Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)

Cerita Cinta Masa Remajaku (Lingkaran Friendzone)
14


__ADS_3

Setelah menjelajah diberbagai mall dan shopping banyak banget,tangan Yuda udah full dengan paper bag.Stefanie benar benar memenuhi janjinya untuk menguras habis tabungan kakaknya itu!


" Dek,yakin masih mau belanja lagi? Ini udah banyak banget lho? Mau dikemanakan lagi coba? protes Yuda


"Aghh belum seberapa juga. Bilang aja Abang ga punya uang lagi! kesal Yolana.


" Hei!!! siapa yang bilang kayak gitu. Tabungan Abang bahkan cukup untukmu shopping setahun full ya tiap harinya!! protes Yuda.


" Klo gitu kita lanjut ya bang. Fani belum puas sebelum Abang Fani ini kere" ujar Stefanie sambil memasuki toko yang banyak pajangan tas branded.


" Hufttt. kelakuannya udah kek ABG labil. Bisa bocor dompet AQ klo gini terus. Kenapa dia hobby banget sich habisi duit orang. Dia kan juga ada" benak Yuda. " cari akal harus ini"


Stefanie udah fokus dengan tas yang ada dihadapannya. Kelihatannya dia bingung harus pilih yang mana. karena semuanya memang menggoda.


" Kalau sampai ambil tas lagi, Abang tidak jadi kasih informasinya tentang kawan Abang itu. Abang bakal cerita yang jelek jelek sama dia,ya Taulah mulut Abang ini bisa jadi biang gosip nanti" ucap nya sambil mendekati adiknya itu.


"hah... jadi Abang ngancam cerita nya ini???


" Lebih tepatnya mengingatkan Adek sayang!!!


" Huhhhh... udah deh. Yang penting belanjaannya udah cukup membuat dompet Abang menipis. baliklah klo gitu!! pasrah Stefanie.


" Sepertinya Abang punya senjata ampuh sekarang. hehehehe lumayanlah untuk gertakan" senyum Yuda melebar dan mulai mengikuti langkah stef menuju mobilnya. Dan segeri dia menata belanjaan yang tidak sedikit itu dibagasinya stelah nya masuk dan duduk di belakang kemudi.


"Segitunya dek sampai membatalkan niatmu yang terselubung itu!! goda Yuda sambil menjalankan mobilnya.


" Anggaplah kali ini Abang menang. tapi .. jangan lupakan kalau Yola itu dekat sama fanie. Jadi Adek punya kartu as Abang juga" ancam balik Stefanie.


" Hei.... pikiran mu kejauhan.Yolana itu sudah meninggalkan hatinya untuk Abang. Jadi ga bakalan berhasil" jawab Yuda tak mau kalah.


"Hahahaha... ! Abang lupa. Tipe idaman Yolana seperti siapa??? Baru juga dibilang tadi. Jangan kepedean deh. jatuhnya sakit lho! lagian cewek itu punya batas kesabaran nunggu cowok. bisa aja dia bosan kan???


" Apa kabar denganmu dek?? Tiga tahun juga kan??


" Bedalah bang. Dia sering nyatain ke AQ.Lah Abang udah nyatain emang. belum kan???Jangan samakan cowok gentle sama cewek tomboi!!" telak Stefanie. Yuda mulai terdiam dan berpikir. Benar juga ya. malah selama ini dia yang salting sama sikapnya Yolana.

__ADS_1


" Owhhh baiklah. sepertinya kita cocok jadi partner" pasrah Yuda. Tidak ada pilihan lain lagi kan. " Tapi Abang ga janji buat dekatin kalian,Abang hanya bisa jadi informan aja. Karena yang abang tahu dia naksir ya sama temannya Yolana. Jadi Abang ga yakin sama modelan kayak kamu,secara yang sana hampirr perfect" jelas Yuda.


" Bisa tidak... Nggak usah menjatuhkan, support kek" Manyun Yolana.


" Hei Abang hanya ga mau kau terluka hanya gara gara cinta"


" Klo berani jatuh cinta harus siap dengan konsekuensinya terluka.."


" Wuihhh dewasa banget Adek gue. belajar darimana??? ajarin Abang dong dek???


