Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
29


__ADS_3

Stefani menapaki jalan sempit itu,boleh dikatakan hanya pembatas untuk petakan sayur itu. kebun yang luas dengan berbagai macam sayuran hijau disana. dia mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk mencari seseorang yang tadi meninggalkan nya dengan seenaknya itu.


Pamit untuk menyusul sang ayah nyatanya dia hanya sendiri disana, duduk di kursi panjang ditengah tengah taman sayur itu.


Stefani dengan langkah perlahan mendekati sosok itu, tingkahnya tak lepas dari sosok ayah yang berada di seberang sana dengan senyum dikulum," ternyata kedua pangeran ku telah dewasa. pantas saja kemarin maunya produk lokal, udah ada bidadari rupanya.


" Bisa duduk disini? Karena aku ga yakin bisa berdiri selama aku berbicara nanti" stefi basa basi dengan pemuda itu yang hanya dijawab dengan menggeser tempat duduknya.


" agh so cold" senyum stefi. entah kenapa perasaannya lagi membuncah saat ini.


"Arditt... " panggilnya


Pemuda itu tak bereaksi. Dia hanya terdiam mematung." kenapa harus datang sih stef, padahal aku sudah berusaha untuk bisa terbang besok. kalau kamu hadir disini bagaimana aku bisa pergi dengan tenang" batinnya.


oh ternyata seperti itu. kenyataan yang terlihat tak seperti yang sesungguhnya ya.


" Arditt..." panggilan itu kembali lagi.


"hmmm " akhirnya bibirnya bergerak juga.


" Bisa kita bicara " sambung stefi langsung. mumpung lagi mood dia nya pikirnya


" Kita??? Sedekat itukah" ucap Ardit dengan nada protes, tapi percayalah itu hanya akal akalnya aja biar rasa gugupnya tertutupi.


" Bisa aku protes padamu hari ini?? Mulutku gatal sekali" cecar Stefanie.


"Bicaralah. Aku tak punya banyak waktu hari ini. Banyak hal yang masih harus aku persiapkan untuk besok" ucap Ardian diluar. Bicaralah semua waktuku hanya untukmu dalam hati tapi ya.


" Kenapa aku tak boleh tahu siapa kamu,siapa keluarga mu? kenapa kamu biarkan aku terlarut dalam salah paham yang tak berahlak ini?? tanya stefi.


" Yang penting aku meyakinkan kamu dengan cintaku. Selebihnya itu tak penting!!


" Bagaimana mungkin kamu mengatakan itu tak penting. Kamu tahu aku seorang perempuan. Dan dia juga perempuan. dengan mata kepala ku sendiri,aku melihat bagaimana dekatnya,bagaimana bahagianya mereka saat itu. apa mungkin aku menghancurkan nya?


" kenapa tak bertanya padaku. Bahkan kamu tak ijinkan aku untuk protes padamu saat itu. Kamu bilang tak butuh penjelasan dariku. Dari saat itu aku sudah mengubur semua rasaku. Itu sudah menjadi satu bukti bahwa aku tak bisa mengejar cintamu lagi!!!


" Apa??


" Aku akan melupakannya. Besok aku berangkat, itu adalah tujuan ku. setelah selesai kuliah aku mau berusaha disana,dan menetap disana!

__ADS_1


"Apa..Enak saja kamu berbicara. Setelah kamu mencuri hatiku,kamu mau pergi dan menghilang?? tanggung jawablah. lagian ini semua bukan hanya kesalahan ku. ini murni salah paham. Seandainya dari awal kamu jujur ga Bakal kejadian kan? protes Stefanie


" Sudah lah. anggap aja tak pernah terjadi. biarkanlah semua yang kita lewati menjadi cerita kita nanti di masa depan kita" ucap Ardit. Bahkan aku sudah tak tau lagi bagaimana caranya untuk menghilangkan semuanya stef,aku ga bisa. aku berharap ini menjadi cerita cinta kita. gag ada yang lain disana hanya kita. kamu tahu seluruh hatiku telah dikuasai olehmu. gag ada tempat lagi buat gadis lain. jadi aku mohon bertahanlah untukku sampai tiba waktu itu" lanjutnya dalam hati.


" Hei.. ringan sekali untukmu untuk melupakan. Kamu pikir seperti menghapus jejak pensil. Hatiku ada padamu Dit, bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya?? Kembalikan dulu hati yang kamu curi itu, bagaimana dengan masa depanku nanti,masa aku ga punya hati? kasihan dia!! ucap stefi.


" Kamu mau mencari masa depan lain" tanya Ardit spontan. hati nya tiba tiba terasa tercubit. disambut senyum bahagia lawan bicaranya.


