Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
22


__ADS_3

Malam ini terasa sangat panjang berhubung ada yang ditunggu in.


The girly menunggu curhatan mereka.


Most wanted nunggu moment menunjukkan hak kepemilikan ,


dan Rio and the genk menunggu wanita cantik di dalam bayangan mereka masing-masing.( author juga penasaran sebenarnya)


Kediaman Alicia


Makan malam,


" Lic,,bentar lagi ujian akhir bukan??? tanya sang papa


" iya ,Pak .Makanya Putri papa ini lagi berjuang ,biar dapat nilai yang bagus nanti" Alicia semangat banget dia.


"Berjuang untuk cintanya udah belum ??sayang mama mulai mode paparazi.


" Ckk mama lagi makan nggak bagus ngobrol" sarannya


"Yang ngobrol duluan siapa yang disalahin siapa" cemberut sama mama


cup cup cup "sayangnya Alicia udah deh ma.iya-iya Alicia ngalah" senyumnya


"terus gimana tanya" Mama lagi


" lagi mah, nggak dilupain aja rajuk Alicia


"Mama butuh jawaban!! ya kan pah??


" pastinya dong "


"ck udah tua masih urusin cinta aja" guman Alicia


"papa sama Mama denger loh"


" iya maaf deh mama papa Cia yang luar biasa "


Maaf ya diterima kalau udah dijawab" ancam sang Mama ,disambut senyuman papa


"CK orang tua perhitungan" lirihnya " Ardian itu dari kalangan bawah Lo pa Ma" pancing Alicia


" Apa Putri papa lagi menilai orang dari segi materi "selidik papa


" hey Alicia tak mengatakan seperti itu ,ini adalah pemberitahuan sebelum Alicia menjalin hubungan dengannya " jelas Alicia


"wow ...jawaban yang sangat papa tunggu, bapak tak peduli dari kalangan mana yang penting dia gimana nantinya"


" manisnya makasih papa Mama Alicia senang sekali" Senangnya Alicia orang tuanya ada di pihaknya

__ADS_1


Kediaman Yuda Mahendra


"Dek ,Emang tiap hari benar "


"enggak percayaan banget abangnya "


"Abang hanya memperjelas aja dek "


"Segitu nggak yakin nya bang "


"Besok Abang mau ke lapangan sama dia,kalau kau mau tahu hadirlah disana tanpa kamu ketahui dan buktikan sendiri.


ucapan Abang nggak main-main loh dek"


"Baiklah sepertinya aku akan memikirkannya,penasaran adikmu ini sama kejutannya.Sampai ketemu besok di lapangan ,pagi hari mau berangkat sendiri"


"Terserah kamu yang penting kamu senang!! besok akan seperti apa ???Ardian gua nggak percaya dengan ini, tolong tunjukin kebenaran buat gue !!!bagaimana aku menghadapinya ??Gue bingung dengan keadaan seperti ini.


Keesokan harinya di sekolah the girly heboh. Mereka asyik bercerita, pengalaman seru yang mereka alami. Seperti nya mereka antusias sekali. Sesekali saling menyindir


" katanya ada yang ga sabaran mau tunangan nih,gimana ceritanya tuh"


ada juga yang merasa harus berterimakasih sama kejadian yang lewat itu


""Intinya kita harus berterimakasih sama Rio and the genk.Karena mereka semua ini terjadi, ckckc. tanpa disadari mereka kita yang diuntungkan"


" setuju gue,tapi kayaknya lucu juga kalau sampai kita berterimakasih"


" Semalam Ardian jujur sama gue,dan dia udah nyatain sich sebenarnya. semalam pulang kita ngebasso bareng" wajahnya tampak berbinar mengucapkannya.


"Apa ia secepat itu, jarak sekolah ke rumah Alicia lumayan jauh. dan sempat makan juga katanya apa dia bohong?? tapi tidak mungkin, dari raut wajahnya sepertinya dia tidak bohong.


tapi yang gue lihat di balik gerbang itu jelas dia ya Yuda pun melihat juga kan!!! jadi nggak mungkin gue salah liat. apa Ardian punya kekuatan aneh?? wah!!! jadi ngelantur gue kan, tapi kalau tidak jadi itu siapa?? hebat banget dia sampai bisa melakukannya dengan sangat sempurna."


Setelah berbagi cerita mereka masuk kelas untuk mengikuti pelajaran hari ini setiap siswa terlihat sangat serius.


Tak terasa pelajaran sudah usai mereka siap-siap untuk pulang dan menerima tantangan yang semalam. The girly dan most wanted sudah tiba di lapangan ,sepertinya masih sepi akhirnya mereka pemanasan duluan kalau penantang datang biar langsung ready kata mereka.


"menunggu mereka datang ,duel yuk" usul Yudha


"Boleh siapa takut ambil team mu" tantang Vanessa


"Wuihhih yang nerima tantangannya itu ibu negara "sindir Yolana... hehehe


"Gue bareng Ariska aja deh biar imbang, secara satunya udah pasti bareng-bareng tampannya "balas Vanessa


Para cowok hanya tersenyum dan menggelengkan kepala menyaksikan perdebatan mereka.