" udah agh stef mau turun.Tolong barang nya ya bang. Berbuat baik itu harus total" stefi langsung turun dan berlari ke arah rumah meninggalkan abangnya yang dipastikan kesal abis.


" Udah kek bodyguard nya gue ini. awas aja ya dek,kau harus bayar semua nya" gumamnya sambil susah payah membawa semua belanjaan Yola kedalam rumah. " huft gue tinggalin aja disini,enak banget dia,udah gratis dianterin lagi" senyum jahatnya keluar.


Dia menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya yang bersebelahan dengan sang adik,sekilas dilihatnya pintu kamar stef terbuka,dia berbalik dan


"Belanjaan dibawah ya de,Abang capek pengen mandi,gerah banget soalnya ini" teriaknya dan langsung balik kanan tutup pintu rapat-rapat karena yakin stef akan ngomel lagi.


" Abang kenapa dibawah??? Kan sekalian naik juga! Dasar ga bisa diajak kerjasama ya. Lihat aja nanti! teriakan dari kamar sebelah yang dihiraukan,pendengarnya malah tertawa jahat.


Sepeninggalnya Ardian dari rumah besar itu suasana kembali hening seketika.


" Alic ke atas dulu ma pa.. Ganti baju ,setelahnya kita makan bareng" ujar Alicia sambil melangkahkan kakinya. Tinggal lah mama papanya diruang tamu itu.


" Pah tadi ngomong apaan aja sama Ardian? Nggak macam macam kan pa??tanya mama.


"Ya ampun mama,nething Mulu sama papa. nggak aneh aneh ko tenang aja"


"Gimana gak mikir aneh aneh tadi aja mamah dengar tukang ojek lho pa!!!


"Bercanda kali ma.. itu udah minta maaf langsung sama orang nya"


"Tapi becandanya papa ga lucu tau?? btw gimana menurut papa??


"Tidak buruk" jawabnya singkat.

__ADS_1


"Pendek amat pa katanya" protes sang maam dengan wajah datarnya.


" Sepertinya dari keluarga baik baik. Menarik. Papa suka." jelas singkat sang ayah. Sang mama menarik napas dalam berharap jawaban yang lebih panjang dari suaminya, eh malah jawaban singkat padat tapi jelas lho ya.


" Syukurlah mama juga sependapat. senang dech"


"Jangan senang dulu. mereka hanya berteman. tidak lebih"


"Tapi akan kan pah?"


"Tanya aja sama anakmu. Ardi sepertinya harus berusaha keras ,tapi papah mendukungnya"


"Tapi wajahnya seperti nya gak asing ya pah. seperti pernah lihat. Tapi dimana ya" tampak sang mama sedang mengingat pertemuan sebelumnya siapa tau emang udah pernah ketemu kan..


Bersamaan dengan itu Alicia turun.


" Apanya yang dimana mama? trus papa dukung apaan?? jangan main rahasia-rahasia am sama cia lho!!


mama papa nya saling pandang.


"Kok malah pandang pandangan gitu. mau sekongkol ya " tebak Alicia.


" Eh bukan bukan. mama hanya ingat Ardi tadi. sepertinya kalian dekat ya??


" Dekatlah ma. kita kan sekelas?


" Selain itu?"


"Nggak ada" Alicia menjawab dengan singkat. dan fokus kemeja makan. " CIA lapar, udah bisa makan belum ini?"


" Boleh dong sayang hari ini mama yang spesial masak buat kamu!"


" Wah asyik dong. Ayo pa CIA alaskan buat papa ya" semangat Alicia


" Makasih sayang. senang banget papa diperlakukan kayak gini. sepertinya Ardian juga pasti pengen tuch dialasin sama putri cantik papa!!" sang ayah kembali membahasnya.

__ADS_1


"Hah... " kaget CIA. " ada apa ini?? Ardian ngomong apaan sama mama papa. Apa jangan jangan dia emang nyimpan perasaan sama kek aku. Tapi kelihatannya biasa aja. apa jangan-jangan dia samaan kek si dingin itu!! Rivaldy maksudnya.


__ADS_2