
Tak terasa waktu juga cepat berlalu, dan hari ini ada adalah hari tunangannya Yuda dan Yolana. Tentu saja para sahabatnya yang ikut ambil bagian dalam menyukseskan acara ini. Pokoknya semua sedetail detail nya dari A sampai Z mereka urus semuanya. Kerja keras tak pernah mengkhianati hasil dan kenyataan nya semuanya terlihat sempurna.
" Huft akhirnya selesai juga, yang mau tunangan mah nyantai aja " ucap Vanesha sambil menghela napas panjang.
" Ya namanya juga sahabat Cha, masa ia bentar lagi udah tunangan ikutan handel yang lain " Alicia menanggapi dengan senyum manis nya.
" Heehheh Vanesha ga nyadar kali bentar lagi kita yang bakal disusahin sama dia juga " ledek stefie.
" Owh ia. hampir lupa saya. Tapi tenang aja nanti kalian bisa sambil cuci mata sama perawat perawat ganteng nan imut " seloroh Echa.
" Imuttt .. agh cukup punya kulkas aja dech aku ga mau nambah lagi " kekeh stefi seenaknya
dan disambut tawa mereka. Enak banget ya kalau punya sahabat yang bisa diajak berbagi,satu frekuensi juga.
"waktunya kita untuk bersolek ria kawan. Pokoknya kita ga boleh kalah sama yang punya acara. kalau bisa bingung itu tamu undangan biar aja" semangat stefi dengam wajah yang sudah sedikit lelah.
" Nah ini baru betul, kuylah girls. aku juga ga sabaran sama acara nanti malam. Pokoknya harus sesuai sama yang diharapkan " Alicia menanggapi dengan semangat juga. Setelah itu mereka langsung bergegas untuk mempersiapkan diri masing masing.
Ardit dan Ardian begitupun dengan yang lainnya ikut turut ambil bagian di persiapan pertunangan Yuda. Dan mereka baru aja tiba dirumah, setelah semua urusan selesai. Tentu saja untuk mempersiapkan diri ke acara itu, mereka juga tak mau ketinggalan harus tampil maksimal dong.
__ADS_1
" Wah anak-anak Ayah sudah bersiap keknya. Ga sabaran amat ketemu calon istri " ledek Ayah Arvindo. Karena dilihatnya kedua anaknya itu sibuk menata penampilan mereka, seolah-olah keduanya yang akan tunangan.
" Ayah bisa aja. Emang Ayah ga tau ya, kalau Ardit itu emang udah dari sana nya keren.Sekalipun polos gitu auranya pasti keluar itu " ujar Ardit dengan muka songongnya.
" Aih Ngomongnya tinggi banget dapat darimana " ledek Ardian dengan sedikit menyenggol bahu ardit.
" Tapi emang benar kan yah. Buktinya bidadari aja mau tuh. coba klo ga keren ga mungkin mau juga " bela Ardit pada dirinya sendiri.
" Huh baiklah. Anak anak Ayah emang keren.Tapi jangan sampai lupa itu turun dari siapa " lanjut sang Ayah lagi.
" Ternyata Ayah sama Ardit sama narsis juga ternyata. Udah ah, Ayah juga ikut kan ketempat tunangan Yuda? Ayah juga bersiaplah, waktu sudah mau jumpa juga ini " ujar Ardian akhirnya.
" Ckkk Ayah sama anak narsisnya ga dikontrol ! lirih Ardian.
" Lupa klo situ juga anak ayah ! ledek Ardit balik.
Begitulah perdebatan di dalam keluarga kecil itu, dan salah satu yang mereka rindukan ketika sedang berjauhan seperti beberapa tahun terakhir ini.
Tak lama kemudian ayah Arvindo sudah muncul dihadapan mereka dengan style yang tak kalah dari kedua anak muda itu.
__ADS_1
Dan dipandang takjub keduanya.
" Kalau terpesona tidak perlu sampe ileran juga kali anak anak Ayah " sindir Ayah
" Ini benaran Ayah kan ? Keren banget sich. pantas anaknya pada keren juga " puji Ardit antusias. Tapi malah terbalik dengan reaksi Ardian
" Tapi kita ke tunangan orang lho Ayah bukan mau lamaran, ga perlu senecis ini juga kan penampilan nya " protes Ardian.
" Ih apaan sih Ar. justru bagus dong, ayah keren kek gini "
" Ya bagus sich keren. Tapi nanti tamu undangan nya bisa keliru Lo Ayah. Nanti dikira malah Ayah yang mau tunangan lagi. hehehe.. " senyum ledekan dari Ardian
" Huh kalian ini memuji apa meledek Ayah? Pokoknya ayah mau kek gini aja. Kalian sudah pada siap kan. Ayolah jalan sekarang. Ayah ga mau kalau sampe telat kesana." ajak sang Ayah.
" Yang tidak muda yang lebih tidak sabaran sekarang ya... " ledek Ardian lagi.
" Udahlah Yan. Nanti mood ayah berubah lagi. kamu mau ayah jadi pale daster nantinya " Ardit juga menyindir ayahnya.
Dan seketika sang Ayah mendelik kearah mereka dan spontan aja keduanya langsung kicep.
__ADS_1
" Baiklah Ayah sekarang kita berangkat " akhirnya setelah drama sindiran itu mereka segera menuju lokasi pesta itu.