"Aghhh senang sekali!!! Teriaknya.


" Ada apa dengannya?? bahagia sekali dia"


" Baiklah aku pulang dulu. sepertinya masalahku sudah selesai. Bilang sama ayah uupss om maksud nya,aku mau jadi distributor utama hasil sayurnya mulai hari ini. stefi beranjak dari posisinya semula dan mendekat kearah Ardit, mendarat kan sebuah ciuman lembut dipipi pemuda itu.


" Aku juga mencintaimu. Kamu adalah masa depanku jadi gag bakalan ada yang lain. berangkatlah besok,aku akan menunggumu disini. jangan cari aku besok,karena kalau aku hadir disana bisa kupastikan kamu bakal membatalkan niatmu untuk berangkat!! teriak Stefi dengan tidak terlalu keras karena dia menyadari om Arvindo alias sang ayah sikembar ada disana sambil berjalan mundur menjauhi Ardit dan segera memutar badannya untuk berlari dari sana meninggalkan Ardit yang bergeming dengan telapak tangan dipipinya.


seketika Ardit tersadar dari otak traveling nya.


" Steffi.... tunggu!!


Stefi pun mengurungkan niatnya untuk berbalik. Dia menghentikan langkahnya sambil melihat pergerakan lelaki yang sangat dicintainya itu. Dekat semakin dekat.


stefi menyambutnya dengan senyum nya.


" Kenapa Dit?? tanyanya antusias.


Tapi Ardit tidak menjawab. dia hanya terdiam sejenak memandangi gadis cantik dihadapannya itu. dan tiba tiba


grep


Ardit memeluk erat gadis yang teramat dicintainya itu. Stefi terkejut dengan reaksinya Ardit.Tapi setelah ya dia membalas pelukan hangat itu.


" Biarkan seperti ini stef, sebentar saja. Aku ingin meyakinkan diri ku kalau ini semua memang nyata"


Stefi malah terkekeh. dia bingung dengan tingkah Ardit yang tiba tiba melow begitu. bertolak belakang dari sikapnya diawal tadi.


" Dit ada ayah kamu! Ga enak tahu!! Stefi berusaha mengurai pelukan Ardit. Ardit pun akhirnya melepaskan pelukan itu.


" Terimakasih. aku akan berusaha pantas bersanding denganmu, dan .. Ardit menggantungkan ucapannya.

__ADS_1


Stefi pun penasaran dengan lanjutan kalimat itu, dia mendekat " dan apa ar hmmmpth"


Ciuman lembut dibibir tipisnya. Meski hanya sekilas tapi mampu membungkam mulutnya. Jangan lupakan wajah merona ya. dan refleks nya menutup mulutnya. kepalanya berputar mencari sesuatu, apakah ada yang lihat memastikan on Arvin tak menyaksikan adegan romantis itu.


"Dan aku mencintaimu Stefanie Mahendra" lanjut Ardit tak memperdulikan wajah kekasihnya uupss gadis didepan nya itu. yang salah tingkah karena ulahnya.


Ardit melangkahkan kakinya meninggalkan stefi yang mematung disana. sekarang gantian malah dia yang ditinggal. " sekarang kita impas kan" senyum Ardit.


setelah tersadar stefi pun mengekor Ardit yang sudah agak jauh di depannya.


" Ardit" panggil nya lgi.


"Kenapa?? Masih kurang?? tanya Ardit.


pertanyaan yang ambigu buat stefi.


"Kamu curang. itu first kiss ku"manyun stefi.


" Impas dong. Tadi pipiku juga sudah ternoda olehmu" canda Ardit.


"Ckkk. Itu pipi. ini bibir ku yang ka....


Ardit mendarat kan ciuman lembut dibibir yang asyik mengoceh itu lagi. Hanya menempel,lumayan lama.


dan itu berhasil membuat gadis itu membulatkan matanya seolah mau keluar.


" Kalau kamu mau lagi,teruslah mengoceh" ancam Ardit penuh tekanan dengan senyum smirk nya.


" Hahh itu mah mau kamu Ardit. tunggu saja pembalasan ku" ucap stefi dalam hati. ia dalam hati. dia tak mau jadi bahan tontonan nanti, karena merek sudah dekat dengan rumah.


" Aku antar kamu pulang!!


" Aku bawa mobil"


"Kamu gak mau menghabiskan malam ini dengan berdua denganku"


" Hah baikalh dengan senang hati" ucapnya pasrah.


Pasrah tapi senang kan stef.

__ADS_1


__ADS_2