
Disinilah mereka, taman bermain. Meski sederhana tapi cukup romantis lah buat pasangan muda yang lagi kasmaran itu.
Mereka benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan quality time. Mengingat besok kedua pria itu akan terbang ke negeri jauh ,itupun untuk masa depan juga kan.
kebahagiaan sangat tampak di wajah mereka. Banyak permainan yang mereka ikuti,bahkan sampai benar benar puas.Tawa dan canda selalu terdengar diantara mereka.
Setelah puas bermain-main mereka mencari tempat beristirahat yang nyaman,jauh dari suara berisik yang dihasilkan wahana itu. Masih dilokasi taman ,tapi sedikit menjauh.
" Besok yakin kamu ga mau antarin ke bandara"
" Yakin lah Dit. Aku gak mau ambil resiko, nanti kalau aku sampai nangis dan sedih gimana? Kamu mau ninggalin aku dalam keadaan terpuruk begitu ?
" Ya jangan nangis dong, kamu harus tersenyum biar aku semangat nanti nuntut ilmunya "
" Emang ada ya orang yang ditinggal pergi orang yang disayangi bahagia gitu!"
" Uluhhh sosweet banget sich. Tapi aku pengen tau, dilihatin sama kamu, lambaian tangan kek sinetron gitu,manis banget tau "
" hah sejak kapan penikmat sinetron, bukannya di otak kamu itu, buku Mulu ya " sindir stefi.
" sesekali butuh refreshing juga kali fi! masa ia buku Mulu. "
" Hehehe. maaf. Tapi kamu belajar yang rajin ya disana. Aku ga mau harus menunggu lebih lama lagi. Ini aja aku udah berusaha susah payah Lo. 4 Tahun bukan sebentar lho Dit "
__ADS_1
" Ga lama kok. Empat tahun doang masa kalah. Naklukin kamu aja 1000 hari ga luluh juga " canda Ardit.
" Jangan diingetin. Malu tahu ,karena sebenarnya dari awal kita kenalan waktu Moss itu aku udah kawal sebenarnya " nostalgia kan jadinya.
" Masa ia!! Serapat itu kamu bisa nyimpan dari aku! "
" Namanya juga perempuan. Nggak mungkin juga nyosor duluan kan. Lagian aku tahu kamu lagi berjuang untuk beasiswa kamu sejak semester genap kelas X waktu itu. Jadi, ya aku pantau aja sampai hari itu dapat info dari bang Yuda sama ka Yolana. Mereka cerita panjang kali lebar sama aku. Katanya cewek yang disukai dia malah perfect, kamu mah ga ada apa-apa bilang bang Yuda. wah Insequre banget. sampai aku penasaran,dan mengikuti mereka kelapangan waktu itu. Nah dan terjadilah kemarin, kesalahpahaman yang bahkan kamu ikut menciptakannya." stefi mengingat kembali semuanya.
" Maafkan aku. Tapi sejujurnya aku bahkan ga ngerti sama sekali sama kemarahan kamu waktu itu. Karena aku ga kepikiran sedikit pun kearah sana. Padahal aku juga sering Lo cerita sama Ardian. tapi kok bisa jadi nge blank bareng gitu !!"
"Sudahlah. Yang pasti sekarang semuanya sudah berjalan dengan baik. Berusahalah sebaik mungkin disana. Bukan demi aku Dit, tapi demi keluarga kamu. Demi kebahagiaan ayah kalian. Aku yakin bahkan beliau sangat ingin kalian berhasil. Percayalah ,aku ga pernah memandang kamu dari segi materi. Tapi aku minta berjuanglah untuk masa depanmu nanti!"
" Pasti fi, akan berjuang. untuk keluargaku, terutama ayahku. Dan sekarang aku punya kamu, untuk kuperjuangkan juga. Tapi kamu bakal nungguin aku kan fi "
Ardit sangat tersentuh dengan kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut kekasihnya itu. Digenggamnya tangan stefi dengan hangat, erat juga,merogoh kantongnya dan mengeluarkan sesuatu,
" Apa ini "
" Ini hadiah dari ibu kami dulu. Simpanlah, nanti kalau kami pulang, aku akan menyematkan nya di jari manismu " jelas Ardit. dan segera ditubruk badannya oleh wanita didepannya itu. Meski sedikit terkejut, tapi dia membalas pelukannya." Aku menyayangimu fi. sangat menyayangi mu. Jadi bertahanlah untuk ku."
" Terimakasih untuk cinta ini Dit. sekarang aku nambah daftar pria yang kucintai "
Mereka melepaskan rasa yang mereka pendam selama tiga tahun ini.
__ADS_1
" Bisa minta tolong fi "
" Minta apa "
"Selama kami pergi, bisa sesekali kalian lihat ayah. aku takut beliau terlalu bersedih "
" Pasti Dit. aku akan ajak Al kesana "
" Terimakasih sayang " ucap Ardit, mengelus lembut rambut gadis itu. Mengecup keningnya.
" Ayahku sudah pengen mantu soalnya. dari kemarin kita diketawain ga laku " kekehnya. suasana romantis yang dibuatnya buyar seketika karena ulahnya.Stefi malah ga peduli. dia masih menggelayut manja di pelukan Ardit.
" Kita pulang Yog. udah hampir gelap. Besok ga boleh telat kami. nanti ketinggalan pesawat "
" Owh ia. Tapi besok aku ga datang ya. biar mereka berenam yang antar kalian."
" Yakin ga cerita sama bang Yuda mu itu!!
" Yakinlah. biar mereka kebakaran jenggot sendiri. kalau boleh besok sekalian aja kamu ga usah muncul aja. Biar kelak mereka takjub " saran stefi.
" Baiklah tuan putri. sesuai ucapanmu"
" Hahh benarkah!! Jadi ga sabar menunggu. Aku mau lihat ekspresi marahnya nanti sama Ardian, aku harus bujuk Al sama rencana ini, itung itung pelajaran juga buat kalian " tawanya jahat banget ya.
__ADS_1
"Ckkk. kamu masih saja ga terima ternyata."