Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
40


__ADS_3

Rian , Nayla, Alena,Mahendra, Arvin ,Al dan Stefi melanjutkan acara makan mereka sambil sesekali bercanda dan bertanya sedikit kehidupan mereka sebelum bertemu.


" Ar kalau sudah seperti ini ,perusahaan mu akan kamu ambil alih kan ? tanya papa Rian disela sela makan merekA.


" Perusahaan?? maksud papa? tanya Alicia penasaran.


" Ya perusahaan yang akan kamu kelola itu sayang. itu milik ayah Arvin mu! jelas Nayla


" Hah.. Al jadi bingung!


" Sepertinya bukan Al yang akan mengelolanya" ujar Arvin


" Ia bukan Al , tapi Ardian kan Arvin" tebak Rian


" Salah!! untuk apa Ardian mengelola itu. Kan ada perusahaan Santoso untuk dia kelola! Kau tak akan membiarkan putraku gelandangan kan. hahaaha.. Perusahaan itu buat masa depan stefi dan Ardit. Karena Mahendra punya putra juga kan? jelas Arvin.


" Aghh ia. aku hampir lupa sama Yuda Hendra! Maaf! Akhirnya aku bisa istirahat juga akhirnya. Kapan menantuku akan pulan Vin ? aku sudah tak sabaran " pungkas Rian.


" Di acara pertunangan Yuda sepertinya mereka akan pulang"


" Wah.. bakalan jadi pertemuan yang sangat dinantikan! Aku sudah tak sabaran melihat seperti apa rupa Ardit. bayi merah yang kami perebutkan dulu. agh lucu sekali. tak menyangka akan jadi menantuku benaran sebentar lagi. " senyum Alena


🌼🌼🌼🌼🌼


Tidak terasa waktu terus bergulir, pernikahan Andre juga sudah di depan mata. Semua persiapan bahkan sudah hampir πŸ’― persen.


Sahabat sahabat nya turut membantu,mereka menginginkan semuanya sempurna. Karena ini adalah pernikahan pertama yang terjadi diantara beberapa sahabat itu.


Semuanya ingin memberikan yang terbaik. Apalagi Bridesmaids nya. wuih yakinlah nanti pasti pada bingung yang mana pengantinnya. Apalagi didampingi cowok cowok yang tak kalah jauh kerennya nanti.


Tak terkecuali dengan saudara kembar ini. Keduanya sudah terlihat di bandara. Penampilan yang berbeda dengan keberangkatan 4 tahun lalu. Lebih berwibawa,dan tampak seperti pengusaha muda pada umumnya.


Meski usia mereka masih tergolong sangat muda tapi pesonanya tak bisa disepelekan. Bahkan sepertinya layak dinobatkan menjadi the winner untuk saat ini.ughhh bangganya jadi orangtua mereka ya.


" Waw semuanya tampak berbeda ya bang. Aku malah jadi rindu suasana tahun yang sudah lewat "


" Jelas bedalah udah berapa tahun ga kesini. Tapi yang pasti rasaku masih sama saja "

__ADS_1


" Agh sok puitis banget sich. Aku tak lagi bertanya soal perasaanmu. aku bertanya suasananya saja"


"Ia sorry. Aku hanya mengungkapkan apa yang dihatiku aja. Aku juga kangen suasana yang dulu. Tapi aku sudah cukup bahagia dengan suasana ini "


" Baiklah. Mari kita keluar. Siapa tau ada yang baik hati menjemput! "


" Heehheh. gayamu. bilang aja kau sudah tak sabar bertemu dengan stefi. Ya sudah ayolah!!


" Mereka jadi pulang ga sich Al? Harusnya dah sampe lho. Dah hampir 30 menit masa belum nongol sich " gerutu stefi.


" ckk ga sabaran banget non. paling bentar lagi juga nongol tuh. sabar aja Napa! Nah, tuh mereka! tunjuk Al


" hah benaran itu mereka. ga salah Al " stefi juga ikutan kagum dengan penampilan baru pria tampan itu.


" CK lupa wajah kekasih sendiri. Padahal kalau VC an kalian heboh tuhh " goda Al lagi.


