
di box cream Vira mengaduk-aduk isi di dalam kotak pendingin tersebut, cewek itu sibuk mencari Eskrim kesukaannya. dari jarak yang tidak jauh dari tempat nya diam-diam Ari memperhatikan Vira, cowok itu berjalan dengan sebotol pocari sweat di tangannya. Ari menebak-nebak apa kesukaan Vira masih sama, atau malah sudah berubah.
cowok itu mengambil eskrim di kotak lain dan memberikan kepada Vira, ekspresi cewek itu langsung berubah cerai, Vira mendongak dan melihat Ari tersenyum manis ke arahnya.
"Lo dapat dari mana? " tanya Vira.
Mata Ari melirik ke arah box eskrim di samping mereka, "Dari sana. " jawabnya.
"Gue nggak salahkan? " tanya cowok itu.
menggeleng, "Nggak, " jawab Vira berjalan meninggalkan Ari yang masih berdiri mematung melihat senyum milik Vira.
"Senyumnya lebih manis dari biasanya. " ujar Ari menyusul Vira.
setelah menyelesaikan transaksi, Vira dan Ari berjalan keluar. tanpa segan Vira langsung membuat bungkus Eskrim dan menikmati nya, cewek itu penggila Eskrim dan Ari udah tahu sejak dulu.
"Manis? " tanya cowok itu.
"Apanya? "
"Eskrim nya, apa rasanya manis? " tanya Ari.
Vira mengangguk pelan, "Manis banget tapi ada rasa asem-asemnya juga. "
"kan rasa Stroberi pasti ada asemnya. " kata Ari.
"Iyalah, kan eskrim stroberi pasti ada asemnya. " ucap Vira nyolot.
rasanya Ari ingin tertawa tapi ia tidak tega merusak mood Vira, cowok itu berjalan ke belakang mobil. disana Bang Bimo sudah menunggu mereka.
"udah semua? "
"udah"
***
__ADS_1
Vira duduk di balkon kamarnya, menikmati sunset di sore hari dengan satu kotak eskrim di pangkuannya. ia tidak terusik dengan suara orang-orang yang sibuk di lantai bawa rumahnya, dari tempatnya sekarang Vira bisa melihat beberapa teman Abangnya berdatangan. tapi sosok yang ia tunggu belum muncul juga, matanya menangkap dua sosok yang entah mengapa ingin Vira lempari batu.
siapa lagi kalo bukan Ari dan Rey, dua cowok yang telah menjadi sahabat sedari Vira kecil. salah satu dari mereka melambaikan tangan kepada Vira yang ada di atas, sedangkan cewek itu melengos membuang muka.
sosok yang berdiri disamping Ari menepuk bahu nya, "Udah deh biarin aja emang gitu orangnya. " ujar Rey meminum Es Buah bikinan Mama Vira yang emang seger.
suara pesan masuk di smartphone Vira.
Riva
Sorry, Vir. kayaknya gue bakal tekat deh...
Vira
eh kenapa? lo nggak kenapa-napa kan, apa perlu gue minta Bang Bimo buat jemput lo?
Riva
nggak perlu, Vir. gue jadi nggak enak sama lo, 15 menit lagi gue sampai kok.
Vira
Riva
😁 lo lupa ya?
Vira
🤐 Oops! sorry... 🙊
Riva
nggak apa-apa, gue pergi bareng Arga kok jadi lo tenang aja?
Vira
__ADS_1
oke deh kalo lo pergi bareng Arga, bilang tu anak bawa motornya hati-hati.
Riva
iya, Vir. udah yaa... ini Arga baru nyampe, aku otw sekarang ya...
Vira
iya, hati-hati lo!
***
"Dek, Riva nggak datang ya? " tanya Bang Bimo saat melihat adik semata wayangnya turun, Vira menggeleng.
"Dateng tapi telat, kena macet mungkin. " jawab Vira cuek, berjalan dengan santai masuk ke dalam dapur.
ada cerita pendek antara Bang Bimo dengan Riva, bukan tentang percintaan mereka melainkan tentang temen Bang Bimo dan Riva. ada salah satu temen Bang Bimo yang naksir Riva sampai mereka pacaran tapi karena Bang Bimo kenal temennya dengan baik dan kelakuan luar dalam, Bang Bimo ngelarang Riva buat deket-deket temennya itu tapi karena udah terlanjur Cinta apa yang di omongin Bang Bimo nggak di dengerin.
sampailah rahasia cowok itu terbongkar dan bikin Riva patah hati, Bang Bimo jadi bersalah karena udah ngenalin Riva ke temennya itu. sampai sekarang hubungan Bang Bimo dan Riva jadi diem-diem nggak jelas, meski Riva udah maafin Bang Bimo tetep masih ada aja yang mengganjal.
"Bim, si Damar kayaknya nggak jadi datang deh! " seru seorang teman menyadarkan Bang Bimo.
"Oh gitu ya Lin"
"Lo kenapa sih? masih mikirin masalah Damar sama temen adik lo itu? " tanya Lintang, Bang Bimo menggeleng.
"Bukan, gue cuma mikir si Nagi datang nggak ya? " tanya Bang Bimo yang di tanyain nongol sambil makan Ayam goreng.
"Lo nyariin gue? " tanya Bang Nagi, orang yang di tunggu-tunggu Vira.
mendengar suara yang akrab di telinga Vira, cewek itu bergegas keluar. "Bang Nagi, mana oleh-oleh nya! " seru Vira bikin semua menoleh ke arah Nagi.
padahal cowok itu udah ngumpet-ngumpet masuk ke dalam rumah agar nggak ketahuan oleh Vira tapi sia-sia sudah.
"haduh, ini anak malah nongol, " gumam Nagi penepuk keningnya.
__ADS_1
***