
Semenjak keberangkatan Ardit dan Ardian ke London dua tahun yang lalu,Alicia dan Stefanie diminta Arvindo untuk tinggal dikediamannya. alasannya karena sepi sendirian.
Flashback on
" Mereka ini sudah sah menjadi menantuku sekarang. jadi aku punya hak atas mereka. lagian kamu yan masih ada Nayla yang menemanimu, Hendra bahkan ada Alena dan Yuda. hanya aku yang sendiri disini,jadi tak ada penolakan lagi"
" Itu artinya kau monopoli putri kami Arvin,menang Banyak dikamu dong kalau kek gini ceritanya " sindir Alena.
" Baiklah baiklah. aku setuju. tapi hanya dua tahun ini. begitu mereka pulang ,Ardian dan Alicia harus tinggal seatap dengan kami. jadi impas kan " pasrah Nayla.
" hahaha nasibmu aja cuma dikasih Alicia ,kenapa dulu ga minta adik sich biar ga kesepian seperti sekarang ini " oceh Arvin lagi.
" jangan kau buat mood istriku berantakan Arvin " protes Ryan.
" Ish dari dulu pengen menang sendiri. baiklah Al bisa bersamamu nanti,itupun kalau mereka mau wkwwkk " tawa Arvin
" Ayah ,papa ,papah sepertinY debatnya sampai disini aja dulu. kita udah boleh pulang lagian Al sama stefi mesti berkemas untuk pindahan sepertinya.
Jadilah hari itu Al dan stefi tinggal bersama Arvin. mereka berdua menempati kamar suami masing-masing.
Flashback off.
Selama dua tahun ini mereka berjuang diposisi masing masing. Komunikasi mereka juga berjalan dengan lancar seperti biasanya.
Kini kedua pasangan itu sudah berada dipuncak karier meski masih menyandang gelar sebagai mahasiswa.
Alicia kini sudah aktif diperusahaan Santoso,setelah menyelesaikan pendidikannya dengan sangat memuaskan. Menjadi pemimpin diperusahaan besar dari ayahnya, menunggu sang suami pulang dengan gelar magisternya.
Dua tahun cukup membentuknya menjadi pemimpin yang berkompeten di bidangnya,terbukti dengan meningkatnya laju perkembangan dari Santoso company didampingi Agnesia sang Aspri yang merangkap jadi sekretaris nya yang juga mengikuti jejak Al.
Hari ini Al sudah siap dengan setelan kantornya, tampak anggun dan berkarisma, aura kepemimpinan memang melekat kuat ditubuhnya. berjalan dengan keeleganannya di lobby perusahaan. tampak beberapa karyawan yang sudah tiba menundukkan kepala memberi hormat.
" Selamat pagi Bu Al
" Selamat pagi " jawabnya lembut seperti biasa.
Naik lift untuk membawanya keruangannya yang ada dilantai teratas gedung itu , diikuti oleh Agnesia yang setia mengekor sejak dari parkiran tadi. Duduk menghempaskan diri di kursi kebesaran nya.
" Nes " ujarnya.
" Ia Bu boss"
" Ckk santai aja kali "
__ADS_1
" hehehehe maaf Bu Alicia " goda Agnes lagi.
" ck kau ini. Hari ini jadwal tidak padat kan "
"Hari ini meeting terakhir pukul 13.00 sekalian makan siang. setelahnya kosong "
" huft baiklah. Rasanya lelah sekali. setelah pun 15.00 jangan biarkan orang menggangguku "
" Tanpa terkecuali "
" HM aku ingin istirahat disini aja. pokoknya atur ajalah "
" Baiklah aku keluar dulu Alicia Santoso " goda Agnes sambil mengedipkan mata
.
" Ish apaan loe. Jangan senang dulu. selesaikan laporan baru kencan loe "
" Ck.. baru aja senang Al ya elah"
" udah sana jangan lupa "
" Ia bawel banget sich ah "
Seorang gadis berseragam putih lagi melamun diruangan pribadinya. entah apa yang sedang dipikirkan nya. sampai seorang perawat mengagetkan nya.
" Maaf dok ada pasien diruangan dokter "
" ah ia baiklah Mutia, aku akan segera kesana " dia pun bergegas keruangan dokter khusus konsultasi diikuti suster mutiara dibelakang nya.
" Selamat siang ibu "
" Selamat siang Bu dokter "
" Apa ada masalah lagi Bu "
" eh maaf Bu dokter. sebenarnya tidak ada masalah. Tapi cucu saya ingin sekali bertemu dokter sampai mogok makan " jelas ibu tua itu.
" Wah Adek manis, kenapa menyusahkan nenekmu. Sekarang sudah ketemu dengan dokter,kamu mau apa hmm " sapa dokter Stefanie lembut.
" Bu dokter cantik " puji anak kecil berusia kisaran tiga sampai empat tahun itu.
"ulluh makasih anak manis. kamu juga ganteng banget lho sayang. kalau udah gede jangan jadi playboy ya." canda stefi gemas.
__ADS_1
" Bu dokter mau sama Revan ga ?
" Hah maksudnya "
" Kata nya cantik itu harus sama orang ganteng" jawab anak itu dengan polosnya .
Stefanie menggeleng kepala tidak percaya dengan omongan anak kecil didepannya.
" Anak siapa sich ini. gemesin banget dech. Revan mau ga jadi temannya putri Bu dokter aja "
"Putri nya cantik dok ??
" Cantik dong. lebih cantik dari dokter malah. Tapi masih dalam khayalan Lo Revan " lirih stefi.
" Benarkah Revan mau! ayo nek kita pulang
besok kita kesini lagi bertemu putri nya Bu dokter" ajak Revan antusias.
" Hah baiklah. terimakasih dokter stefi, cucu saya sudah kembali. maaf mengganggu waktu Bu dokter "
" Tidak masalah Bu ,saya senang melakukan nya. lagian cucu ibu lucu "
" Terima kasih dokter kami pulang dulu "
" sama sama Bu. agh ada ada saja".
"Jadi pengen nunggu kan dok "
"Hah nunggu apaan mut "
" Nunggu Revan dewasa,biar jadi imam nanti "
" igh ngayalnya keterlaluan. Revan ga suka nenek nenek " tawa stefi. " Btw akhir pekan bukan nih mut "
" ia dok "
" jadwal ku setengah hari kan, udah kosong berarti!
"udah dok"
" Huft syukurlah. mau istirahat dulu mut, jangan sampai ada gangguan ya "
" HM baiklah dokter cantik jelita, meski bersuami sering galau. ga kayak mutiara jomblo tapi HEPI " lirih Mutia hampir aja kedengan stefi kalau pintunya tidak segera ditutup.
__ADS_1
" ngomong apaan tadi mutiara " batinnya. tapi dia mulai merebahkan tubuhnya yang sudah lelah.