"Tadi udah pemanasan jadi jangan pemanasan lagi ,nanti terbakar lagi .ayolah main Deal ya artinya pasangan milenial menantang... hahaha "tawa Andre

__ADS_1


Andre Ariska Rivano Vanessa satu tim di seberang ada Yuda Yolana sang penantang ditemani Alicia dan Ardian ceritanya couple baru vs couple lama mah ini.


mereka bermain dengan baik seperti lagi turnamen bahkan peraturannya juga diterapkan sportif banget cuy.Dan mereka bahkan sudah menghabiskan waktu hampir 30 menit. Tiba tiba Ardian minta berhenti,


" istirahat dulu guys ,gue mau ke toilet bentar"


Disela-sela kegiatan mereka terjadi hal-hal yang romantis di antaranya, bahkan ada tangan yang melingkar di pinggang, me lap keringat.Tanpa mereka sadari aktivitas Mereka banyak pasang mata yang menyaksikan baik secara terang-terangan bahkan ada juga yang mengintip dari kejauhan.


"Apa itu perempuan yang dimaksud bang Yudha, ternyata benar bahkan nggak bisa dibandingkan sama gue, terlihat sempurna. Apa yang harus kulakukan nanti iya" Dia adalah Yolana ,dia datang untuk membuktikan omongan abangnya itu .tanpa sadar air matanya menetes bahkan hatiku tak bisa diajak kompromi .kenapa gue sedih ya?? padahal kan memang gue belum menerima dia .Apa benar gue udah mulai suka sama dia apa karena setiap hari dia nempelin, jadi nyaman ,sulit dipercaya.


Sementara di balik pintu lain ada yang menyalahartikan arah air matanya


Ternyata lo kesini stef!!! pantas tadi gue ajak kalau buru-buru. Kenapa step?? apa lu nggak bisa buka hati buat gue, daripada lo ngarep sama orang yang jelas-jelas udah punya pasangan .Emang sih hati nggak bisa dipaksa tapi gue nggak rela melihat air mata kamu menetes sia-sia tak pantas kau tangisi pria seperti itu.


Stefi berlari menuju kamar mandi dia berniat membasuh wajahnya. nggak lucu kan dari lapangan mata sembab.


Adit yang melihat itu segera berlari menyusul.


Kebetulan atau takdir ini ,Ardian kan lagi kamar mandi juga.


Stefi sudah di dalam, Ardit bersandar di dinding dekat pintu toilet wanita itu.


beberapa saat kemudian terlihat Steffi keluar dengan muka yang sudah sedikit cerah seketika dia membelalakkan mata melihat sosok di depannya


"Ngapain kamu ke sini "ketusnya


"Aku mengikutimu dari tadi ternyata kamu kesini" Ardit menarik Stefi ke pelukannya Stefie tanpa memberontak "aku nggak suka kamu menangisi pria itu" lanjutnya


"Apa maksudmu ??lepaskan aku" teriak Stefi,ia bahkan tak mengerti ucapan Ardit. "Nggak akan step" Adit makin mengeratkan pelukannya


Bersamaan dengan itu pintu toilet pria terbuka Ardian keluar dari kamar mandi.


Dia melongo melihat adegan di depannya .segera dia bersembunyi ,pilihan terbaik saat ini tanpa mereka sadari Alicia juga menyaksikan kejadian itu ,dan dia juga mendekat ke sana tanpa menghampiri .


Yolana dan Yuda hanya menunggu sekarang seperti bom waktu .ini memang akan terjadi tapi mereka tidak menyangka secepat ini.


" Stef gue suka, gue cinta sama lo dan gue nggak bakalan biarin lo menangis dan bersedih. gue nggak rela air mata lo untuk pria tak tahu diri itu "ucap Ardit tepat ditelinga Stefi yang ada didalam pelukannya.


Ardian hanya mendengarkan saja di balik tembok dan dia tak menyadari wanitanya juga di sana yang beranggapan dialah pria itu .Alicia meneteskan air mata baru semalam Dia merasakan indahnya jatuh cinta sekarang dia sudah merasakan betapa sakitnya patah hati .Dia pun segera berlalu meninggalkan tempat itu bergabung dengan sahabatnya yang lain


Yolana dan Yuda hanya diam pura-pura tidak mengetahuinya


" Hentikan omong kosongmu itu dit!! lepasin gue" berontak nya. " gue nyesel udah buka hati gue buat loe Dit. Mulai hari ini jangan pernah dekati aku lagi" teriaknya dengan berlinangan airmata kembali dan dia pun berlari pulang. Ardit berusaha mengejarnya sampai batas parkiran, tapi tak menemukan jejaknya lagi dengan langkah gontai dan putus asa dia juga pulang.


Sepeninggal mereka Ardian keluar dari balik tembok dia juga bergabung dengan teman-temannya.Suasana berubah menjadi sangat mencekam. Andre, Ariska, Vano dan Echa yang tak tahu apa-apa saling menatap .


"kalian kenapa "


"tidak apa-apa" sambar Yolana hanya saja gua udah males nunggui mereka sambungnya lagi.

__ADS_1


"Oh iya juga sih"


Tak lama kemudian dari kejauhan Rio dan teman-temannya menunjukkan batang hidungnya.


__ADS_2