
Waktu terus berlalu bahkan bulan juga telah mereka lewati . Ujian akhir juga sudah selesai dilaksanakan, sekarang mereka sibuk dengan bimbel dan tes ke perguruan tinggi pilihan mereka.
Sesuai dengan yang pernah mereka janjikan dulu, Rivano dan Vanesha akan ambil kuliah kedokteran. Alicia dan Yuda ambil jurusan sesuai dengan permintaan orang tua mereka . Andre dan Ariska juga udah tunangan, mereka ambil jurusan tata boga, Yolana sepertinya tak ingin jauh dari Yuda, dia memilih fakultas yang sama. Stephanie mengikuti jejak Vanessa, dia ambil dokter umum biar semua bisa katanya .
Sedangkan Ardian dan Ardit dapat beasiswa di luar negeri kebetulan di universitas yang sama. Setelah lama berdebat dengan Ardit ,Ardian menyerah untuk ambil jurusan manajemen bisnis , Ardit bilang biar mereka bisa kolap nanti membangun perusahaan kalau sudah lulus .
"Tidak terasa ya sebentar lagi seragam ini tak kita pakai lagi"
"Iya.. banyak pelajaran berharga yang kita terima disana .by the way besok jadwal penerbangan nya jam berapa??"
" 8 pagi"
"lo udah beres-beres!"
" udah siap semuanya tinggal berangkat"
Keduanya asyik ngobrol sampai tak menyadari sang ayah sudah duduk di dekat mereka.
"Kalian bahagia sekali meninggalkan Ayah sendirian"
" Ayah tak ada konteks seperti itu. kita sayang ayah"
"Kita hanya berusaha jadi yang terbaik, percayalah ayah ,setelah kita kembali kehidupan kita akan jadi lebih baik.. Ayah akan punya dua jagoan nantinya"
"Baiklah baiklah tapi ayah tak mau hanya 2 jagoan aja Ayah mau banyak" ucap sang Ayah bangga. meskipun sebenarnya beliau menahan rasa sedihnya. siapa ga sedih ya ditinggal sendiri sama anak-anak nya.
"Seperti keinginan ayah " . Mereka saling berpelukan kemudian sang ayah mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.
" Ini apa yah??
"Buka aja siapa tahu di luar negeri nanti ayah dapat calon mantu" senyum sang ayah
__ADS_1
"Ayah ada-ada aja ,Adit suka produk lokal " celetuknya .
"Ardian juga"
"Ia iya Ayah tahu ya sudah berkemas-kemaslah. besok jangan sampai ada yang ketinggalan" pesan ayah sambil berjalan meninggalkan kedua anaknya diruangan itu.
"Siap ayah"
"Dit, keluar bentar Yog, ada yang ketinggalan!!
" Nggak agh. lagi malas gerak.bpengen rebahan aja"
" Terserah deh. aku keluar dulu,mau nitip tidak??"
" Nggak, semua udah lengkap. emang aku kamu!!! ledeknya
"Sialan kamu.. " Ardian mendengus kesal mendengar ujaran kembarannya itu. Ardit nyengir aja melihat ekspresi Abang nya itu,lalu dia pun merebahkan tubuhnya seperti ucapan nya barusan.
" Mereka disini.. Lho itukan cewek yang dipeluk Ardit kemarin waktu dilapangan?? Kok bisa bareng sama mereka?? lirihnya. Ia mereka adalah para sahabatnya plus Stefanie. mereka lagi makan bareng sepertinya.
Dia pun berjalan mendekat kesana." Hi semuanya!! Kalian disini juga rupanya" sapanya dengan sedikit lembut padahal dia hanya menutupi rasa gugupnya.
" Eh ,,Loe Yan. makan bareng sekalian!! ajak Vanno dan di balas senyuman manis dari Ardi.
"Sorry, tapi baru aja selesai makan. kalau tau kalian disini, gue pasti makan disini juga tadi itu" ucapnya sambil menarik kursi dan duduk tepat disebelah Alicia dan tepat juga berhadapan dengan Stefanie. Wah keduanya siap siap sport jantung ini.
" Kenapa debaran jantung gue tak secepat biasanya kalau lagi kek gini ya. apa gue udah bisa menghilangkan perasaan gue sama dia?? apa ia secepat itu?? batinnya. Bahkan ia terlihat biasa saja.
" Owh ia guys.. kebetulan sekali kita bisa ketemu disini!! tadinya mau ajak ketemuan. eh taunya dipermudah dengan cara kek gini!!" ujar Ardi.
" Ketemuan?? kaget mereka. karena sejak kejadian di lapangan itu,dia jarang gabung. bahkan hampir tidak pernah. alasan nya mau fokus ke beasiswa nya dulu.
__ADS_1
" Gue mau pamit. besok jadwal penerbangan gue" ucap nya mantap.
" loe jadi ambil beasiswa yang ke London?? tanya Alicia dan diangguki oleh yang lainnya.
" Ia.. karena hanya disana yang pas sama yang gue pengen. btw gue pamit ya. soalnya masih kemas kemas" ucapnya lagi dan hendak beranjak.tapi masih terjeda karena pertanyaan Al.
" Besok penerbangan jam brapa?? tanya Alicia
"penerbangan pertama. pagi sekitar pukul 08.00an" dan kali ini dia beranjak. "Sampai ketemu beberapa tahun lagi. semoga disaat itu kita sudah menggapai cita dan kebahagiaan kita masing-masing." dia mendekat ke Alicia " jangan lupakan gue ya Al, gue tunggu undangannya dari sana. gue usahakan pulang" bisik nya.
" Andre, klo nikah nanti kabari gue ya, gue bakal usahain semampu gue menghadiri nya. yang lain juga ya!! pamit ya nanti kelamaan gue" Ardian melangkahkan kakinya meninggalkan sahabat sahabat nya itu. sebenarnya dia hanya tak ingin bersedih makanya dia buru buru pulang ya.
" Gue bingun Yan,sama perasaan gue sendiri. asal loe tau gue ga punya hubungan apapun dengan Rivaldy. Gue sayang sama loe,tapi gue gak mau egois. waktu itu dengan gamblang nya nyatain cinta dan memeluk stefi,tapi gue ga pernah dapatkan itu. makanya gue berusaha menghindar biar loe sama stefi aja!!" batinnya sambil menatap Ardi bahkan sampai tak terlihat lagi punggungnya.
" Kenapa perasaan gue biasa aja ngelihat dia pergi. ada apa ini. dari lubuk hati yang terdalam dia masih menempati ruang yang spesial. tapi kenapa saat ini bahkan hatiku tak bereaksi apa2. pertanda apa ini!! batin stefi
" Besok kita ikut ke bandara" usul Stefanie tiba tiba. dan ditatap tak percaya oleh mereka semua.
" gue setuju sama Stefani" sambut Alicia. yang mengundang rasa penasaran dan bingung tentunya buat yang lain.
" Kenapa?? salah ya???"
"Ia nih,, kok pada cengo gitu. dia teman kita juga kan?? sentak Alicia.
"apa kalian berdua yakin??
" hah??? pertanyaan macam apa itu??
" Baiklah baiklah.. besok kita ikut!!
Akhirnya mereka sepakat untuk mengantarkan Ardian ke bandara besok pagi..
__ADS_1