
Begitu stefi beranjak dari sana, ruangan itu kembali hening. Hanya deruan napas dari sepasang anak manusia yang terdengar sangat teratur disana. Alicia maupun Ardian tak tau harus memulai semuanya darimana.
"Kenapa kita hanya berdiam saja!! Apa ini bisa mengubah keadaan nya jadi seperti biasa nya?"
akhirnya Alicia membuka sesi tanya jawab ituπππ. Berharap pria di depannya itu berusaha untuk menjelaskan semuanya.
"Apalagi memang yang kurang jelas Al. Bahkan sudah cukup jelas kan!! Hari ini kamu sudah lihat kenyataannya"
" Ia memang. Kenyataan bahwa ternyata kamu menyembunyikan fakta besar ini Yan!! Apa kamu tahu,bagaimana hancurnya perasaan aku dengan ini semua!! "
"Ok kami salah,maaf sebelumnya. Tapi setidaknya diawal aku sudah berusaha bertanya dengan baik baik padamu. Tapi ,kemarin gag peduli tuh,malah membuat ku berpikir untuk kesalahan yang tidak kulakukan!!"
"Bagaimana aku tak bersikap seperti itu Yan. Kamu ingat bahkan belum 24 jam saat itu kamu jujur padaku tentang perasaanmu. Hanya kata nyaman yang kamu sebut. Kenyataan yang dilapangan, bahkan dia memeluk dengan erat, mengucapkan kata cinta,sayang dengan tulus.
Bagaimana aku tak Insequre. Dia yang kukira kamu bisa mengucapkan semuanya dengan gamblang nya. Sementara untuk ku ,bahkan masih gugup.
Bagaimana aku harus menanggapi nya. Aku perempuan Yan,dia juga. Aku hanya melakukan yang sepantasnya jadi seorang perempuan. Dari kejadian itu ,aku sudah kalah telak lho. Aku hanya dapat pengakuan nyaman saja.Padahal dia, mendapatkan semua yang ku harapkan darimu"
Ardian terdiam sejenak. Mulai menimang ucapan gadis pujaannya itu." mendapat semua yang ku harapkan darimu?? apa artinya sebenarnya Al juga sama denganku. Tentu saja, mana bisa Al menolak pesonaku " senyum nya jahat banget guys.
" Kenapa malah tersenyum,baru sadar kalau kamu salah! "
" Enak saja. Aku ga merasa bersalah ya Al! Karena sejujurnya,aku tak menyadari hal ini semua. Bahkan aku baru sadar hari ini karena kalian hadir secara bersamaan"
" Ternyata otaknya dipakai hanya disekolah aja ya mas " sindir Alicia
" Apaan! sesuka mu ajalah!
Tapi emang benar sich. Padahal dari awal, aku sering berbagi sama Ardit, soal stefi. mulai dari Yuda yang jalan bareng ke mall , ngantar kesekolah, udah itu bareng yolana. terus kemunculan Rio di sekolah kita juga. Bahkan detail banget malah. Bahkan kejadian di lapangan itu,dia juga cerita sama aku. Tapi aku ga tau kalau kamu ada disana Al,karena aku hanya dibalik tembok menyaksikan adegan romantis itu"
"Romantis apaan??
__ADS_1
"Romantis lah!! Berpelukan di depan kamar mandi. Ada aroma yang aneh menemaninya."
"Sembarangan aja kalau ngomong.
Btw Kenapa sich kalian harus nutupin dari kita? Akhirnya kan salah pahamnya ga enak"
"Sebenarnya bukan nutupi,lebih ke biarin aja mengalir apa adanya. Selama ini kita jarang bareng juga soalnya. sekolah nya kan juga beda. Baru semester akhir kemarin Ardit memutuskan untuk balik kerumah ini"
"Huftt ya sudah lah. Pastinya aku sudah tahu kebenaran nya"
" Hmm... ngomong ngomong nanti kalau kami dah sampe disana jangan sampe hilang kontak ya.. lagian kami juga nunggu undangan nanti" Ardian sudah mulai relax dengan jantungnya.
