
Dibelahan bumi lain Ardit asyik menggoda abangnya yang baru saja meletakkan hp nya setelah selesai menghubungi kekasihnya itu. Ardian memang terlihat kaku menunjukkan perasaannya. tidak seperti Ardit yang slengean. to the point. Memang sejalan dengan Stefanie.
" Kupikir kau tak bisa mengucapkan kata romantis seperti itu '
"apa maksudmu? kau ingin tangan atau kaki "
" Agh masa becanda aja tak boleh. Eh tadi siapa katanya yang mau nikah itu ?
" Andre sama Ariska, kenapa?? ga sabar juga pengen nikah "
" siapa bilang. Aku kuat kok menunggu abangku mulai beraksi nanti ''
" Aku usahakan pulang. kalau kau mau uruslah dari sekarang. Kau sudah tak sabar bertemu belahan jiwamu itu kan "
"Kalau aku tak ingin pulang "
" Kau kupaksa pulang."
" kau takut mereka tak perduli padamu kan? hahahha " ledek Ardit.
" Teruslah meledekku. nanti aku ajak Angel aja pulang "
" Hei.. jangan bawa bawa gadis gila itu. Hah kau bisa aja mengancam ku. baiklah aku ikut pulang "
" Hahaah aku punya kartu as mu. Lagian kudengar Kaka iparmu juga mau tunangan masa ia calon adik iparnya ga hadir " goda Ardian lagi.
" ckkk...
Angel adalah gadis cantik dikampus mereka. Gadis yang tergila gila dengan Ardit. meski Ardit dan Ardian mukanya mirip, dia lebih kesengsem sama kenarsisan sama jailnya Ardit. Terkadang Ardit harus berpikir berbagai cara untuk menghindari gadis jadi jadian itu.
Bukan karena gimana hanya saja hati nya sudah terpatri untuk Stefanie seorang. bucin banget kamu Dit.
Ardian dan Ardit sudah mulai melebarkan sayap di dunia bisnis. Sewaktu SMA dulu dia sudah punya toko online sendiri,meskipun masih tergolong mikro buktinya cukup untuknya. Berawal dari usahanya itu, mereka sepakat untuk menjadikannya perusahaan.
Bukan karena kebetulan mereka mengambil jurusan bisnis manajemen, dari awal Ardit sudah memperhitungkan nya.Setelah mereka belajar, akhirnya dengan pendidikan yang diterima oleh mereka perusahaan sudah bisa berkembang bersaing dengan pasar.
__ADS_1
Bahkan mereka punya aplikasi sendiri untuk itu. Tak heran dalam kurun waktu singkat berkat keuletan kegigihan keduanya perusahaan mereka sudah dapat diperhitungkan. Perusahaan sedang berkembang dengan owner termuda saat ini.
Perlahan-lahan semuanya berubah. Mereka benar-benar menepati janji mereka membuat pahlawan mereka yang tinggal di Indonesia merasa bangga dengan kedua jagoan ini.
Rumah sederhana itu kini berubah bak istana, tanpa mengubah sisi terdahulunya. Rumah itu terkesan sederhana tapi cukup elegan. Kebun sayur dipekarangan rumah masih ada bahkan semakin luas. Kini menerapkan sistem baru, tanpa menyentuh tanah lagi. Dan hasilnya sungguh sangat memuaskan, keberhasilan ini tak luput dari dukungan dua gadis cantik yang seringkali meluangkan waktu untuk memperhatikan usaha mereka itu.
Seperti yang terlihat hari ini Alicia sudah berdiri ditengah kebun sayur nan hijau itu. Pikirannya melanglang buana entah kemana aja.
" Kenapa kamu melamun Al ? Apa ada masalah dengan kuliahmu? Atau justru perusahaan orangtua mu? Tanya pria paruh baya yang dari tadi memperhatikan gadis itu seperti memikirkan sesuatu.
Al menoleh. " Agh.. tidak Om. Al hanya bangga sekali dengan perubahan kebun ini. Al hanya tidak mengira aja bisa berkembang sepesat ini!! ucap Al
" Itu juga berkat dukungan kalian. Om yakin kalau saja Kalian tidak ikut campur tangan tidak akan mungkin sebesar ini "
" Om terlalu memuji. Kalau saja mereka berdua tak semangat mungkin tak juga bisa seperti ini Om. Om pasti bangga punya mereka berdua "
" Hmm dan Om juga bangga ada kalian nanti disisi mereka. Gadis kuat yang menerima mereka apa adanya " Puji sang ayah lagi.
