
Stefanie
Disudut ruangan seorang gadis beranjak dewasa termenung ,keningnya tampak berkerut. seperti nya ada yang menjadi bebannya saat ini. Stefanie,ia dia adalah Stefi. Setelah pertemuan mereka tadi di tempat makan itu,dia jadi kepikiran.
Menyebalkan sekali dia, apa dia ga sadar kalau aku juga disana! Tapi aku yakin dia tau dan dia benar benar sadar kalau aku duduk persis di depan nya dia. Enak saja dia nyuekin gue kayak gitu. Tapi ,kan aku yang minta sich biar ga dekatin aku lagi. tapi masa ia dia anggap aku gak ada tadi.
Tapi setelah dipikir-pikir kenapa tadi perasaan aku biasa aja ya. Bahkan tak merespon sedikit pun,beda saat dulu dia dekat sama aku. Rasanya jantung ku berdebar-debar, meloncat-loncat, bahkan kadang aku sampai ga bisa mengontrol nya.
Tapi ,tadi itu kenapa? biasa aja, aku gak merasakan apa-apa. jantung ku juga normal aja,gak ada debaran yang aneh. Apa aku udah ga mengharapkan dia lagi? kalau ia ,apa ia secepat itu hilang nya.
Huft... Bahkan Sampai detik ini aku masih tak meyakini nya Dit, kenapa bisa kamu sehebat itu menyembunyikan semuanya. Tiga tahun kau berhasil memporak-porandakan perasaanku, bahkan ketika kau berhasil memasuki nya,kau hancurkan lagi.
Tiga tahun pula aku dan dia terjebak dalam pesonamu itu. Tapi kenapa harus aku Dit,kenapa harus dia juga? Kenapa harus terjebak dengan situasi seperti ini!
Andai saja aku tak mengenalmu mungkin aku ga sesakit itu. aku terlalu bodoh untuk mengenalmu.
Sekarang apa yang harus aku lakukan! Apa mungkin kita masih harus terjebak di dalam lingkaran ini! Aku nggak mau harus mengorbankan persahabatan ini hanya karena perasaan ku yang tak bisa ku kubur untukmu.
" Stef!!! haloooo kau melamun de?? teriak Yuda . Dia berjalan mendekati adeknya itu yang melamun dan tidak sadar kalau Abang Yuda memperhatikan ekspresi nya dari tadi.
" Hei, apa yang ada di dalam pikiran mu ini ha!!! sampai kau tak menyadari kalau dari tadi abang meneriakimu!!
"Hahhh.... apa bang, stefi ga dengar" jawabnya gugup
" Dari tadi bengong Mulu, kenapa?? Cerita sama Abang! siapa tau Abang bisa bantu!!" saran Yuda.
" Huftt .. ga ada apa-apa sich bang!!!
" Yakin??? Mungkin lagi baik nich!!
" hehehe. tapi Abang janji bakalan bantu ya!! dan janji ga bakalan marah dan nanya nanya" ucap stefi dengan nada memohon.
" Kalau mintanya gini,Abang curiga!!
" Ga aneh aneh kok bang,Ia in aja Napa"
" Baiklah. ok Adek ku yang baik sejagat raya,sebisa mungkin Abang bantu. dan janji"
__ADS_1
" Aku minta alamat teman Abang itu!!
"Hah... buat apa de? kamu jangan berbuat aneh aneh!!
" Tuh kan, tadi udah janji lho"
" Tapi kan de...
" Aku cuman mau ngomong serius bang sama dia. aku ga mau semuanya terlambat. Besok dia udah mau berangkat lho bang. Abang ga usah kawatir,Ade cuma mau ngomong baik baik ko. Lagian Ade ga berharap lagi kok bang,ya meski masih sayang sih sebenarnya!!
" Tapi kamu janji ga bakalan kenapa kenapa ya"
" Janji. Abang memang yang terbaik dech. Ya udah Ade mau siap siap dulu bang. jangan lupa alamatnya di kirim" ujar stefi sambil berlari menuju kamarnya. Dia bersiap siap.
siap dengan segala kemungkinan yang terjadi nanti disana.
