
Taring tring anggap aja suara HP bunyi ya
"Halo.. selamat siang papa"
"Siang mama. posisi dimana ini mah" sahut suara diseberang
"Baru pulang pah, ini mau menuju hotel. Emang ada apa pah?"
"Papa sudah beres urusan kantor. rencananya sore ini pulang papa kangen sama Alicia. Mama masih sibuk tidak?"
"Oh what?....Pulang pah. Mama juga mau pulang bareng papa!...
"Ok see you mama. Nanti papa jemput ya".
" Akhirnya nanti bisa berlama-lama sama putriku. Tunggu kami sayang...."
Hari ini semua kelas pada jamkos karena guru guru ada rapat untuk persiapan ujian akhir untuk kelas 12 sekalian ujian kenaikan kelas untuk kelas 10 dan 11.
Sebagian besar dari ruangan kelas penghuninya mendadak konser tunggal.Tanpa terkecuali dengan kelas 12. Mungkin untuk sedikit mengurangi rasa gugup mereka dalam ujian yang akan datang.
Banyak juga yang hanya terlibat pembicaraan seputar tujuan setelah lulus nanti.Mereka membentuk kursi kursi dalam kelas seperti konferensi meja bundar.
Tapi tidak dengan the girly, mereka memutuskan untuk jalan ke taman belakang sekolah.Tempat yang nyaman dan tempat legend buat mereka karena ini seperti markas kedua bagi mereka setelah kantin di sekolah.
Di sini lah tempat nya.
" Nggak kerasa ya girl, tinggal berapa bulan lagi kita bakalan ninggalin sekolah ini, " Ariska memulai obrolan mereka.
__ADS_1
" Sebentar lagi kita berubah nama girl!" lanjut Yo
" Hah berubah nama?? heran Riska diikuti wajah melongo kedua sobat lainnya.
" Ia berubah dari siswa jadi mahasiswa" jawab Yo enteng tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Yo bukan ganti nama. Ganti predikat kali. Aneh loe ,gue pikirnya tadi loe berubah nama jadi nyonya Yud..!" kekeh Alicia diikuti tawa temannya.
" Loe mewakili apa yang ada dipikiran gue Lic!!" sambung Echa.
"Udah jangan digodai lagi. btw ,mau lanjut dimana nich. bakalan ngampus kan kita kita?"
" Pasti dong. Tapi apa kita bakalan bareng lagi nanti? Gue takut kelak ga ketemu lagi" ucap Yo
" Elah takut ga ketemu kita, atau takut ga ketemu Yuda loe?" Ariska menggoda Yo lagi.
" Kalian bisa ga saling oceh dulu.Lagian serius nich" Alicia mengingatkan.
Ariska dan Yolana memang paling sering adu komen. tapi mereka tetap saling menyayangi lho.
" Kita bakalan tetap jadi sahabat sekalipun kita nggak satu kampus kan girls? " Vanesha mengutarakan isi hatinya." Gue bakalan ambil beasiswa gue ke luar negeri. bahkan nyokap gue udah prepare semuanya" lanjutnya lagi.
" Gue takut ga ketemu dan ga bisa bareng lagi sama kalian" Vanesha nya udah mewek.
" Pasti dong Cha.Jangan mewek dong,gue jadi ikutan sedih. Sekalipun nanti kita udah gak satu kampus kita bisa saling komunikasi. kita juga bisa VC an kan?" ucap Alicia.. " sini dong pengen meluk gue"
The girly berpelukan ala Teletubbies di taman sekolah.
__ADS_1
" Selamanya kita bakal jadi sahabat" mereka tersenyum penuh kebahagiaan.
Dan kenyataannya memang seperti itu.persahabatan yang didasari dari ketulusan akan sangat indah. Apalagi persahabatan yang sudah berumur,tidak hanya hitungan bulan lagi. Mereka bersahabat semenjak menginjakkan kaki di sekolah ini.
" Semoga kelak setelah lulus kuliah kita bisa disatukan lagi,misalnya bekerja di tempat yang sama mungkin!" Ariska berandai-andai. sungguh sangat berat meninggalkan ini semua.
" Apaan sich Ris,lebay banget sich loe. Lagian gimana ceritanya kita bekerja di tempat yang sama. Emang loe ngapain di rumah sakit?? ngitung obat loe? " tanya Alicia.
"Hehehehe" kekeh Ariska. " Gue lupa ternyata ternyata kita punya cita-cita yang berbeda, Echa jadi Bu dokter biar bisa jadi dokter cintanya Vanno,Alicia udah pasti ambil jurusan untuk kemajuan perusahaan ortunya secara pewaris tunggal. Kalau gue mah tergantung Andre aja nanti! Nah Ello Yo?..."
"Hah tergantung Andre?? maksudnya???."
"Habis lulusan nanti,kita mau tunangan.Kedua orang tua kita udah merencanakan semuanya dengan matang. siapa tau langsung nikah kan?? hahaha.. " tawa Ariska." makanya nanti langsung aja setelah kelulusan biar sini gue ini pada hadir.. nanti keburu udah berangkat aja ke luar negeri" sambungnya yang membuat sahabatnya melongo dengan penjelasan nya yang tanpa beban itu.
" What secepat itu Riska? Ga pengen kuliah dulu emang Ris??" teriak mereka bertiga dengan wajah yang beneran kaget banget.
" Slow aja dong,gak usah ngegas juga. Kuliah dong. Tapi nanti tergantung Andre nya mau kuliah dimana. Kalian tau kan kalo usaha keluarga kami tu bergerak di bidang yang sama. Jadi rencananya nanti bakal kita satuin,tapi setelah kita mampu dan tentunya menikah nanti" jelas Ariska dengan gamblang dan semakin membuat sobatnya kaget dan terpesona tentunya.
" uhhh ,dewasa banget sahabat gue yang satu ini. kalau gitu gue juga bakalan gencar nich jadi penguntit cinta. Gue mau satu kampus sama babang tamvan gue!"
"Sadar Yol, cewek itu harus jaim dikit. Lupain aja dia mah. dah mau tiga tahun juga ngejarny gak peka peka dia"
" Bukan ga peka ya. dia sedang menguji kesetiaan cinta gue!! ucap nya dengan bangganya.
" Serah deh,loe menang banyak loe gitu. Tapi satu yang pasti kita tetap bakal dukung loe kok!!!"
"Ahhh makasih sini gue. terbaik dech ah..."
__ADS_1
Akhirnya drama tangis mereka digantikan dengan pelukan kasih sayang mereka. semoga persahabatannya awet ya.