" Undangan apaan?? ulang tahun maksudnya??"
" Ckkk ,ya gak lah
Ya kali ultah gue jabanin pulang! Nanti undangan bahagianya lah. Tunangan,nikahan, atau wisuda nya mungkin.!!
" Manusia kutubmu mau kamu kemanakan?? Masa diumpetin di kulkas Mulu. nanti malah ga bisa mencair" ledek Ardian.
" ???? Maksudnya??? Aku ga paham Yan!! Al bingung dengan kalimat Ardian yang arahnya entah kemana.
" Ckk pura pura ga ngeh dia"
" heheeheh. Jangan bahas dia lah Yan! dia bukan siapa-siapa ku. Aku murni hanya berteman dengannya. Lagian buat apa sich cari yang lain,udah ada di depan mata ko!"
" Udah pintar gombal ternyata"
"Hei ini bukan gombal! Ini nyata ya. karena selama ini, didekatnya hatiku biasa saja "
"Hmmm baiklah.
__ADS_1
Padahal tadi aku sudah menguat kan hatiku untuk bisa berangkat besok. Tapi begitu melihatmu datang tadi, aku jadi ragu tahu Al!"
" Jangan jadikan aku alasan mu untuk menyerah Yan .Karena aku maunya jadi penyemangat mu. pembangkit seluruh cita citamu. Aku bakal dukung janji kita di awal komitmen kemarin. Dari usia kita memang masih muda. Tapi kita harus berpikir dewasa kan?? Lagian hidup kita bukan untuk stuck. kita harus maju!
Aku mau membantu mu mewujudkan janji di warung bakso waktu itu Yan!!!"
Dan lihatlah wajah sumringah Ardian. seperti baru dapat undian berhadiah miliaran saja dia. Ucapan sederhana Al itu bisa membuat semangat nya kembali.
" Kamu serius kan Al?? Kamu mau nunggu aku pulang?? dia bertanya penuh harap.
Dan anggukan Alicia dia lihat sangat jelas dihiasi dengan senyum indahnya,menambah kadar kecantikan nya. Uwhhh meleleh Abang dekk... Spontan dia menarik gadis itu kepelukannya dibenamkan didada bidangnya. pelukan hangat dan erat.
" Aku mencintaimu, sangat. Mungkin ini hanya ucapan dari anak remaja yang belum mengerti arti cinta sesungguhnya... Tapi aku akan membuktikan, kalau ini memang cinta yang nyata " bisik Ardian tepat ditelinga Alicia.
Bersamaan dengan itu ,stefi dan Ardit juga hadir disana.
" Udah ,segitu aja dulu. Nanti keenakan lho. Sisakan lagi untuk Beberapa tahun lagi" sindir Ardit. Dan pelukan itu pun terurai begitu saja.
" apa tadi katanya. keenakan??? yang benar saja. itu hanya pelukan. lah tadi dia nyosor nyosor di bibir. lah itu namanya apa?? Dasar'' stefi mengumpat dalam hati.
"Ckkk ganggu aja " geram Ardian.
" Ga usah marah kenapa sich Yan.. Dah disamperin langsung sama Kaka ipar juga" goda ardit lagi. sekarang dia udah duduk sambil menarik lengan stefi juga biar duduk juga.
Mereka berempat bercerita dengan kisah yang mereka lewatkan karena salah paham tak berahlak yang diciptakan oleh mereka sendiri.
Kisah yang membuat persahabat mereka hampir tak terselamatkan.
"Ceritakan kenapa kalian berdua bisa muncul disini secara bersamaan. apa kalian janjian?? saya rasa tidak mungkin! apalagi kamu stef, kamu kan ga tau rumah ini!! " tanya Ardit penasaran. benar juga stefi kan Ga tahu. Ardit dulunya ngekost juga kan.
" Ha!!!!
__ADS_1
Alicia dan Stefanie saling pandang, harus mulai darimana coba!