Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
31


__ADS_3

Menunggu gadis dihadapan nya berbicara sambil menyesap teh yang tersedia. Ia yang disediakan Ardit tadi, hanya tiga gelasnya meski mereka berempat disana. Alhasil ada yang segelas berdua Kan.


Al yang merasa gelasnya berpindah pemilik membulatkan mata dan mau protes, tapi segera diurungkan karena yang minum udah kode duluan.


" Ga usah buang tenaga hanya karena gelas ini. Jelaskan kenapa pengen kesini!! Apa segitu kangennya hmmm" Ardian sudah bisa mengeluarkan jurus pamungkas nya. Karena sekarang dia sudah tahu bahwa gadis di depannya itu ternyata sudah menempatkan dia juga di hatinya.


" Betul. Aku bahkan sangat penasaran. Kalian tidak janjian kan " lanjut Ardit lagi.


Al dan stefi saling pandang. sama sama menarik napas panjang,lalu mengangguk bersamaan.


" Apa itu?? Apa kalian pikir kita cenayang bisa mengerti arti tatapan kalian itu!! keduanya heran dengan tingkah gadis cantik itu.


"hehehe.. Gue duluan dech " saran stefi.


ambil posisi yang pas untuk mendengarkan cerita pemilik hatinya itu, Ardit bahkan sengaja sangat dekat banget dengan wajah stefi, " biar tak ketinggalan satu katapun" Belanya pada diri sendiri.


" Jangan terlalu dekat, nanti aku malah ga bisa cerita. sorot pandanganmu tajam,aku takut wajahku bisa berlobang nanti" seloroh stefi.


" Ckkk. Mengganggu kesenangan ku saja. Lanjutkan lah " ketus Ardit yang merasa tersinggung dengan ucapan stefi yang menggangu konsentrasi nya pada wajah cantik itu.


"Masih sempatnya ckkk. Sebenarnya sih kita ga ada janjian kesini ya Al. kita janjian nya besok datang ke bandara.

__ADS_1


Tapi entah kenapa tadi pulang dari sana,langsung kepikiran kesini aja. Ya udah aku lanjut. Entah kenapa aku pengen aja kesini, ya mungkin dah takdir kali ya,kalau kebohongan kalian ini terbongkar sekarang " pungkas stefi.


" Ralat stef bukan kebohongan, tapi ketidaksengajaan. jangan salah lagi".


" Terserah dech. Eh tapi kenyataanya, tadi waktu ketemu di resto itu aku sedikit aneh juga sich sebenarnya. Waktu Ardian duduk di depan gue, aih asli cuek banget dia. Dingin lagi,ngalahin si Rivaldy malah. Awalnya aku dah tarik napas panjang Lo. Tapi , perasaan aku biasa aja. Bahkan normal normal aja gitu. Beda kalau lagi dekat sama Ardit.


Aku bahkan dah ngomel dalam hati tadi itu. Aku pikir emang aku udah melupakan semuanya. tapi kok secepat itu kupikir. Makanya tadi aku minta alamat sama bang Yuda,sekedar untuk memastikan. Dan ternyata feeling aku benar kan". puas stefi yang bisa cerita lepas kayak gitu.


Ardit malah semakin mendekatkan posisi duduknya. " Kalau lagi dekat gini,emang jantungnya mau loncat ya stef " ujarnya.


" Lagi ga butuh sebuah candaan sekarang lho Ar" stefi mengingatkan.


"Sweet banget kamu stef, ga pantas sebenarnya sama yang urakan kek gini " ledek Ardian. Kalau kamu Al??


"Hufttt. " tarik napas panjang dulu. " Tapi jangan besar kepala ya !!


Sebenarnya sampai detik ini, aku ga percaya kamu melakukannya, makanya tadi aku kesini untuk memastikan perasaan ku. Tadinya aku mau ajak stefi sebenarnya. Tapi kan ga enak juga kupikir. jadilah aku sendiri kemari. Dan ternyata kenyataan nya bisa kuketahui sendiri.


Kalau udah kayak gini kan, aku sama stef ga mesti harus ga enakan lagi "


" Sweet banget sih kakak ipar ku ini. "

__ADS_1


" Ahh basi Lo"


" Owh gitu ceritanya. tapi sebelum nya kita maaf ya untuk kesalahpahaman ini. Tapi jujur kita ga berniat untuk menyembunyikan ini semua. semua diluar dari dugaan kita..


Ga nyangka hasil jadi seperti ini. " ucap Ardian tegas.


" Hmm ga apalah. Yang jelas hari ini semua udah selesai salah paham nya. Jdi pelajaran lah ini "


" Hmmm"


" Btw sebelum besok kita berangkat ,double date Yog " ajak Ardit.


Dan spontan aja Al dan stefi mengangguk dengan binar wajah bahagia.


" Pengen banget. Ayolah let's go. keburu malam" sorak mereka berdua. Ardit dan Ardian jadi geleng kepala melihat tingkah absur kedua gadis di depan mereka.


" baiklah. Kalau gitu kita pamit sama ayah dulu!


" Sekali an aja. kami juga pamitan pulang "


Setelah berpamitan, mereka segera meninggalkan rumah sederhana tapi asri itu. Kencan pertama mereka setelah beberapa bulan ini jarak memisahkan mereka ,karena kesalahpahaman yang tidak disangka sangka itu.

__ADS_1


__ADS_2