
sepanjang perjalanan wajah Vira cemberut, Bang Bimo cuek bebek dengan kelakuan adiknya itu kalo bukan karena ulahnya ngerjain Vira yang nggak bangun-bangun pasti cewek di sebelahnya telat ke sekolah.
"Makanya jangan nonton Drakor terus. "
"Diem lu, mana tahu gue kalo udah masuk sekolah aja? "
Menggelengkan kepala, "Yang salah lo napa yang di omelin gue. "
"kan lo yang salah bohongin gue kata Riva jemput gue ngajak berangkat sekolah bareng. " cerocos Vira membuat Bimo jadi pengen nendang adiknya keluar dari mobilnya.
pada akhirnya Bang Bimo milih diem dari pada ngeladenin Vira yang kayak macan betina mau lahiran, bawel banget.
***
Papan pengumuman penuh dengan sesak, beberapa siswa berkumpul untuk melihat susunan kelas yang terbaru. di tengah lapangan terlihat para panitian MOS tengah sibuk mengatur para Murid baru berbaris untuk mengikuti Orientasi siswa, terlihat segerombolan cowok-cowok duduk di pinggir lapangan mengalihkan perhatian siswi kelas sepuluh yang sedang berbaris.
Vira berlari ke arah papan pengumuman, hampir saja ia terlambat kalo bukan karena ulang Bang Bimo pasti sekarang ia berada di luar gerbang bersama adik-adik kelasnya yang terlambat. matanya menangkap sosok Riva yang berdiri tak jauh dari papan pengumuman tapi ada yang menarik tangannya, membuat Vira kaget di buatnya. dan sekarang posisinya terkurung oleh kedua lengan kokoh yang mengunci di kedua sisi, Vira memberanikan diri menatap sosok yang berani melakukan ini kepadanya.
ekspresi takutnya langsung berubah saat melihat wajah familiar yang sangat ia rindukan, menyeringai kecil melihat wajah imut Vira.
"Ari! lo apa-apaan sih! " seru Vira mendorong dada Ari tapi cowok itu tak berkutik.
"Kenapa apanya? " tanya dengan wajahnya yang tampan, cewek-cewek di sekitar mereka hanya bisa menahan nafas termasuk adik kelas yang tidak sengaja melihat adegan kedua kakak kelasnya sebelum di tegur panitia Mos.
memutar bola matanya, Vira ingin segera lepas dari Ari dan menyusul Riva tapi matanya bertemu dengan mata sosok yang berdiri tidak jauh dari tempatnya bersama Ari.
Aji menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan, di sampingnya Stella yang menjadi Pacar Aji. Vira hanya menarik ujung bibirnya kecil, dan kembali menatap Ari.
"Ri, biar gue pergi. " Vira memohon Ari untuk melepaskan nya tapi cowok itu menggeleng, wajah Vira di buat memelas. "Ayolah, gue mau nyari dimana kelas gue." kata Vira.
"IPA 3, " ucap Ari, cowok itu berlalu pergi setelah melepaskan Vira begitu saja.
__ADS_1
bukan Vira namanya jika mendengarkan orang, jadi Vira tetap berjalan ke arah Papan pengumuman dan melewati dua orang yang tengah berpacaran tersebut tanpa menyapa sama sekali. padahal ada yang mengharapkan sapaan dari cewek itu.
"Vira! " sapa Riva yang masih berdiri di tempatnya tadi, Vira melambaikan tangannya kepada Riva.
"Udah tahu di kelas mana? " tanya Vira berhadapan dengan Riva, cewek itu menggeleng.
"Boro-boro mau lihat kelas dimana? lihat tu masih banyak yang ngumpul menuhi papan pengumuman. " jawab Riva menunjuk kerumunan siswa-siswi Harnus.
"Terus gimana dong? " tanya Vira menggaruk kepalanya bingung.
Riva menaikan bahunya, "Kita tunggu Arga aja? dia lagi ngurus MOS. " katanya.
"Apa yang bisa di andalkan oleh Si Arga? " tanya Vira berbalik melihat ke lapangan, terlihat cewek-cewek melihat teman sekaligus pacar sahabatnya itu tengah di gerombolan para cewek-cewek.
***
"Pasti lo sedih karena nggak bisa sekelas lagi sama gue? " ujar Ari yang menopang dagunya dengan salah satu tangannya.
Menyengit mendengar perkataan Ari, "Dih kata siapa juga yang sedih nggak sekelas lagi sama lo? " tanya Vira menatap Vira yang duduk di depannya, ia melipat kedua tangannya di atas meja.
Vira menoyor kepala Ari dengan jarinya pelan sampai tak terasa, "kan kata lo bukan gue." menggeleng kepala.
senyum di bibir Ari tak pernah bisa lepas jika melihat Vira, sejak Ari kembali liburan dari rumah Ayah dan Bunda perasaannya semakin dalam, meski pernah sedikit tergoyahkan dengan sosok masa lalunya.
"Udah sana lo balik ke kelas lo, jangan main ke sini. " kata Vira mengusir Ari.
"Lo ngusir gue? "
"Iyaa... "
Ari menoleh dan menatap Arga yang sedang berbicara dengan Riva, "Gue mau pergi asal lo bisa nyuruh Arga juga pergi. "
__ADS_1
"kalo mau pergi, pergi aja jangan ngajak-ngajak. " ucap Arga yang mendengar Ari dan Vira.
suasana kelas hampir sepi karena sebagian ada yang memilih keluar kelas atau kantin, tapi Vira malah terhalang oleh Ari yang tiba-tiba datang menghampiri dirinya di kelas dan ngomong ngawur.
"Gue laper."
"Ya udah ke kantin, gue juga laper. " kata Ari berdiri dari duduknya menarik tangan Vira, membuat Vira menatap dengan linglung.
"Gue ngajak Riva bukan elo. "
"Tapi lo nggak bilang tadi sama siapa? " jawab Ari yang tambah membuat Vira kesal.
jari-jari Vira bergerak-gerak ingin menerkam Ari, cowok yang sedari tadi ngajak ribut. "Lo balik-balik ngajak ribut ya! " seru Vira tapi wajah kesal Vira malah menambah Ari jadi ingin menggoda cewek yang duduk di depannya.
***
pulang sekolah Vira melewati kelas 11 IPA 2 yang tepat berada di sebelah kelasnya, dan melihat Ari yang sedang di kerubungi cewek-cewek di kelasnya. mata mereka bertemu, bergegas Ari berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menemui Vira tapi cewek itu malah pergi menjauh.
"Vira! " panggil Ari mengejar Vira.
"Apaan sih! " jawab Vira menuruni tangga, tangannya di cekal oleh Ari membuat Vira terpaksa berhenti.
"Pulang bareng yuk!? " ajak Ari.
menarik tangan Vira ke arah parkiran motor yang berada di sisi kanan parkiran mobil, tidak banyak siswa yang membawa kendaraan pribadi ke sekolah. hanya anak-anak kalangan kaya yang membawa mobil sebagian motor dan naik angkutan umum.
"Kita ngapain ke Parkiran motor? " tanga Vira heran, saat langkah mereka berhenti di depan motor sport hitan metalik.
Ari mengambil helm satunya dan dipakaikan ke Vira, "Gue kira lo bakal pakai mobil lagi setelah liburan selesai. "
"Nggak enakan naik motor, " jawab Ari.
__ADS_1
"Why? "
***