Childhood Sweetheart

Childhood Sweetheart
Almost


__ADS_3

"Cepetan!" teriak cewek yang duduk di boncengan belakang motornya, "Nanti kita bisa telat!" teriak cewek itu.


"Bawel, tadi siapa yang pakai acara bangun kesiangan!" seru Ari membuka kaca helmnya.


Vira yang duduk dibelakang cemberut, "Emang nya aku tahu apa kalo bakal bangun kesiangan." ucap cewek itu.


"Makanya lain kali pasang alarm."


"Ah udah cepetan, nanti kita bakal beneran telat nih!" seru Vira, "Apa lagi hari ini yang piket Pak Komet." ujar Vira yang ingat guru piket paling selalu ia hindari kalo telat berangkat sekolah.


mendengar apa yang dikatakan Vira, Ari menambah kecepatan tekanan motor lebih kuat lagi. ia juga tidak mau prestasi yang telah ia capai selama sekolah di SMA Harapan Nusantara jadi jelek karena telat ke sekolah, dan berhadapan dengan guru paling di hindari semua siswa SMA Harapan Nusantara (Harnus).


***


Vira menghembuskan nafasnya lega, beruntung ia dan Ari benar-benar tidak telat masuk ke sekolah dan bertemu dengan Pak Komet. seorang cewek yang duduk disebelah Vira menatapnya dengan tatapan aneh, Vira yang baru saja sampai dan duduk di bangkunya melirik kesal.


"Nggak usah ngeliatin gue kayak gitu deh." kata Vira.


"Lo bangun kesiangan lagi?" tanya Riva teman sebangku Vira, cewek rangking pertama di kelas dan Vira ada di bawa Riva, rangkin 5 besar.


cewek itu mendengus, tubuhnya merosot kebawah. "Iya," jawab Vira lemas.


"gue tebak pasti tadi malam lo nonton Bola?" tebak Riva. mata Vira mengejab-ngejab, melihat Riva yang tersenyum kemenangan.


"SALAH!" seru Vira.


membuat seisi kelas menoleh ke arah mereka, dibuat kedua cewek itu terdiam dengan tatapan tajam dari teman-teman sekelasnya. cowok yang duduk di depan Vira dan Riva berbalik, melirik kedua cewek itu penuh ingin tahu.


"Kalian ngomongin apa sih?" tanya Rey nama cowok itu, "Kelihatan seru banget." kata Rey menarik buku Tugas Riva tanpa terlebih dulu izin sama yang punya.


"Kepo ih!" jawab Vira yang mengeluarkan buku tugasnya, ikut menyalin tugas milik Riva bareng Rey. Rey sibuk menyalin sambil mendengarkan suara-suara teman sekelasnya yang mulai ribut nyalin jawaban, dan sekali-kali hening.


"Terus kenapa lo bisa bangun kesiangan?" tanya Riva melihat Vira dan Rey bergantian.

__ADS_1


Rey yang ikut diperhatikan oleh Riva mendongak menatap cewek rangking pertama di kelasnya, "Nggak usah ngeliatin gue kayak gitu, nanti lo jadi suka loh!"


"Dih, ogah. mendingan juga Arga ketimbang lo, Rey." kata Riva yang menggeliat geli.


cowok itu cuma cekikikan melihat Riva, kepala Vira mendongak. "lo kepo banget ya, Riv?" cibir Vira, teman Vira itu mengangguk penuh semangat. "Oke, gue jawab pertanyaan lo itu." kata Vira meletakan bolpen yang tadi ia gunakan untuk menyalin pekerjaan Riva.


"Gue telat bangun itu karena ngerjain tugas yang susah ini." kata Vira menunjuk soal-soal yang ada di buku tugasnya ke Riva, disana penuh dengan lingkaran merah.


"Lha terus ngapain lo minjem punya gue, kalo lo udah ngerjain?" tanya Riva yang di tanya malah cengar-cengir.


"Hehehehehe... gue nggak percaya diri sama hasilnya." jawab Vira, "Ini gue lagi nyamain punya lo, siapa tahu ada yang salah." Vira menambahkan jawabannya untuk Riva.


sedangkan Rey geleng-geleng kepala, melihat tingkah Vira.


