Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
07 Alicia & Ardian


__ADS_3

Sederhana,dewasa dan sedikit bobrok juga Apalagi kalau sudah bareng sama the girly. Entah dari dasar apa mereka sebut 'Girly'. karena memang gak ada sisi girly nya juga.


Kesederhanaan Alicia di turunkan dari kedua orangtuanya,meskipun tergolong keluarga berada tapi,bagi Alicia itu tidak perlu di sombongkan.


" Sayang!!! Lagi ngelamunin apa coba?" seorang wanita paruh baya membuyarkan imajinasinya.


" Hahhh ....Mama! Udah pulang? Sejak kapan? Kok Cia gag dengar suara apa apa!!!


" Satu satu dong pertanyaannya. Mama bingung jawab yang mana dulu!! protes seseorang yang disebut mama oleh Alicia, sang mama Naysila.


" Ahh Mama" ucap Alicia sambil memeluk mamanya. " Kangen tau ma. Sampai kapan sich Papa sama Mama gak usah sibuk melulu. bentaar bentar udah diluar kota aja aja!! Alicia merajuk


" Sampai anak mama ini sanggup berada di posisi mama papanya! jelas sang mama.


" Masih lama dong ma, CIA aja baru kelas 12'' protes Cia.


" Makanya itu, Alicia harus jadi anak yang tangguh dan bijak. Biar kelak jadi sandaran mama sama papa!!"


" Pasti. Alicia janji bakal wujudin mimpi mama papa. Pokoknya Alicia ngasih yang terbaik buat keluarga kita ini!!"ucap Alicia sambil mengeratkan pelukan nya.


"Mama papa akan menunggu saat itu tiba!" lanjut sang mama. "Dan kita akan selalu dukun Cia."


" Ighh so sweet nya. Makin sayang dech!!" Alicia meluapkan kebahagiaan nya dengan mama nya.


" Tapi ingat, jangan gara gara cinta cinta cita terhalang!! " nasehat mama nya lagi.


"Mama tenang aja. Buat Cia cita dan cinta itu punya tempat yang berbeda dengan prioritas yang sama. hehehe. CIA bakal meraih cita cita Cia tanpa menghalangi cinta. nah begitu sebaliknya. Cinta bakal CIA raih tanpa menomorduakan cita cita Cia. jadi mama sama papa tenang aja. Prioritas keduanya sama di mata CIA.. CIA akan sukses dengan cita dan cinta." jelas Cia.


Terkadang hidup ini seperti mempermainkan hari kita. Cukup susah untuk dimengerti. Terkadang kita berpikir dengan materi yang cukup hidup akan bahagia,ternyata tidak juga. Butuh juga kasih sayang keluarga. Sebaliknya kita sudah cukup memiliki kasih sayang keluarga tanpa materi serasa belum lengkap. Sebab itu di atas kehidupan kita, bersyukur adalah obat untuk membuat kita berbahagia. Karena sejatinya kita hidup di dunia seperti panggung sandiwara, kita adalah pemeran nya dang yang mahakuasa menjadi sutradaranya. Cukup dengan kita melakonkan peran kita dan akhirnya akan mengalir di akhir yang bahagia. Semoga saja ya.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼


Sementara itu di belahan bumi yang lainnya,sebuah rumah yang sederhana. Sekitar pekarangan nampak asri dengan banyaknya tanaman obat disana. Bahkan sayuran hijau juga tak terkira. Sederhana dan nyaman dua kata itu pantas menggambarkan suasana rumah ini.


" Ardian" panggil sesosok lelaki yang kelihatannya sudah tidak muda lagi. Tampak dari raut wajahnya dulu di masa mudanya pasti jadi rebutan wanita. Karena sekarang aja masih tampan.Wajar lah wajah anak nya tak kalah jauh darinya. Orang yang dipanggil menoleh dan


" Ia ayah. Ada apa? serius sekali kelihatannya" ucapnya. ia Ardian adalah sosok remaja itu.


" Ayah mau bicara" ucap ayah nya sambil mendekat.


" Baiklah ayah" Ardi menutup buku pelajaran nya,sekaligus merapikan dan segera menghampiri ayah ya." Ayah mau bicara apa? Serius sekali kelihatannya? " ulang nya lagi.


Sang Ayah menarik napas panjang dan membuangnya perlahan dilakukan nya berulang kali sampai suasana hatinya membaik.


"Sebentar lagi udah ujian akhir Yan? sang ayah mulai pembicaraan nya.


