
Kebersamaan itu masih berlanjut. Rasa hangat mengalir begitu saja diantara mereka sambil menikmati hidangan yang tersedia dihadapan mereka. Dan tampak sesekali mereka bersenda gurau,bercanda menambah suasana hangat diantara para sahabat yang layaknya saudara itu.
" Oh ia diluar dari topik hari ini, tiba tiba mama ingat sesuatu " Alena menjeda ucapannya.
" Mah ga aneh aneh lagi kan? Ga bakalan buat jantung Adek mau copot lagi kan? goda Yuda sambil menyikut lengan stefi yang duduk disampingnya itu.
" Apaan sih bang ? Steffi udah merona aja mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
" Udah ga usah malu gitu juga kali. Tapi emang benaran kan tadi jantungnya ga normal " bisik Ardit tepat ditelinganya.
" Apaan sich. Sok tau banget deh." dengus Steffi membantah tuduhan saudara dan kekasihnya itu.
" Biarkan mama bicara dulu anak anak " lerai sang papa Mahendra.
" Baiklah. Ayo ma apa yang mama ingat itu!! tanya Steffi.
" Ga terlalu gimana juga sebenarnya. Mama cuma mau nanya kapan Ardit sama Ardi balik ke London. Karena mama dengar langsung lanjut pendidikan nya disana ? tanya mama Alena.
" Huh.. kirain apaan ! gerutu Yuda. dia berharap adeknya bakal spot jantung lagi.ternyata ga sama sekali.
Ardit dan Ardian saling lirik. dan
" Dua Minggu lagi ma. Karena memang begitu jadwal nya masuk nanti" jelas Ardit.
" Hahh. Berarti lebih kurang 2 tahun lagi dong pulangnya " kaget mama Nayla
" Kurang lebih begitu ma. Lagian ga begitu lama kan. empat tahun aja bisa berhasil,ini malah setengahnya " lanjut Ardian lagi.
"Hmm. Boleh juga sich. Tapi sepertinya papa punya ide yang brilian " usul papa Ryan.
"Sepertinya kita sepemikiran kali ini Yan. Aku setuju dengan ide mu " sambar Arvindo yang menjadikan seisi ruangan itu melongo.
" Papa bahkan belum ngomong lho Ayah" protes Alicia. "kenapa main setuju aja,emang punya telepati " lanjutnya.
"Mereka sudah terbiasa sayang.Biar aja mereka berkhayal seperti itu" sindir mama Nayla.
__ADS_1
"Ckk kalian selalu aja seperti itu,tidak ada berubah sedikitpun. Jelaskan ide konyol kalian itu, kami juga pengen tahu " sewot Mahendra.
" Hahaha. kasihan sekali papamu nak. selalu saja terasingkan " ledek Alena sambil menyikut Steffi.
" Hah kalian selalu menyudutkan ku. Ayo tunggu apalagi,sudah ga sabaran ingin dengar "
" Ia Ayah"
" Ia Pa. jelaskan lah "
Yang lain pun mengangguk i nya.
Hufttttt. Ryan menarik napas panjang dan mengeluarkan secara perlahan dan
"Papa udah capek. Dan sepertinya sudah waktunya istirahat. Jadi papa putuskan dua Minggu lagi adakan pemberkatan pernikahan ! senyuman Ryan sedikit licik.
" Apaaa??
" Haaa menikah ??
" Siapa yang akan menikah ???
" Tentu saja kedua pangeran tampanku " jawab Arvindo dengan santainya dan tak terlihat ragu sedikitpun.
" Apaaa
" Secepat itu ?
" kenapa?? Harus???
Berbagai kalimat meluncur begitu saja setelah mendengar kalimat kedua dari ayah Arvindo yang semakin mempercepat detak jantung mereka.
"Apa kalian tidak mau menikah ?
" Bukan begitu ayah ,papa. tapi kita masih sanggup kok menunggu " jelas Ardit dan Ardian.
__ADS_1
" Tapi kami maunya dua Minggu lagi. kalau tidak yah lupakan untuk menjadi menantu papa " putus Ryan.
"papa " protes Al.
" Al juga bisa ambil keputusan " saran Arvindo.
Seketika keheningan melanda. Beberapa saat kemudian barulah yang bersangkutan angkat bicara.
"Hmm.. baiklah kita setuju. Tapi kenapa harus dua Minggu lagi. kenapa ga sekalian seminggu aja " tawar Stefany. Dan dibalas senyuman penuh makna para orangtua.
" Kalau udah setuju,jangan ditawar. Baiklah dua Minggu lagi, sebelum mantuku berangkat " putus para orangtua lagi.
" Whatt!! Sebelum berangkat??? apa itu artinya hari yang sama??
" Tentu saja " jawab merek enteng.
"Niat banget emang mau ngerjain " batin Alicia.
Vanesha sudah cemberut,tapi tiba tiba dia tersenyum,
" kita semua setuju, kami akan bantu menangani nya. pokoknya beres lah itu " serunya.
" Haaa... tadi kamu protes lho Cha " selidik Ariska.
" Setelah dipikir-pikir oke juga ide para orangtua " senyum Vanesha.
" Ckkk . aku mengerti dengan senyum jahatmu Cha. ternyata ide konyol mu itu masih kau simpan !!
" Tentu saja aku ga mau langsing sendiri "
" Ha..haa... ! Yolana dan Ariska menertawai kalimat yang bahkan sangat mereka pahami dengan jelas maksud dan tujuannya itu. ada ada saja Vanesha.
" Dasar sahabat ga punya akhlak. Kau hanya memikirkan diri sendiri " protes Stefanie.
" Hei kita sudah cukup baik ya. aku bahkan yang tunangan duluan,masa nikahnya malah yang masih kemarin. Gak terimalah. Tapi setelah dipikir-pikir boleh juga,anggap lah itu hukuman yang setimpal " jelas Vanesha.
__ADS_1
"Ternyata masih ada yang sepemikiran dengan para tetua. jadi secara resmi, kami umumkan bahwa dua Minggu lagi keluarga besar kita akan mengadakan pesta. Mari kita rayakan dengan bersulang "
Dan hari itu berlalu dengan sebuah pengharapan semoga Minggu depan semuanya berjalan dengan baik. Mereka melanjutkan kembali aktivitas yang tertunda hanya karena debat singkat itu.