
" Kamu yakin mereka nanti pulang Yud ??"
" Tentu saja. Mereka sudah janji pada kita dulu kan? Lagian Andre akan menikah juga. jaraknya hanya dua hari aja. Tak mungkin mereka melewatkan nya. "
" Hmmm ia juga sich. Menurutmu Ardian bakalan pulang ga sich? Aku ga yakin dengan itu!
" Al bilang sich pulang. stefi juga bilang gitu. Jadi dipastikan dia pasti datang!!"
"hah Al sama stefi masih kek gitu juga ? Ga salah itu. "
"Itu yang aku takutkan Yo. Kamu tahu stefi malah terlihat bahagia. aku bingung dengan keaadaan ini. "
" Huft sudahlah. nanti kalau waktunya tiba kita bisa tanyakan langsung. sekarang kita fokus dengan rencana kita dulu ya.Aku ga mau nanti berantakan semua. "
"Ia sayang. semuanya sudah dipersiapkan kok. jadi kamu tenang aja ya "
" HM baiklah.. aku percaya samamu."
🌼🌼🌼🌼🌼
Cafe and Resto
"Kita ngapain kesini sayang!! kalau hanya lapar ga harus jauh kesini juga kan ? Protes Rian.
Sekarang mereka memang ada di Cafe and Resto ini. Rian ,Nayla,Alena, Mahendra, Stefani dan tak lupa juga Alicia.
Arvin yang merencanakannya.
" Al sama stefi janjian disini pa, ma !
" Janjian?? untuk apa?? apa kalian pengen quality time dengan keluarga? kenapa Yuda tak dipaksa ikut tadi " protes Mahendra.
" Bukan pah. Ya udah deh papa taunya protes aja. duduk dulu. apa papa tidak capek berdiri sambil protes " ledek stefi.
"Kau ini. bikin mood papa down aja. Tapi setidaknya kalian bisa jelaskan dulu pertemuan apa ini. Ga biasany kalian mengumpulkan kita seperti ini "
"Sebentar lagi juga papa sama Mama tau " ucap Al
"Agh kalian taunya buat penasaran saja. Sudah pesankan makanan buat kami. Butuh tenaga juga ternyata untuk mengomel " ujar papa Rian.
__ADS_1
Al dan stefi mengambil buku menu, dan memesankan makanan buat mereka. Tak berapa lama kemudian pesanan mereka sudah diantarkan.
" Ko makanannya lebih Al. kita berenam aja Lo sayang. apa segitu laparnya sampai pesan lebih " heran Rian.
"Apa kalian tak mengijinkan aku makan bareng bersama dengan kalian? tanya seseorang yang baru aja datang.
Spontan mereka menoleh.
Tanpa aba aba dan tanpa pikir panjang mama Nayla langsung beranjak dan memeluk pria dihadapan mereka. Airmatanya tak bisa ia tahan lagi.
" Kenapa kau menghilang dan baru muncul sekarang haaa. kau mau kita gila penasaran dengan keadaan kalian?? Suara mama Nayla setelah mengurai pelukannya.
Al dan stefi melongo melihat kejadian dihadapannya.
" Kau jahat Ar! Kenapa kau tak mengabari kami. Kami sudah terpukul dengan kehilangan Sandra. kenapa kau ikut menyembunyikan identitas mu dan kedua anakmu " protes Rian.
"Ka Arvin jahat. Kami sudah mencari kalian sampai kemana mana. kenapa segitunya menghilang dari hidup kami. apa Kaka pikir kami bahagia ha!!! " Alena juga ikutan protes.
"Apa kau melupakan ku bro. kau lupa aku Sangat berjasa untuk kebahagiaan mu. Jika saja aku tak ada, kau tak akan punya malaikat kecil itu. Tapi kau tega melupakan kami semua"
" Maaf. Tapi aku kesini bukan untuk bersedih. Bisakah kita makan dulu " pinta Arvin.
Stefi dan Al hanya geleng-geleng kepala melihat kedekatan para orang tua mereka. Tak pernah terpikir sebelumnya kalau sebenarnya sedekat itu. Tapi nantilah, sekarang waktunya makan dulu. setelahnya Al dan stefi akan jdi wartawan untuk pertemuan ini.
" Sekarang Al sama stefi yang bertanya. Ada apa ini sebenarnya. Apa om mengenal baik dengan mama papa kita ? tanya Al tak sabaran.