" Jangan memuji lagi Om. Al ga kuat nanti jadi lupa diri "
" Hah kau ini bisa aja mengelak. Terimakasih kalian sudah mau menemani om diwaktu luang kalian. Om sangat bahagia, om tidak merasa kesepian, Disaat putra om jauh dari sisi om, Tuhan mengirimkan dua putri yang cantik menggantikan nya. "
" Om hanya berterimakasih padanya? Wah sungguh tak adil sekali " Rajuknya. Stefani datang dengan pakaian casualnya. Kaos oblong biru ,dengan celana pendek selutut. Dari penampilan nya dia kelihatan seperti anak SMA . Dan sangat jelas kalung sederhana yang dia pakai dengan liontin cincin seperti yang digunakan Al saat itu juga.
" Fanie!! kau juga datang nak! Maaf kami tak menyadarinya. Habisnya datang ko tak bersuara " ujar ayah Arvin.Dan dia melihat gadis di depannya itu dengan seksama. Melihat caranya berpakaian! " Sederhana sekali! mengingatkan aku dengan seseorang. Tapi siapa ya? Aku bahkan sangat familiar dengan wajahnya " ayah Arvin mengernyitkan dahinya.
" Kenapa om? ada yang salah sama fanie kah? Kenapa om ngelihatnya seperti itu ''
" Agh tidak. Maaf nak membuatmu tak nyaman .Tapi om tertarik dengan liontin yang kau pakai. Cantik sekali, sepertinya om sangat mengenalnya! "
" Liontin?? Maksud om cincin ini ? "
" Ia. Aku lihat Al juga memiliki benda yang sama. Apa kalian membelinya bersama " selidik ayah Arvin.
"Hah..." Al dan Fani melongo mendengar pertanyaan itu.
__ADS_1
" Om nanya kenapa sama , kenapa kalian malah terkejut seperti itu "
" Kita tak membelinya Om. Tapi dititipkan sama mereka berdua !"
" Owh.. apa dititipkan?? Kenapa tidak dipakai kan sekalian " protes sang ayah. Beliau seperti tak terima cara putra nya memperlakukan kedua gadis itu.
" Nanti setelah pulang dari sana. Akan dipakaikan ditempat yang semestinya"
" Ckk. baiklah om mengerti.
oh ia apa om bisa bertanya tentang keluarga kalian ?" Arvindo berkata dengan sangat hati hati.
" Tentu saja Om! Apa yang ingin Om ketahui " ucap Alicia dan Stefanie bersamaan.
" Kompak sekali. sehati ini mah. Om penasaran sama marga orangtua kalian " tanya Arvin lagi.
Om sudah siap mendengarnya. Lagian Om juga harus mempersiapkan mental menghadapi calon besan nantinya." Arvin tersenyum dengan kalimatnya yang sudah agak jauh melenceng. hehehe.
Al dan Fani sempat tersipu.
" Papa orangnya realistis kok Om. tak pernah memaksakan kehendak dengan anak anaknya. kita bebas berkarya dan berteman dengan siapapun " ucap Al
" Papa mama aku juga "
" Wah... makin penasaran! Pengusaha yang berhati mulia. siapa nama Lengkap kalian? " ayah Arvin udah sangat penasaran .
" Alicia Putri Santoso "
" Stefanie Putri Mahendra "
" Apa??? Pengusaha terkenal itu ??? Agh ia ia ia. Om tahu sekarang. Bisakah kalian berdua memberikan liontin cincin itu pada Om ?
" Tapi kenapa Om !! " Al dan stefi sudah mau menolak. tapi apalah daya, itu memang milik keluarga Arvindo, sekalipun benda itu sudah diberikan kepada mereka. Kini cincin kembar itu sudah ada ditangan Arvindo.
" Sekarang kalian pulanglah. Tapi jangan sampai kedua putra Om tahu hari ini!! "
__ADS_1
" Tapi Om !!"
" Percayalah Om tak akan mengecewakan kalian !! Pulanglah !! "