" Agh kau ini bisa aja. Ayolah samperin mereka!! stefi menarik tangan Al dan berjalan menghampiri pujaan hati mereka itu.


"Ardit " Stefi sudah tak sabar


Dan


"Stefii ... kakak ipar !!! balas Ardit tak kalah terkejutnya. Dan tanpa aba aba, stefi memeluk kekasihnya itu.


" Kenapa lama sekali munculnya. Aku pikir kamu ga jadi datang loh ! Isak stefi di pelukan Ardit.


" Kamu yakin ga salah peluk nih " goda Ardit.


" Ga. Aku yakin banget ini Ardit. kamu berniat mengerjaiku kan? hmm "


" Wah ternyata kamu sudah mulai peka! sudahlah yang penting aku dah datang dan muncul dihadapanmu. lagian mana mungkin aku ga datang diacara tunangan Abang Yuda mu itu! Bisa dipecat sebelum jadi mantu. hehehehe " seloroh Ardit.


Al hanya melongo melihat drama Korea love dihadapannya.


" Apa kamu berniat untuk menyaksikan mereka saja haaa!! Kamu tak rindu padaku? kamu tak ingin memelukku juga kah ?? "Ardian merentangkan tangannya


Al tersipu malu dengan kalimat yang dia dengarkan barusan. Tapi dia tetap mendekat juga, dan

__ADS_1


" Aku rindu Ar! mungkin lebih besar dari rindu mereka. Tapi aku tak pintar mengekspresikan nya seperti stefi. Ahh lain kali aku harus belajar darinya " ucap Al dan masuk dipelukan pria tangguh pilihan hatinya itu.


" tak usah belajar. Aku suka Al yang apa adanya seperti ini. Jangan berubah jadi orang lain Al.


Aku sangat rindu juga Al " Ardian memeluk dengan penuh kasih dan kehangatan. Mengecup sekilas pucuk kepala Al beralih ke kening. Berikut pipi kiri kanan ,dan terakhir berhenti di bibir tipis Al. Hanya kecupan singkat tapi mampu membuat Al terbang melayang. " I love you Alicia Santoso "


"I love you too Ardiansyah putra Arvindo "


" Ckk dari mana kamu tahu nama lengkapku itu"


" Heehheh itu tak penting. Kamu tau , lihat ini " Al tersenyum manis sambil menunjuk kan jemarinya yang sudah tersemat cincin titipan beberapa tahun lalu .


"Hah... kok udah dipakai saja Al. Aku dah janji setelah kepulangan ini aku akan melamarmu !!


" Kamu lelet. terlalu payah kata ayah Arvin. Ayah sudah melamar kami untuk putra putranya" jelas Al


" What?? Ga salah dengar kan Al?? ko bisa?? ah ayah keterlaluan, kenapa menghancurkan momen romantis ku " gerutunya.


" Ceritanya sangat panjang. Kami aja ga nyangka ternyata papa mama sama ayah dulunya sahabat. Intinya ayah sama mama, trus papa sama ibu Sandra . Bahkan om Mahendra juga lho. " Al bercerita panjang lebar sama Ardian.


" Apalagi ini!! Aku penasaran sekali mendengar ceritanya. Ayo kita pulang." ajak Ardian


" Ayolah!! stefi kalian tak ingin pulang kah? apa kalian mau bermalam disini ?? seru Al


" Biarin aja. mungkin mereka mau melepas rindu ala mereka ''


" Tapi kita hanya bawa satu mobil tadi Ar. Hei kalian berdua ayolah. Dirumah masih bisa kan dilanjut " goda Al lagi.


" Agh kalian tidak bisa melihat orang bahagia ternyata.baiklah ayo. tapi kami mau jadi penumpang aja " ucap Ardit dan menarik tangan stefi memasuki mobil dikursi belakang.


" Ckk mau enak nya aja dia " protes Ardian.


" Sudahlah. Biarkan aku yang nyetir. Asalkan ditemani nanti."


" Huftt baiklah. kali ini aja ya Al "


Akhirnya mereka meninggalkan bandara menuju rumah penuh kenangan dan kerinduan itu. Bersama dengan sang pahlawan yang bernaung disana.

__ADS_1


__ADS_2