Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
45


__ADS_3

Pertunangan Yuda dan Yolana


Gedung yang sudah terlihat sempurna berkat kerjasama dari sekelompok pemuda pemudi yang bersahabat itu. Bakal calon pengantin sudah berdiri ditempat yang sudah disediakan didampingi oleh kedua orangtua dari bakal calon mempelai berikut dengan sahabat sahabat mereka yang juga tampil paripurna malam ini. Dan jangan lupakan sepasang cincin yang sudah melingkar manis di pasangan berbahagia itu.


Meski tak banyak tamu undangan dari luar,acara nya tetap aja meriah, berkat ulah para sahabat sahabat nya yang kadang bersikap konyol. Semua acara berjalan dengan baik sesuai rencana bahkan lebih dari ekspektasi mereka,lancar seperti jalan tol bebas hambatan.Dan kebahagiaan terpancar dari pemilik acara itu.


Perlahan tapi pasti gedung itu mulai sepi. Setelah para undangan mengucapkan selamat,mereka langsung pulang ketujuan masing masing. Dan sekarang yang tersisa hanya keluarga inti dan tentu saja para sahabatnya akan tetap tinggal juga disana.


Keluarga dari pihak Yolana juga sudah pamit duluan. Ayah Arvin, papa Ryan dan mama Nayla juga masih terlihat disana, mengingat betapa dekatnya mereka dimasa muda dulu. Dan hari ini seperti reuni bagi para orang tua.


Sekarang mereka berkumpul diruang am khusus pertemuan digedung itu. dari yang muda sampai yang tua lengkap disana.


" Selamat ya Yud,akhirnya tunangan juga loe. kita gak nyangka aja loe bisa melangkah kejenjang ini, secara selama ini kalian berdua bercanda terus ga ada serius seriusnya " ucap Andre memulai obrolan mereka.


" Terimakasih.Ini juga berkat kalian ,semuanya berjalan dengan baik. jadi kami juga berterima kasih sama semuanya " Yuda menanggapi ucapan Andre dengan wajah berkaca kaca.


" Sama sama. kita tulus ko bantunya " jawab mereka serempak.


Dan setelahnya mereka bersenda gurau ,bercanda satu sama lain seperti yang biasa mereka lakukan.


" Eh...tunggu dulu, calon mantu aku yang mana sich ka Ar " tanya mamah Alena tiba tiba. Tersadar setelah lama mereka bercerita.


Kelompok muda langsung fokus ke Ardit sekarang. Dan Alena juga mengikuti arah pandangan itu, yang merasa diperhatikan akhirnya beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekat mamah Alena dan papah Mahendra.


" Halo Om ,Tante saya Ardit anaknya ayah Arvindo " Ardit mengulurkan tangannya untuk menyalim, dan disambut antusia sama Mahendra tapi tidak dengan Alena. Bahkan Alena memalingkan mukanya tidak suka.


Stefi yang melihat itu merasa tidak nyaman.

__ADS_1


" Mah kok gitu sich responnya ? bisik stefi ditelinga mamah nya.


"Mamah gak suka ! protesnya. Dan Ardit sangat terkejut dengan respon sang calon mertua nya itu. Dan perlahan dia menurunkan tangannya.


" Kenapa sich mah, bukannya mama yang paling antusias punya mantu Ardit " lirih Mahendra. yang juga merasa heran dengan perubahan sikap istrinya yang tiba tiba itu dan merasa tak enak juga dengan sahabatnya dan anak anak itu terutama Ardit.


Tapi lihatlah ayah Arvindo malah tersenyum,yang membuat yang hadir disitu merasa heran.Arvin tahu apa penyebab Alena seperti itu,makanya Arvin terlihat santai.


'' Ayah senang? Lirih stefi dengan wajah muramnya itu.


" Kenapa dari dulu kamu gak pernah mengalah sih Alena? Kalau kamu ga suka dan pengen juga bilang sendiri dong sama calon mantunya ? goda ayah Arvin. dan spontan aja yang disana kaget ,heran


" Maksudnya " heran mereka dengan wajah yang penasaran.


" Tapi ka Arvin curang ! gerutu Alena.


" Kenapa sich mah ? tanya Mahendra dan Yuda bersamaan.


Alena hanya terdiam, dan dia menatap pemuda tampan didepannya.


" Ardit " panggilnya


" Ia Tante, aku akan berusaha membahagiakan stefi Tante, aku janji " harap Ardit


" Ckk. Agh ka Arvin curang. Masa anak aku dia monopoli. Pokoknya aku ga setuju " protes Alena lagi.


" Ardit ga ngerti Tante " ujar Ardit lagi. dan itu malah membuat Alena menjadi-jadi.

__ADS_1


" Huh ka Arvin !!?!?


Tiba tiba Mahendra tertawa terbahak-bahak. Dan itu semakin membingungkan bagi pendengar Budiman disekitar mereka itu.


" papah kenapa lagi sih " gerutu stefi " mamah aja belum kelar udah nambah lagi.


" Jelaskan pah " ujar Yuda.


" Ya ampun sayang. Dari dulu kenapa kamu ga berubah sih. punya keinginan aja mesti berbelit-belit gitu. Mereka ga bisa baca pikiran kamu lho. Kasihan kan calon mantu kita diabaikan gitu " ujar Mahendra.


" Tapi kesal pah "


" Ia mah. papah juga tau. hehehehe. Kamu ini bikin orang pada kaget semua. Oh ya Ardit maafkan Mamah Alena ya " ucap Mahendra. dan setelah mendengar kalimat itu Ardit mulai berpikir dan seketika senyumnya mengembang dengan manisnya.


Dan tangannya mulai terangkat dan diulurkan lagi di depan mamah Alena calon mertuanya yang rada aneh menurut nya karena drama tak masuk akal itu.


" Halo Mah , aku Ardit calon mantu mamah yang sudah diminta dari bayi " ucap Ardit dengan pedenya. Dan lihat wajah berbinar Alena terlihat dilanjut dengan senyum bahagianya. Tangan nya langsung menggenggam erat tangan Ardit.


" Halo sayang. Mamah senang bisa bertemu dengan calon mantu pilihan mamah " ucapnya dengan antusias. " Ka Ar aku menang "


" Cih masih childish aja kamu Len " sorak Nayla yang sudah tau kelakuan Alena dari dulu. ternyata belum berubah sampai Sekarang.


" Wlee biarin aja. Yang penting aku senang " entengnya. " Wuih calon mantuku ternyata sangat tampan Nayla " pujinya lagi.


kelompok pemuda hampir syok melihat pertunjukan drama para orangtua mereka. Terlebih stefi yang sudah spot jantung duluan begitu melihat penolakan dari mamahnya tadi.


" Huft mamah ada ada aja " lirihnya hampir tak terdengar begitu Ardit sudah menjauh dari orangtuanya dan duduk didekatnya sekarang.

__ADS_1


" Jantungnya udah normal belum " goda Ardit tepat ditelinganya. dan seketika wajahnya merona.


__ADS_2