
"Kalian!!!!!! kaget Alicia. Dia baru aja nyampe di kediaman Ardian dan Ardit.
Alicia melongo,bola matanya membulat ,kaget bercampur aduk,heran dan tak menyangka. Kalau dihadapan nya saat ini ada dua sosok Ardian.
Ayah kelihatan biasa aja menatap ke arah Alicia. beliau mendekat ke arah pintu karena melihat kedua anak nya juga melongo di hadapannya." ada tamu ko dibiarin nunggu di suruh masuk lo,Yan Dit!! Masak ekspresi nya kek gitu amat! Ayo masuk nak!! ajak sang ayah pada Alicia yang masih bergeming didepan pintu.
" Ehh ia om! Alicia mengangguk,dan berjalan dengan langkah yang kaku mengikuti ayah mendekat ke arah si kembar.
Ardit dan Ardian tersadar setelah Alicia sudah ada di dekat mereka.
" ehh,,, kamu Al, duduk dulu!! gugup Ardian.Alicia pun menurut ambil posisi di ruangan itu." Sendirian kamu Al kesini?? yang lain pada kemana?? Ardian mencoba mengalihkan suasana canggung yang mereka ciptakan.
"sepertinya ini urusan anak muda!!Ayah kebelakang dulu kalau gitu! ujar sang ayah dan meninggalkan mereka bertiga disana.
" Kalau gitu aku ambilkan minum dulu bentar ya Yan. Kakak ipar ga pilih pilih kan sama minuman? karena memang ga da pilihan kakak ipar" canda Ardit sambil beranjak juga dari sana. menuju ke dapur. dia memang tak bercanda dengan ucapannya,dia mau menghidangkan minum untuk calon kakak ipar.
Tinggal lah sepasang anak manusia di ruangan itu. tak ada terdengar suara,hening seolah-olah tak ada aktivitas disana.
" Al tumben kamu kesini?? kami berangkat nya besok ko,bukan hari ini. Kamu sendirian?? Bahaya tau ke gang sempit sore kek gini! di depan biasanya banyak yang nongkrong" Ardian memulai pembicaraan nya. Alicia malah masih membisu. dia hanya mendengarkan ocehan Ardian tanpa berniat menjawabnya. " Cowok apaan dia itu ngebiarin cewek cantik jalan sendiri sore menjelang malam gini" ocehnya lagi.
" Kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan selain ini sama kami Yan?" tanya Alicia spontan.
" Hahh maksudnya apa Al??
" Ko kamu nanya balik?? Kurasa tanpa aku jelaskan kamu paham maksud dari ucapan ku barusan!!" ujar Alicia tak sabar.
" Maksudmu kami? Owh.. ga bermaksud berbohong Al. tapi memang dari sejak SMP kami tak pernah bersama. Dan kami sudah membiasakan diri masing-masing dengan kehidupan seperti ini. Beberapa bulan terakhir ini kami baru bersama. maaf klo kamu tidak tau soal ini!!.jelas Ardian.
"Tapi kenapa Yan??
" Kenapa apanya lagi Al?? Aku kan dah bilang kalau kami memang jarang bersama. dan kami sekolah ditempat yang berbeda pula!!"
__ADS_1
" Ia, tapi se....." sebelum Al menyelesaikan ucapan nya terdengar ketukan dan salam dari depan kembali. Keduanya menoleh.
to tok tok
"permisi selamat sore.". Stefanie nongol di depan pintu. " Alicia ternyata kesini juga. huft. ga nyangka ketemu disini. " benaknya.dia pun melangkahkan kakinya.
" Sore juga. Hai Stefi, loe kesini ternyata. Maaf tadi ga ajak loe kesini!! ucap Al
" Duduk dulu" ujar Ardian.
"Hmmm" jawab Stefanie singkat. beberapa saat ketiganya berada dalam keadaan yang tidak baik. semuanya terlarut dalam diam dan pemikiran masing masing.
"Hai, kita ketemu lagi disini" sapa Ardian.
dan direspon kaget sama stefi.
" Hahhh gila. dia pura pura ga kenal sama gue. apa tadi katanya ketemu lagi di sini!!! sumpah gak nyangka banget gue Dit, ternyata loe semunafik itu. huftt nyesal gue kesini. nyesal gue ga dengar kata kata nya Abang Yuda gue. kalau tau gini mending gue buang jauh-jauh lah hati gue" batin Stefanie.
kamu salah ngebatin fan, kalau Lo tau yang sebenarnya loe pasti nyesal ngomong kek gitu.
