali tentang cinta. huhh udah Yog masuk udah boarding tuh."


" Baiklah "

__ADS_1


hari ini mereka berpisah sementara dengan tujuan yang indah untuk masa depan mereka..


mari kita doakan supaya cita cita mereka tercapai semuanya


__ADS_2