" Ia om. ma pa!! Yang ajak kan kami, kok jadi kalian yang reunian ? lanjut stefi.
"Dunia ternyata sempit sekali ya. Alena ,Nayla aku mau melamar mereka berdua, putri kalian untuk putraku ! " ayah Arvin langsung to the point.
"Hahh " Al dan Stefi terkejut bukan main. Bukan ga senang cuma ko semudah itu melamarnya dengan pengusaha terkemuka dinegeri ini pikir mereka.
" Hah kau bercanda Ar? Kau baru muncul hari ini dan kau memutuskan nya hari ini juga! tanya Rian. Bukan gimana juga cuma kan buru buru amat yak.
" Serius Arvin mau melamar mereka ? Nayla dan Alena bertanya bareng.
" Kenapa kalian terkejut? bukankah kalian yang memintanya dulu? apa kalian lupa? hah " Arvin berkata tegas.
" Ar bukan seperti itu. Tapi itu sudah lama sekali " ucap Alena.
__ADS_1
" Wah .. apa kalian akan melupakannya segampang itu. ckk kalian keterlaluan sekali kalau kek gini "
"Bukan begitu Ar ,mereka bahkan belum bertemu. mengapa kau begitu mudahnya melakukan itu semua ha.. kamu tak memikirkan perasaan anak anak kita ! protes Mahendra.
" Ckkk ternyata kau tak cukup selektif Mahendra. kau hanya pintar membaca perasaan orang. tapi kau tak cukup jeli dengan hati putrimu. hahaha " tawa ayah Arvin puas.
" Apa maksudmu Ar! tanya Mahendra sangat penasaran.
"Tunggu dulu. aku seperti melewatkan sesuatu. ah ia . apa Ardian yang sama dengan putramu Ar pria yang sedang melanjutkan studi di London itu? Hahh kalau begitu ini kebetulan yang sangat hebat " Rian mengingat sesuatu.
" Huh. sesuai dengan dugaan ku. Dari awal aku sudah mengenal wajahnya dan ternyata feeling ku benar. Agh ia aku bahkan pernah melihat mereka berdua di mall waktu itu. Pantas saja " ujar Nayla lagi.
" Ma pa, om Tante, dari tadi yang kalian bahas apa?? asyik sekali dengan cerita sendiri. bahkan melupakan kami. Jelaskan pada kami apa maksud dari semua ini! protes Alicia
" Ia ma pa ! jangan biarkan kami seperti orang bodoh" ucap stefi juga.
" Agh kemari calon menantu ayah. Mulai hari ini kalian berdua jadi Putri ayah "
" Ayah!! Maksudnya ??
" Ini kan ayah lagi melamar kalian sama orang tua ini. mari ... ' Arvin lalu memasangkan cincin titipan itu dijari kedua gadis yang menurut aja kayak kerbau dicucuk hidungnya. " jadi hari ini sampai seterusnya panggil ayah"
"Tapi mama papa belum bilang apa apa om " ujar stefi.
" Mereka tak punya alasan untuk menolaknya " senyum ayah Arvin.
" Tapi kami juga butuh penjelasan om"
" Nanti di kebun sayur ayah jelaskan semuanya. Sekarang nurut aja ''
" Hufftt baiklah. kami tagih janjinya a...yahhhh " Al dan stefi tersenyum penuh makna dengan jawaban mereka itu.
" Stefii apa kau mengenal Ardit nak " tanya Alena
" Hah harusnya stefi yang tanya sama mama. ko mama tau Ardit? klo stefi kan wajar kita satu sekolah. Mama yang harus jelasin sama stefi maksud dari omongan ayah Arvin tadi "
" Ckk bahkan kau sudah menyebut nya ayah. Mama jadi yakin Kalau pria yang sering kau bahas sama Yuda itu Ardit. hahh baiklah ka Arvin kau menang ! pasrah Alena.
" sebenarnya bukan aku yang menang. tapi justru kalian lah.Hanya saja semuanya dipermudah yang maha kuasa dengan mempertemukan mereka lebih awal dari yang kupikirkan. Aku merasa ini memang suatu keajaiban. berkat mereka kita bisa bertemu lagi. hanya saja kedua putraku sedikit ceroboh,meninggalkan kedua putriku ini tanpa kepastian. Makanya aku yang melamarnya langsung " jelas ayah Arvin.
__ADS_1