Steffi masih tak merespon, Alicia membantu Stefani menjabatnya.
" Hah sandiwara apalagi dia. sejak kapan namanya berganti jadi Ardian? huh menyebalkan sekali. kenapa aku bodoh ya jatuh cinta sama orang kayak dia,pasti Abang bakal ngetawain nanti ini. yakin banget ini" pikirnya lagi.
" Hei Fani kamu lagi mikirin apa sich?? Dari tadi bengong Mulu? sentak Alicia.
"Ga apa2 ko ka. Btw gue duluan balik aja ya" akhirnya kalimat yang tak terduga dia lontarkan.
" Ko buru buru amat fan?? baru aja nyampe Lo! ujar Alicia.
" Sekarang gue ngerti apa yang membuat mereka berdua bertingkah seperti ini. Dia pasti mengira kalau aku itu Ardit.
__ADS_1
Jangan jangan waktu dilapangan kemarin benaran mereka berdua ada di lokasi itu. Dan ini buah dari kesalahpahaman itu. Tapi kenapa Al ga pernah nanyakan hal itu!! Apa dia percaya aja sama yang dilihatnya di lapangan kemarin? aku ga nyangka ternyata ketidaksengajaan yang dulu mendapat kesalahpahaman yang seperti ini" Ardian kembali ke masa-masa yang telah mereka lewati kemarin.
Saat ketiganya asyik dengan lamunan mereka, Ardit datang dengan tiga gelas minuman di nampan yang ada di tangannya.
" Wah,tamunya nambah satu ternyata. Ya udah dech tuan rumah ga usah kali ya. sekali kali kan boleh ya " canda Ardit sambil mengalahkan minuman ke depan Al dan stefi yang masih asyik dengan muka tertunduk nya.
deg deg deg
" Apa ini?? kenapa jantungku berdegup kencang. Sama seperti dahulu berdekatan dengannya. kenapa tadi waktu baru tiba tidak seperti itu?? Aghhh jadi dilema aku jadinya" batin stefi.
" Diminum ka, jangan asyik nunduk aja" ucap Ardit lagi.
" Deg suara ini" Stefani langsung mengangkat kepalanya. sesaat kemudian mereka saling menatap. dia kaget melihat ada dua sosok pribadi yang sama didepannya.
" Arditttttt" lirihnya. ia tebakan mu benar fan ,dialah arditmu yang sebenarnya.
" Jadi ini jawaban dari keraguanku beberapa bulan terakhir ini. di saat jantung ku berdetak normal, Ardian lah yang ada di depan ku. dan saat ini debaran jantung yang biasanya terjadi sudah kembali lagi disini. Keaadaan macam apa ini!! Mereka bahkan tak punya perbedaan secara sekilas. Kenapa aku bisa sebodoh ini, mereka berada di sekolah yang berbeda. seharusnya aku cepat menyadarinya"
"Silahkan minumnya. maaf hanya itu yang ada " ucap Ardit cepat. Dan dia beranjak meninggalkan ketiganya dalam suasana canggung itu. " Yan ,aku mau temani ayah dibelakang, kau selesaikan lah masalahmu. Biar kau tenang berangkat besok" saran Ardit.
"Hmmm"
"Kenapa kalian berdua tak pernah jujur dengan yang sebenarnya" tanya Alicia.
" Sebelumnya maaf ya Al ,kami ga tau hal ini terjadi. karena kami beda sekolah. jadi kami berpikir tak mungkin juga terjadi. Lagian selama ini semua nya baik baik aja,berjalan dengan baik. tanpa kusadari dan tanpa Kutahu kalian juga terlibat. Dan nyatanya kalian memutuskan nya sendiri tanpa bertanya.
Sejujurnya aku baru tau hari ini ketika kalian berdua hadir disini. Karena sejak awal ,secara pribadi aku sudah mencoba bertanya,tapi kamu bilang aku pasti tau alasan nya. Sebenarnya aku bingung,karena aku tak pernah ingat kesalahan apa yang kuperbuat yang membuatmu marah. Tapi aku berusaha untuk memahaminya kok.
Dan mulai menerima kenyataan yang seperti itu" jelas Ardian.
" maaf Ardian.. boleh aku menyusul kebelakang,aku mau bicara dengan Ardit "sela Stefani.
__ADS_1
"Pergilah, biasanya dia di kebun sayurnya. Samping kiri petak kedua." ujar Ardian
dan stefi pun langsung berjalan sesuai petunjuk Ardian.