Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
26


__ADS_3

Alicia


Sepulang dari hangout mereka dari pusat perbelanjaan yang menyisakan sedikit lelah meski hati bahagia. Tak bisa dipungkiri kalau Alicia saat ini menjadi sedikit kepikiran dengan apa yang terjadi tadi.


Dia tidak rela melepaskan sosok idolanya itu meninggalkan negara ini dengan perasaan nya yang sedang tidak baik. Bingung mau bilang apa. karena memang pada dasarnya dia tak punya hak untuk itu,tapi jangan lupakan perasaan mereka yang telah jadi satu,tapi ada penghalang yang mereka bangun sendiri.


Alicia terduduk lemas di sofa ruang keluarga, sambil menyaksikan acara televisi yang sebenarnya tidak diperhatikan ntah acara apa.Dia hanya membiarkan televisi itu berceloteh ria di telinganya.Otaknya Tah traveling kemana.


" Lic,, kalau ga niat nonton jangan dihidupkan dong tv nya. Kasihan tuh capek ngomong ga ada yang dengerin" sentak sang mama lembut. tapi karena memang si Alicia nya lagi ga fokus dia malah terkejut..


" Hah....a...aapa ma" kejutnya


" Ya ampun sayang. mama ga teriak lho. segitu terkejutnya?? ucap mamanya lembut sambil mendekat dan duduk di samping Alicia. " kamu kenapa sayang?? ada masalah? cerita dong sama mama!! siapa tahu mama bisa bantu"


" Nggak apa apa ma. Cia hanya kepikiran sama kuliah nanti. Gak terasa ya ma,ternyata CIA dah mau dewasa aja!! Rasanya CIA belum siap. CIA masih pengen bermanja-manja sama mama papa, CIA belum puas sama masa SMA!! "pungkasnya.


"Apa ia?? mama rasa bukan itu alasannya! anak mama ini bahkan udah dewasa banget lho. jadi gak mungkin ga puas masa SMA .Mama tau apa yang ada dipikiran kamu. Kalian semua pencar ya? apa anak mama ini takut tak ketemu mereka lagi?? selidik sang mama. Disambut senyum manis Alicia .


" Mama memang hebat. tau aja pikiran putri cantiknya ini. Tapi kita udah janji kok ma untuk tetap komunikasi dan menjaga persahabatan kami."

__ADS_1


" Waw... hebat sekali. Apa Ardian juga akan lanjut kuliah? pertanyaan mama spontan.


" Ia ma. dia ambil beasiswa di London." jujur Alicia tak sengaja.


" Hehehe.. sekarang Mama tau kenapa putri mama keliatan ga bersemangat. Emangnya kapan mau pergi sayang??


" Besok mam. pagi sekali." jawab Alicia sendu.


" Apa kamu gak punya niat buat ngomong sama dia?


" Pengen sih ma.. Tapi kami lagi ada sedikit salah paham! Alicia takut malah makin runyam nanti"


Alicia jadi terdiam.


" Nanti deh mama. Alicia ke kamar dulu sambil berpikir" jawab Alicia. Dia pun melangkahkan kakinya dan berlalu memasuki kamarnya. direbahkan nya tubuh nya yang lelah dengan otaknya yang juga penat dengan semua yang terjadi hari ini.


" Hufttt. Apa aku dengarin saran mama ya. Aku kan tahu rumahnya dimana. tapi kalau aku datang kesana, kira kira dia bakal gimana ya?? Apa dia bakal mau ngobrol sama aku. atau justru malah dicuekin!!


kalau kesana enak ya sendiri apa rame rame ya! kalau sama mereka nanti malah ga bisa ngomong. tapi kalau sendiri aku ngomong apa nanti.

__ADS_1


Apa aku ajak Stefanie aja kali ya. Aghh kalau ajak dia nanti bakalan makin rumit ga ya. ya ampun gini banget sich nasib gue.menyukai orang yang menyukai orang lain.


Tapi sampai detik ini aku ga percaya sich dia bakal kek gitu. Kenal nya udah sampai tiga tahun. dan selama itu bahkan ga pernah ada cewek yang dekat sama dia,selain kami berempat. tapi masa begitu dia ngomong sayang kegue jadi muncul cewek lain. Segitu pintar dan hebat nya dia menyembunyikan ini dari kami semua. Tapi masa ia sich ga ada yang tau dari kami. Aneh ga sich.


Apa aku kerumah ya aja kali ya. sekalian menanyakan supaya jelas apa yang sebenarnya terjadi ini. Masa gue sama Stefanie di dekati selama tiga tahun barengan. ga lucu bukan? Pokoknya aku harus kesana"


Alicia langsung bergegas ke kamar mandi, dia berniat sore ini langsung menemui Ardian ke rumahnya.Pokoknya Alicia harus berhasil.


Begitu keluar dari kamar mandi dia udah lengkap dengan baju gantinya. sedikit memoles wajah ya dengan pelembab biar ga kering,dan memakai lipglos dibibirnya. sempurna. polos ,tapi menarik.


Dia siap untuk melangkah mengejar cintanya yang sudah diujung tanduk hehehehe .


" Mau kemana Lic??


" Mengikuti saran mama? senyumnya. Alic pergi dulu ya mama. ga bakalan lama ko."


" Hati hati sayang. semoga berhasil." semangat sang mama.


" Pasti ma. doain ya ma sesuai sama yang diharapkan." Alicia memasuki mobilnya dan melajukannya. Tujuan nya sekarang rumah ardian.

__ADS_1


Semangat Alicia aku juga ikut doakan ya. semoga disana ketemu sama Ardian bukan malah Ardit.


__ADS_2