"Ia ayah.Makanya Iyan sambil kebut belajarnya. Biar dapat nilai bagus dan bisa masuk perguruan tinggi negeri nantinya" jawab Ardi lugas.


" Tapi apa ayah.."


" Tapi apa ayah sanggup? Ayah takut mengecewakan kalian!" jawab sang ayah.


Ardian terdiam mendengar jawaban ayahnya. Dan dari awal dia sudah memprediksi hal ini akan terjadi. Jadi dia sudah sejak awal SMA mempersiapkan nya.


" Kalian tau Iyan , sebentar lagi ayah akan pensiun. Dan dana pensiun itu hanya cukup untuk makan kita sehari hari aja" lanjut sang ayah lagi. Dan disaat sepeti ini Ardian tidak bisa berkata kata. Airmatanya sudah membanjiri kelopak matanya. Dia memeluk sang Ayah dengan penuh kasih.


" Ayah.. Ayah adalah lelaki terbaik yang kami miliki. Ayah sangat menyayangi kami. Dan kami juga sangat menyayangi Ayah. Jadi ayah tak perlu memikirkan itu semua. Karena Iyan sudah mempersiapkan semuanya dari dulu.Dan Iyan yakin dia juga sudah mempersiapkan dirinya. Nanti setelah ayah pensiun ayah ga boleh bekerja lagi. ayah dirumah aja. Kalau ayah bosan ayah bisa jaga kios kecil kecilan Iyan itu. Bulan depan kita perbaiki biar lebih bagus. Tabungan Iyan kayak nya cukup untuk itu" pungkas Iyan sambil menghapus air mata dipipi ayahnya.


" Kuliah kalian nantinya gimana yan??

__ADS_1


" Ayah tenang aja. Kami dapat bea siswa jalur prestasi ayah. Dan lagi Iyan udah dapat tawaran tenaga pengajar olahraga di SMA Iyan sekarang. jadi semua nya akan baik baik saja. Ayah tak perlu kawatir!! kelas Iyan.


" Maafkan ayah. ayah tidak bisa jadi ayah yang baik buat kalian. ayah tidak bertanggung jawab. ayah tidak bisa menepati janji ayah pada ibu kalian,mambuat anak anak nya bahagia" tangis sang ayah.


" Ayah.... Ayah sudah melakukan yang terbaik buat kita.Tanpa ayah kita kita tak kan sampai di titik ini. Ayah pahlawan buat kita. Ayah yang terbaik. Ayah bisa jadi orang tua yang lengkap sekalipun tanpa ibu, ayah bisa melakukannya. kami tak merasa kehilangan kasih sayang seorang ibu karena ayah bisa memberikannya! Kami bangga sama ayah. Sampai kapan pun Ayah yang terbaik. Petuah ayah menjadikan hasilnya seperti ini. Iyan sayang ayah" tangisan Iyan tidak dapat dibendung lagi,suasana hari pada kedua ayah beranak itu.


" Tapi, ayah jadi merenggut masa remaja kalian. Karena ayah kalian kehilangan masa indah remaja kalian dengan kesibukan yang harus nya tanggung jawab ayah. kalian kehilangan masa indah dengan teman teman kalian" sang ayah masih dengan rasa bersalahnya.


" Tidak ayah. kita tidak kehilangan sesuatu apapun di perjalanan hidup kita. kita bahkan punya banyak hal yang tidak dimiliki remaja lainnya, jadi ayah tak usah merasa bersalah!! jelas Ardi lagi.


" Benarkah, ayah tak yakin dengan itu" ucap sang ayah.dengan muka yang sedikit lebih berbeda.


" Wah ceritanya ayah meragukan kita nih, apa yang ingin ayah kita ketahui?


" Dulu, begitu ayah masuk kelas 11 ,ayah sudah mengenal ibumu? " ucap sang ayah.


" Hah ... secepat itu??" tanya Ardian


"Ia. Dan ayah yakin kalian sudah melewatkan masa indah itu! sang ayah merasa menang.


" Owh jadi itu maksud ayah"


"Ia. maksud ayah itu"


Ardian tersenyum penuh makna.


" Ayah salah tuh. Ardian tidak melewatkan apapun masa remaja Iyan! Tunggu aja tanggal main nya. Udah ah Iyan mau mandi dulu ayah. love you.""


" Sandra, anak anak kita sudah dewasa,dan mereka kuat seperti mu. Terimakasih sudah menghadirkan mereka di hidup ku setelah kepergiaanmu" benak sang ayah.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2