
gerbong kereta berhenti di salah satu stasiun kereta Api, seorang cowok turun dari salah satu gerbong. menginjakkan kakinya untuk pertama kali setelah cukup lama meninggalkan kota kelahirannya, Ari menghirup udara dalam-dalam tapi aksinya itu malah di rusak oleh seorang pria paruh baya di belakangnya.
"jangan halangi jalan, Dek. " kata pria itu.
Ari cuma menatap bingung, melihat barang bawaan bapak tersebut yang banyak. cowok itu menggaruk kepalanya bingung, suara panggilan masuk mengalihkan pikiran Ari. dengan enggan mengangkat telepon, tanpa melihat terlebih dulu siapa yang menghubungi nya.
"ARI LO DIMANA! " teriak cewek di seberang telepon, cowok itu menjauhkan telinganya. "GUE SAMA BANG BIMO UDAH NUNGGUIN LO SEABAD TAHU NGGAK! " masih dengan teriakan, di samping cewek itu terdengar suara sama yang menyuruh memelankan suara.
"Ssssttt... pelan-pelan napa, Vir... " perintah so cowok yang Ari ketahui adalah Bang Bimo, Ari cuma **** senyumnya mendengar suara yang telah lama tidak ia dengar.
hampir satu setengah tahun Ari tidak berjumpa dengan pemilik suara cempreng milik cewek yang sedang meneleponnya ini.
"Iya, iya, gue udah turun dari kereta kok. " jawab Ari sambil menarik koper miliknya, tidak banyak barang bawaan yang ia bawa. barang-barang lain milik Ari akan dikirim lewat Paket ke rumah Neneknya.
"CEPETAN GUE UDAH KEPANASAN NIH! BANG BIMO NGGAK MAU NYALAIN ACC NYA! " masih dengan nada suara tinggi.
"Sabar kenapa sih Neng, gue udah di pintu masuk nih! lo dimana? " tanya Ari.
tanpa menunggu jawaban suara teriakan tidak jauh dari tempat ia berdiri, cowok itu menoleh dan melihat kepala seorang cewek keluar dari dalam mobil.
"OI DISINI! "
cowok itu tersenyum, menggeleng kan kepalanya pelan dan berjalan mendekati Jeep milik Bang Bimo.
"udah nunggu lama ya? " tanya Ari yang menaruh tangannya di pintu mobil sambil melihat wajah cemberut cewek di depannya.
__ADS_1
"udah tahu nanya" ujar Vira membuang muka, "cepetan naik. " perintahnya.
Ari mengangguk dan membuka pintu belakang, "Btw Bang Bimo mana? " tanya Ari yang sudah masuk ke dalam mobil.
"lagi nyari minum katanya. " jawab Vira sambil memainkan ponselnya, cowok itu mengangguk-angguk.
"ngomong-ngomong sekarang lo sekolah dimana? " tanya Ari berbasa-basi, karena sudah cukup lama ia tidak berinteraksi dengan Vira.
"SMA N 1 HARNUS. " jawab Vira.
udah Ari tebak, pasti SMANSA HARNUS. sekolah yang dari awal jadi tempat tujuan Vira dan Ari jika sudah tamat di bangku sekolah menengah pertama, tapi karena Ayah Ari yang di pindah dinas di luar kota membuat cowok itu ikut pindah dan meninggalkan sekolah dan teman-temannya termasuk Vira.
"Aaargh! sialan, pakai acara kalah lagi! " umpat Vira, Ari yanh di belakang cuma memperhatikan cewek itu yang lagi sibuk main MOBILE LEGENDS, permainan yang Ari juga suka mainin.
"Eh lo juga main itu juga? " tanya Ari mendekati Vira, cewek itu menoleh dan kaget karena wajah Ari begitu dekat dengan wajahnya.
"MABA yuk! " ajak Ari.
wajah Vira nggak percaya, "Lo yakin!? " tanya cewek itu.
"Yakinlah. "
mereka pun akhirnya tukaran ID games milik mereka, pintu mobil terbuka dan Bimo masuk ke dalam mobil.
"Dek, gue udah nyariin Ari kemana-mana tapi nggak ketemu. " kata Bang Bimo memasang Sabuk pengaman, "Mungkin udah... "
__ADS_1
"Ada apa, Bang? " tanya Ari yang duduk di belakang.
"Eh copot! " seru Bang Bimo yang kadang latah, "Loh lo dah disini, Ri? " tanya Bang Bimo.
"Udah dari tadi, Bang, emang Vira nggak ngechat Bang? " tanya Ari, kedua cowok itu melihat ke arah Vira yang masih asyik main smartphone nya.
"nggak tuh, dah kita langsung pulang ya? " kata Bang Bimo.
"Loh kok pulang, kan Abang udah janji mau beliin Vira Eskrim. " ujar Vira mematikan smartphone nya.
"Besok dek Abang beliin. " bujuk Bang Bimo.
Vira menggeleng keras-keras, "Nggak bisa janjinya sekarang ya, harus sekarang Abang! " protes Vira.
"Tapi Vir, kasihan Ari baru datang pasti dia capek. "
"pokoknya sekarang, atau nggak aku aduin sama Papa kalo Bang Bimo nggak perhatian sama Vira, biar Vira di bawa ke London, emang Abang mau! " oceh Vira.
kalo sudah membawa masalah Papa mereka, Bang Bimo angkat tangan. Ari jelas tahu tentang hubungan keluarga Vira yang memang tidak harmonis lagi, kedua orang tua Vira telah berpisah cukup lama sejak Ari dan Vira duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Waktu itu mereka belum mengerti tentang perpisahan tapi lambat laun, Vira mengerti bahwa kedua orang tua nya telah berpisah.
hancur jelas, hati siapa yang tidak hancur melihat keluarga yang sangat bahagia itu bercerai berai. pada awalnya Vira terpukul tapi karena dorongan dan semangat dari orang-orang yang menyayanginya termasuk Ari, cewek itu mulai bangkit lagi dan menerima kenyataan bahwa kedua orang tua nya telah berpisah.
"Nggak apa-apa, Bang. kita mampir ke minimarket dulu, lagi pulang ada yang perlu Ari beli. " kata Ari menengahi keduanya.
"Sorry ya, Ri, kita harus nurutin anak manja satu ini dulu. " kata Bang Bimo.
__ADS_1
cowok itu mengangguk, dan duduk bersandar tapi pandangannya tak berhenti menatap Vira. cewek itu menjulurkan lidahnya ke Bang Bimo, yang sudah menyetir mobil keluar dari parkiran stasiun.
***