Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
13


__ADS_3

Rumah sederhana itu berangsur-angsur kembali ke mode awal, dimana dulu nya sebelum kehilangan ratu di rumah itu sangat hangat,penuh kasih. Apalagi penghuni nya memutuskan untuk kembali bersama di rumah yang bisa dikatakan rumah kenangan. Karena sebenarnya rumah itu dulu adalah peninggalan kakeknya ayah dari ayahnya. Jadi banyak kenangan indah yang tak bisa dilupakan dari sini.


Setelah obrolan beberapa hari yang lalu dengan ayahnya, Ardian dan saudara kembarnya Ardit sudah tinggal bersama.


sekilas tentang Ardit.


Begitu ibu mereka berpulang ,dia memutuskan untuk keluar dari rumah itu untuk sementara karena menurutnya dia


terlalu susah melupakan kenangan bersama ibunya. Selama ini dia tinggal sendiri di kos an kecil dekat sekolah. Tapi jangan lupakan,dia sekolah sambil bekerja paruh waktu untuk kelanjutan hidupnya. Ardit dan Ardian adalah kembar identik. bukan hanya postur tubuh aja,isi kepala juga hampir sama. Kedua nya tergolong anak pintar dan berperilaku baik.


Seringkali orang yang bertemu dengan dengan mereka salah paham karena tak bisa membedakan diantara keduanya. oleh sebab itu mereka memutuskan untuk sekolah di tempat yang berbeda karena tak ingin hal yang serupa terjadi untuk mereka.


Flashback on


Dulu semasa SMP pernah satu kali seorang gadis yang tergila gila pada Ardian, ketika itu mereka sedang ada di pasar membeli bahan praktek untuk keperluan sekolah. Tiba tiba gadis itu datang dan bergelayut manja di tangan Ardit.


"Mimpi apa aku semalam bisa ketemu babang kyut ku disini. Aghh ngapain disini,belanja ya. Makin sayang dech. Aku temani ya. Jarang jarang lho aku baik dan bantuin cowok tampan!! " ucapnya dengan nada yang entah didapat darimana.Bikin gendang telinga harus bersusah payah menerima getaran nya dan menganalisa artinya.


Ardit yang notabene nya berbeda dari Ardian yang sedikit pendiam dan cool malah ngerjain kembarannya itu." Kapan lagi dapat yang gratis" gumamnya.


" Wah sicantik baik banget kamu!! Aku suka wanita yang perhatian!"ucapnya


" Benarkah?? Tapi di sekolah kamu tak pernah perduli denganku. bahkan kau menganggap q tak ada!!" Ujar anak itu lagi.


" Owh ya. kamu salah paham. Di sekolah memang aku tak suka terlalu dekat dengan perempuan bikin repot. Tapi kalau di luar sekolah boleh ko kita dekat seperti ini." jelasnya.


" Benarkah ucapanmu itu. aku senang mendengarnya. Berarti kita berteman ya. Besok kamu ga boleh cuekin aku lagi!! Aku juga akan bersikap baik dan tidak urakan lagi padamu"


"Baiklah!! Sekarang aku mau pulang. Banyak hal yang mau kukerjakan. sampai jumpa besok di sekolah ya.."


Ardit meninggalkan perempuan yang senang nya sudah ketulungan itu. Dia berjalan mendekati Ardian yang memang pada saat itu tidak bersama dengan nya. dia mengeluarkan senyum gilanya.


" Kesambet apa loe!! Senyum ga jelas kek gitu!! tanya Ardian langsung.


" Baru ketemu fans MU disana. Ternyata seru juga ya klo ngerjain orang?? " jawab nya.


" Apa maksudmu??tanya Ardian penasaran.


" Besok pasti tahu. sekarang ayo pulang takutnya dia muncul lagi" tawa Ardit


" Awas aja kalau imbas nya sama ku ya"

__ADS_1


"hahahaha


Dan besok nya Ardian kewalahan gara gara Ardit. Dia harus berusaha menjelaskan tapi bingung memulai dari mana. Alhasil dia pulang dari sekolah hanya karena tak tahan dari penguntit hasil kerjaan Ardit.


" Arditttttt ... Dimana kamu!!! awas loe ya..." teriak Ardian


" Hahahaha.. Bagaimana enak tidak punya fans fanatik" tawanya lagi.


Flashback off


Rumah sederhana itu masih tampak sepi, Arvindo,sang ayah duduk sambil termenung di teras ditemani sagelas teh di atas meja.Tiba tiba lamunan nya buyar karena salam dari salah seorang anaknya Sampai di rumah..


" Siang ayah!!!


" Siang nak." kemudian dia melirik jam tangannya! " Belum waktunya pulang kok udah nyampe rumah aja Dit? tanya sang ayah.


" Ada rapat guru guru yah!! jadi kami pulang lebih awal!!jawabnya pendek" tampak aura sedih di wajahnya. dan melangkah masuk ke dalam rumah.


" Siang ayah!!


" Siang nak!!. Di sekolah kamu gurunya rapat juga??