Yang paling penting,siap untuk terluka nantiππππ.
Stefanie sudah siap dengan penampilannya. Tidak jauh berbeda dengan tampilannya sehari hari. Dengan langkah pasti dia menuju mobilnya yang terparkir manis di garasi rumahnya.
" Apapun masalah nya,aku harus tetap temuin dia. Masa dia ga nyadar sih kalau aku itu ga mau didekati sama dia karena dia juga dekati Alicia. Ga mungkin kan ,belum resmi pacaran aja udah diduain. gak banget lah itu.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Di rumah sederhana itu, sang ayah sedang menasehati kedua putranya yang akan meninggalkan beliau sementara waktu studi nanti. Terlihat jelas raut wajah kesedihan yang tampak disana. Ayah sebenarnya tidak sanggup melepas kedua anaknya itu,karena tak terbiasa jauh,lagipula yang ayah punya hanya mereka berdua aja.
" Ayah tenang aja. pokoknya kita bakal berusaha keras jadi yang terbaik."
" Kita jamin setelah lulus nanti ayah pasti bangga punya dua jagoan yang hebat seperti kami"
"Hei ayah udah pernah bilang kalau ayah mau punya banyak jagoan,ayah ga mau hanya dua. terlalu sedikit" ledek sang ayah berusaha mencairkan suasana haru itu. tak dapat disembunyikan raut wajahnya,dan genangan air matanya.
" Kita juga udah sering bilang sama ayah,kalau ayah ga boleh bersedih,karena kita berdua akan jadi sumber kebahagiaan ayah. tak kami ijinkan ayah bersedih lagi"
Sang ayah menghapus airmatanya. dan mereka pun berpelukan. seketika suasana mengharukan kembali terjadi diruangan ini.
"Ayah bangga punya kalian. Kalian adalah harta berharga ayah. Jika kelak kalian sudah disana, tetap lah jadi mutiara ayah.
__ADS_1
Berbuatlah seperti anak seusiamu. Belajarlah sesuai dengan apa yang semestinya sebagai seorang pelajar. Jangan tergiur hal yang duniawi. Fokuslah dengan tujuanmu. Karena jika sedikit saja menyimpang dari apa yang telah kau rencanakan,ada konsekuensi yang harus kamu terima dengan setimpal."
Ardit dan Ardian tak dapat menahan rasa haru lagi,keduanya sudah meneteskan airmata.
" Hei kenapa kalian jadi bersedih. Ayah tak suka melihatnya. Jangan lupakan satu lagi, pulang dari sana Ayah pengen calon mantu langsung dua!!
"Hahh minta bang Iyan dulu pah" elak Ardit.
" Ayah minta dua pokoknya. Masa Iyan dua duanya. dari kamu mau dikemanakan nanti!! mau tanpa pengakuan dari ayah hee...."
" Ckk. baiklah. Kita usahakan kalau bisa sekaligus sama cucu cucunya juga.hee" canda Ardit.
" Jangan bercanda Dit, kau mau melakukannya??
" Tidak berminat dengan yang kayak gitu. kamu saja" elak Ardit lagi.
"hahaha"
Suasana dirumah itu sedikit berubah dari suasana haru menjadi sedikit kebahagiaan. terlihat dari senyum dan tawa mereka yang memenuhi ruangan itu.
Sangking asyiknya dengan tawa itu, mereka
tak menyadari suara mobil yang sudah parkir dengan sempurna di pekarangan rumah itu.
Pemilik mobil itu turun dengan sedikit ragu.
" Aku harus bisa"
Mulai melangkah kan kakinya menuju pintu rumah yang sedang terbuka lebar menampakkan tiga sosok lelaki di ruangan tamu yang sedang quality time itu.
Memberanikan diri untuk mengetuk pintunya.
Tok tok tok
" permisi.. selamat soreee"
Yang di dalam rumah serentak menoleh ke arah pintu, dan seketika mereka saling menatap.
__ADS_1
"Kaliaannn" dia terkejut. wajahnya terlihat shock. dia berdiri sambil memegang erat ujung pintu. Sungguh ini tak pernah hadir di dalam pemikirannya.