***


Bell istirahat pertama, sebelum guru keluar Vira udah melesat keluar dari kelas mendahului Pak Gilang guru kelas sebelah yang selalu paling duluan keluar dari kelas. Riva cuma geleng-geleng kepala merasakan kelakuan Vira tiap hari, apa lagi kalo Pak Gilang mengajar di kelas mereka. Bell istirahat atau pulang, Vira selalu pasang kuda-kuda untuk mendahului guru tersebut.


"Riv, lihat deh kelakuan temen lo itu." kata Muri cewek yang duduk di sebelah meja Riva dan Vira.


seorang cowok berjalan ke kelas XI IPA 3, langkah cowok itu dihadang oleh Vira yang ada di depan kelas. senyum yang di tunjukan kepada Vira sepertinya tidak mumpan terhadap cewek satu itu, Vira berdecak pinggang menghalangi cowok dari kelas sebelah.


"Mau ngapain lo!?" tanya Vira dengan nada menantang.


cowok itu malah semakin melebarkan senyumannya, "Mau ketemu pacar." jawabnya.


kening Vira berkerut, "Pacar siapa, disini nggak ada yang namanya pacar." kata Vira masih menghalangi menghadang cowok didepannya, bukannya jengkel seperti kebanyakan orang cowok itu mencondongkan tubuhnya ke depan Vira.


wajah mereka begitu dekat, "Mau ketemu Vira." goda cowok itu dengan senyum iblisnya. Viral langsung berdigik geli, tapi masih tetap bertahan di posisinya.


***


di dalam kelas Riva melihat dua orang yang berada di depan kelas geleng-geleng kepala lagi, "Riva, cowok lo tuh!" tunjuk Dian ke arah cowok yang berdiri di depan Vira.

__ADS_1


"Nggak, mau lo samperin?" tanya Muri.


kepala Riva menggeleng, "Biarin aja, lagi di intograsi Vira." jawab Riva.


Dian dan Muri malah cekikikan mendengar jawaban Riva, "Hihihihi... emang tiap Arga mau ketemu sama lo, Vira perlu gitu ngintograsi cowok itu?" tanya Dian masih cekikikan.


Muri geleng-geleng kepala, "Aduh Vira, Vira. ada-ada aja tu anak."


sedang didepan kelas, Vira masih mencegah Arga untuk masuk. "Lha gue kan bukan pacar lo, ngapain lo nyariin gue?" ucap Vira melipat kedua tangannya di dada.


Arga mendengus, "Haduh," menepuk jidanya "ngomong sama lo nggak bakal ada selesai-selesainya." ujar Arga. Vira memiringkan kepalanya, menahan senyum.


"sana minggir gue mau lewat, jangan halangin jalan kalo nggak mau ketrubuk." ucap Arga.


"Eh, emangnya lo banteng bisa nubruk atau kopi tubruk?" ujar Vira dengan muka di imut-imutin. sepertinya Arga udah mulai kesal menghadapi Vira, tangan cowok itu terangkat mengentuh kepala Vira.


"Banyak ngemeng, udah ikut aja?" kata Arga. berjalan melewati Vira sambil menarik kepala cewek itu kebelakang.


"Duh, Arga lepasin!" teriak Vira yang kepalanya di tarik Arga.


Arga masih bergeming, dilihatnya Riva yang menatapnya kesal. "Arga lepasin itu kepalanya Vira." kata Riva menyuruh Arga melepas kepala Vira.


"Bentar say, aku belum puas." jawab Arga.


cowok itu mulai memutar-mutar kepala Vira, "Ga, lo jahat. emangnya kepala gue gangsingan diputer-puter." gerutu Vira yang berhenti di putar-putar Arya, berdiri sempoyongan.


"Salah siapa pakai acara ngalangin jalan tadi." ucap Arga menghampiri Riva.


"Salah lo," Vira nggak mau kalah sama Arga.


"Udah, dari pada kalian berantem mending sekarang kita ke kantin. lapar gue ngeliatin kalian dari tadi berantem." kata Riva menggandeng tangan Arga dan Vira.


Vira melotot ke arah Arga yang di balas dengan menjulurkan lidahnya, tangan Vira yang bebas mencoba melepaskan tangan Arga yang digandeng Riva. "Apaan sih!" gerutu Arga jengkel karena ulah Vira.

__ADS_1


***


__ADS_2