" Adik kamu yang bilang. Dia juga udah pulang. Tapi raut wajah kalian bertolak belakang" ujar sang ayah.


" Maksud ayah? Ardian tak paham dengan ucapan ayahnya.


" Ayah lihat ada kebahagiaan di wajah mu. tapi Ardit malah menekuk wajah begitu nyampe!!"


" Ah ya. klo gitu Ardian lihat aja langsung klo gitu. Ardi masuk yah" ujarnya dan langsung masuk menuju kamar Ardit. jiwa kepo nya udah tahap akut kek nya.


Begitu di depan pintu kamar dia melihat saudaranya duduk lesu,pikiran nya entah dimana! Dia melihat langit-langit kamarnya,Tah apa yang dia dapat dari sana.


Ardian melangkah mendekatinya.


" Kenapa hari ini tak bersemangat?? apa yang kau pikirkan? Tak biasanya wajahmu sekusut itu?? Apa kau ada masalh dengan beasiswa mu??


" Tidak, bukan masalah sekolah. semuanya baik baik aja. tidak ada yang perlu dikawatirkan!! " jawabnya sedikit melirik kearah samping.." Kulihat kau malah bahagia kenapa? berbagilah denganku biar aku merasakan nya!!"


" Hmm baiklah aku akan cerita, tapi kau janji dulu padaku akan cerita penyebabnya wajah jelek mu itu kau beli darimana" ucap Ardian dengan sedikit halus.


" Baiklah. ceritakan dulu."

__ADS_1


" Kau ingat aku pernah cerita seorang gadis padamu??


" Apa gadis yang di pasar itu maksudmu" senyum Ardit menggoda


"Hei lupakan itu. karena ulahmu itu terjadi. ini tidak ada hubungan dengan nya." protes Ardian


" Baiklah. lanjutkan"


" Aku sempat berpikir untuk menyerah,apalagi akhir-akhir ini si Rivaldy dekatin dia. kau tau Aldy kan anak pengusaha properti yang tersohor itu,


" ia lanjutkan aja, ga usah bahas dia gak penting juga"


" hah ko jadi kau yang buat bete. ok lah dengarkan.Tadi aku mengantarkan dia sampai di depan rumahnya,seketika nyaliku menciut, rumah 10kali dari rumah kita pun lebih Dit.Makanya tadi aku buru buru izin sama dia buat pulang. Eh ada bonyoknya lagi nungguin di teras. Sadis Dit,awalnya dikerjain sama bokapnya, gemetar dengar aura suara dari bokapnya. Langsung diskakmat aku disana. nyokapnya baik, Wellcome lagi sama aku. akhirnya aku diajak kerumah juga sama bokapnya.Diluat dari pemikiran ku ternyata bokapnya juga baik. Dan sekarang bokap nyokap nya mendukung aku Dit!!! "jelas Ardian dengan semangat dan kemudian tiba tiba lesu.


" loh kenapa lagi. bukan nya harus senang ya. dah dapet lampu ijo. masalhnya apa?"


" belum dapat hati anaknya" jawab Ardian. konyol bukan.


"Hahhahh..tawa Ardit. lagian kau pun ada ada saja ngapain minta restu anak nya aja belum tentu mau!!"


" Ia setidaknya aku tau klo aku ga bakalan nyerah dengan perasaan ku! Karena aku udah punya pendukung" senyumnya." Nah giliran kau sekarang. jangan kau pikir aku dah lupa janjimu"tagih nya.


"Secara garis besar sama masalah hati. Tadi aku melihat dia untuk yang ketiga kalinya bersama seorang laki laki yang tampaknya setaralah dengan kehidupan sosialnya. karena kulihat dia bawa mobil tadi.Dan lelaki yang sama Yan. menurutmu dia itu kekasih nya atau bukan??


" Bisa jadi sich"


" Itu dia. tapi tadi mereka bertiga. bukan seperti dua kali yang kemarin cuma berdua aja. Apalagi kemarin dipeluk yan.aghhh sakit perih hati ku yan. Tpi aku ga tau mesti berbuat apa?"


" Jangan gegabah. siapa tau saudaranya kan? cari tau dulu jangan menyerah lah. "


"Aku ragu karena selama tiga tahun ini aku udah dekati dia,tapi ga direspon yan. Ga dijauhi juga sich. tepatnya bersifat biasa aja!! Makin pusing aku yan!!


" kenapa kisah cinta kita semiris itu ya. kenapa kita melabuhkan hati Sama wanita yang notabene dari keluarga yang terpandang!! Biasa nya anak orang kaya itu sombong dan ga suka dekat sama orang biasa kan??


" Nah itu dia. dia berbeda yan. sekalipun dari keluarga terpandang dia sederhana. aku rasa itu yang membuatku tertarik padanya."


" Hufttt rumit juga ya. tapi kita ga boleh menyerah dong!! semangat ya. kita pasti mendapatkan cinta kita!!


" Makasih Yan. aku jadi berpikir ulang untuk mundur"


" Begitulah memang selayaknya jadi saudara"

__ADS_1


__ADS_2